This afternoon, I went to game arcade to play Pump It Up with my friends. As commonly seen at game arcade, I saw a doll-grabber machine. It is actually one of my favorite childhood game machines. The box contained so many dolls and puppets. They were so colorful and cute, but my eyes kept staring at a brown cuddly teddy bear.
Teddy Bear was one of my favorite childhood stuffs, beside R&C, drawing books, tamagochi, miniature railway, and jet planes. It was so cute that I couldn't stop staring at it. Then I decided to take a picture with instagram. I only focused on the teddy bear, because that was the only one I wanted to have.
The same thing also happens when you consider someone as unforgettable and irreplaceable. Well, there are a number of uncountable girls in this world. Blonde, brunette, anything! Businesswoman, nurse, chef, writer, pianist, singer, actress, they can be anything. But as soon as I find someone so irreplaceable that I cannot stop love her, I simply focus on her. It happens naturally.
That's why someone can be so unforgettable.
Thanks a lot, to all my beloved persons for being irreplaceable and unforgettable.
Translate This Page
Sunday, February 19, 2012
Saturday, February 18, 2012
Comics and Rugby
Well, in fact I've never played rugby before. Yeah, I have never played it. When mom came back home from Adelaide, she brought me this rugby ball and how I found it as something surprising since I was never really into sports.
As time went by, I got so busy. There was always at least one assignment to do in every single night. Having no plenty time to play and read, I left my unread comics disarranged and the rugby ball in my bookshelf. Well, I gotta admit it, I have a messy bedroom. I let stuffs disorganized and sometimes my desk is covered with dust since I don't have time to clean it. My books are arranged randomly so sometimes you can still find Animonster among grammar and linguistic textbooks.
One day when I was doing my assignment, I looked around my bedroom and saw a spot. It was a simply great spot that I quickly grabbed my camera and took pictures. Then I laughed at myself. Something messy could turn into something great. And this picture will show you how one untidy and dusty spot can turn into something simply wonderful and cute anyway :]
Sunday, February 12, 2012
Bring The Happiness
Some people try and think hard how to become happy. They spend everything they have to get the happiness, and sometimes their effort doesn't reach fruition. What they spend sometimes is just a waste. They pay more to get less happiness. How come?
Some people think that happiness can be got by spending their money for stuffs, party, and something else. I'm the one who has ever been categorized into that kind of people. I thought money could buy happiness, but actually I was wrong. Fuckyeah, I was wrong! Now I realize that money cannot afford some things in this soon-to-be-destroyed world.
One day, I saw a CF of world-famous drink brand. The CF is probably no longer seen nowadays due to its contract, but I still remember how it went. The plot told about an elementary student who came to the front of the class and told everyone about his father's job. And the story went like this:
My dad drives a big red truck everyday. He leaves home early and delivers a lot of beverages. Not only beverages, he also delivers books for students. He told me that he even helps ensuring the soccer match a succes.
And one time, he came home late because he was with his friends help cleaning a beach. But my dad always says that he's happy seeing other people happy. When someone asks what my dad does, I tell them he delivers happiness.
Then I realized that sometimes, what makes us happy is to see other people happy. It's quite simple somehow even though some of us still have evil-heart to consider it has hard thing to do, due to their envy. Sometimes, making someone happy is a pleasure we can make for the others, and particularly for ourselves. Being happy is actually simple and bringing happiness is a simple pleasure in our life.
What a life!
Some people think that happiness can be got by spending their money for stuffs, party, and something else. I'm the one who has ever been categorized into that kind of people. I thought money could buy happiness, but actually I was wrong. Fuckyeah, I was wrong! Now I realize that money cannot afford some things in this soon-to-be-destroyed world.
One day, I saw a CF of world-famous drink brand. The CF is probably no longer seen nowadays due to its contract, but I still remember how it went. The plot told about an elementary student who came to the front of the class and told everyone about his father's job. And the story went like this:
My dad drives a big red truck everyday. He leaves home early and delivers a lot of beverages. Not only beverages, he also delivers books for students. He told me that he even helps ensuring the soccer match a succes.
And one time, he came home late because he was with his friends help cleaning a beach. But my dad always says that he's happy seeing other people happy. When someone asks what my dad does, I tell them he delivers happiness.
Then I realized that sometimes, what makes us happy is to see other people happy. It's quite simple somehow even though some of us still have evil-heart to consider it has hard thing to do, due to their envy. Sometimes, making someone happy is a pleasure we can make for the others, and particularly for ourselves. Being happy is actually simple and bringing happiness is a simple pleasure in our life.
What a life!
Friday, February 10, 2012
An Inspiring Song From A Cigarette CF
Semenjak jadi anak kuliahan, porsi begadang saya jadi nambah. Selama begadang itu buat ngerjain tugas (dan tentunya FB + Tweeting), saya biasanya sambil nonton acara di TV. Baru-baru ini, saya liat sebuah iklan rokok yang durasinya cukup lama, sekitar 1 menit. Di iklan rokok itu menceritakan tentang seorang cewe, kayaknya karyawati yang sedang nyebrang terus jatuh, dan kertas-kertas kerjaannya berterbangan karena ditiup angin, sementara itu ada seorang penyebrang jalan, cowo, yang bantuin cewe itu ngumpulin kertas-kertas kerjaannya sambil nyanyi. Dan akhirnya, datang lagi seorang cewe yang lain ikut bantu sambil nyanyi sama cowo itu. Gak cukup sampe disitu, akhirnya scene pun berganti dimana ada seorang perempuan yang kesemprot sama genangan air di jalan raya ketika sebuah bis melintas, dan orang-orang di bis itu ikut nyanyi. Scene demi scene terus menyorot kejadian-kejadian yang berbeda, tapi orang-orangnya tetap nyanyi lagu yang sama. Lirik lagunya seperti ini:
Kadang hari, mendung seakan tak mau pergi
Sinar selalu kan datang lagi
Hujanlah hujan hari ini.
Membuka ragu..
Pacu langkahmu..
Bersamaku...
Jangan kau merasa sendiri (kau tak sendiri)
Gapai tanganku
Mereka kan bebaskan kita
Percayalah semua...
Kadang hari
Mendung seakan tak mau pergi
Sinar selalu kan datang lagi
Di scene akhir, di jalan dimana karyawati itu terjatuh akhirnya berkumpulah orang-orang yang menyanyikan lagu tersebut sambil berjalan ke arah kamera. Si karyawati itu akhirnya ikut nyanyi sama orang-orang tersebut dan hujan pun turun. Iklan berakhir setelah logo khas rokok tersebut muncul di layar.
Iklan rokok tersebut adalah iklan rokok A Mild, yang tagline-nya baik di televisi ataupun banner besar di jalan sering menarik perhatian. Tagline-nya singkat, tapi sangat bermakna dan terkadang agak nyindir. Saya sendiri jujur aja seneng sama iklan-iklan A Mild di televisi. Dan kalau boleh jujur, dewasa ini banyak iklan rokok yang justru cenderung menampilkan banyak inspirasi, ketimbang mempromosikan si rokok itu sendiri. Contohnya ya iklan yang saya jelasin di atas tadi. Daripada mempromosikan si produknya sendiri, iklan itu lebih cenderung menginspirasi orang-orang dan menarik perhatian orang-orang lewat jingle-nya yang singkat tapi asik buat didengar itu. Kalau secara sederhana sih, bisa aja dikatakan bahwa iklan itu gak nyambung, karena yang dijual adalah rokok tapi ceritanya beda, nggak to-the-point misalnya. Tapi justru karena konsepnya yang unik itulah, saya rasa rokok tersebut jadi laku. Terlebih lagi, A Mild memang brand yang nggak hanya menjual rokok, tapi juga ikut jadi penyelenggara beberapa event yang memang worth to attend. Konser-konser musik, sampe liga olahraga, saya rasa saya udah cukup sering melihat event-event semacam itu diselenggarakan sama A Mild (tanpa mengandung unsur promosi loh!).
Lagu itu masih terngiang-ngiang di benak saya. Aransemen yang simpel, tapi karena liriknya yang nggak neko-neko dan bermakna itulah yang bikin saya tertarik. Lagu penyemangat yang dimainkan di sepanjang iklan berlangsung, cocok sama konsep video iklannya. Terlepas dari produk yang dijual, saya mencoba objektif untuk melihat bahwa terkadang, produk semacam rokok, yang menurut peraturan iklannya hanya boleh disiarkan di malam hari, justru bisa memberikan kita sebuah inspirasi berharga bahwa setiap kali mendung datang, sinar akan selalu datang lagi.
Kadang hari mendung seakan tak mau pergi, sinar kan selalu datang lagi...
Kadang hari, mendung seakan tak mau pergi
Sinar selalu kan datang lagi
Hujanlah hujan hari ini.
Membuka ragu..
Pacu langkahmu..
Bersamaku...
Jangan kau merasa sendiri (kau tak sendiri)
Gapai tanganku
Mereka kan bebaskan kita
Percayalah semua...
Kadang hari
Mendung seakan tak mau pergi
Sinar selalu kan datang lagi
Di scene akhir, di jalan dimana karyawati itu terjatuh akhirnya berkumpulah orang-orang yang menyanyikan lagu tersebut sambil berjalan ke arah kamera. Si karyawati itu akhirnya ikut nyanyi sama orang-orang tersebut dan hujan pun turun. Iklan berakhir setelah logo khas rokok tersebut muncul di layar.
Iklan rokok tersebut adalah iklan rokok A Mild, yang tagline-nya baik di televisi ataupun banner besar di jalan sering menarik perhatian. Tagline-nya singkat, tapi sangat bermakna dan terkadang agak nyindir. Saya sendiri jujur aja seneng sama iklan-iklan A Mild di televisi. Dan kalau boleh jujur, dewasa ini banyak iklan rokok yang justru cenderung menampilkan banyak inspirasi, ketimbang mempromosikan si rokok itu sendiri. Contohnya ya iklan yang saya jelasin di atas tadi. Daripada mempromosikan si produknya sendiri, iklan itu lebih cenderung menginspirasi orang-orang dan menarik perhatian orang-orang lewat jingle-nya yang singkat tapi asik buat didengar itu. Kalau secara sederhana sih, bisa aja dikatakan bahwa iklan itu gak nyambung, karena yang dijual adalah rokok tapi ceritanya beda, nggak to-the-point misalnya. Tapi justru karena konsepnya yang unik itulah, saya rasa rokok tersebut jadi laku. Terlebih lagi, A Mild memang brand yang nggak hanya menjual rokok, tapi juga ikut jadi penyelenggara beberapa event yang memang worth to attend. Konser-konser musik, sampe liga olahraga, saya rasa saya udah cukup sering melihat event-event semacam itu diselenggarakan sama A Mild (tanpa mengandung unsur promosi loh!).
Lagu itu masih terngiang-ngiang di benak saya. Aransemen yang simpel, tapi karena liriknya yang nggak neko-neko dan bermakna itulah yang bikin saya tertarik. Lagu penyemangat yang dimainkan di sepanjang iklan berlangsung, cocok sama konsep video iklannya. Terlepas dari produk yang dijual, saya mencoba objektif untuk melihat bahwa terkadang, produk semacam rokok, yang menurut peraturan iklannya hanya boleh disiarkan di malam hari, justru bisa memberikan kita sebuah inspirasi berharga bahwa setiap kali mendung datang, sinar akan selalu datang lagi.
Kadang hari mendung seakan tak mau pergi, sinar kan selalu datang lagi...
Music Review: "Submarine" Original Soundtrack
Buat mereka yang belum tau, "Submarine" disini mengacu ke sebuah film yang diadaptasi dari novel. Dan jangan harap bahwa dari judulnya, kita bakalan nemu sebuah film yang menceritakan tentang petualangan dasar laut, menjelajahi kegelapan palung laut yang mencekam, atau semacam superhero yang melawan monster air. Salah besar! Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Oliver Tate yang jatuh cinta sama seorang anak perempuan seusianya yang bernama Jordana. Saat itu, dia harus melawan bullying yang sering menimpa dia dan akhirnya ikut nimpa Jordana karena sebuah kasus foto, ditambah lagi usaha dia menyelamatkan pernikahan kedua orangtuanya yang kelihatannya semakin buruk dengan kepindahan mantan pacar ibunya yang tinggal di sebelah rumahnya.
Untuk review filmnya sendiri, buat saya simpel aja. Karena filmnya merupakan adaptasi dari novel, jadi ada beberapa bagian yang memang rasanya lebih baik baca novelnya aja supaya lebih dapet feelingnya. Ada semacam intermezzo kecil yang cukup mengagetkan, yaitu screen hitam dengan tulisan dalam ukuran huruf yang cukup besar diikuti dengan musik pengiring yang mengejutkan, semacam musik-musik di film horror. Saya sendiri nggak ngerti itu maksudnya apa. Kalau dilihat lagi, kayaknya film itu keliatan kayak ngambil latar waktu sekitar beberapa taun silam, mungkin 70an atau 80an karena keliatannya klasik. Latar tempat yang dipake pun banyak yang bagus, semisal pantai di sore hari, dan semacamnya.
Untuk review musiknya, saya berani rekomendasikan lagu-lagu di EP ini karena aransemennya yang sederhana, tapi nggak berkesan terlalu minimalis. Mengusung genre folk, berdasarkan lirik lagu-lagu yang disajikan bisa dijadikan bahan komparasi sama lagu-lagunya Efek Rumah Kaca. Diksi yang beragam dan banyak memainkan teknik-teknik poetry seperti metafora bisa ditemukan di setiap lagunya. Alex Turner, sebagai penulis lirik bener-bener pandai dalam meracik kata-kata yang pas untuk membangun lirik sebuah lagu yang maknanya tersirat secara sederhana, begitu dalam. Kebanyakan lagu-lagunya diiringi dengan iringan folk gitar dan lantunan vokal sang vokalis yang menenangkan. Lagu-lagunya cocok buat didengerin ketika hari hujan, karena atmosfer menenangkan yang tercipta dari lagu-lagu ini.
EP ini terdiri dari 6 lagu yang semuanya ditulis oleh Alex Turner. Song list-nya sebagai berikut:
Finally, I can say that the EP is worth to buy. Listen to the songs and feel a quiet rainy day with a glass of coffee :)
Untuk review filmnya sendiri, buat saya simpel aja. Karena filmnya merupakan adaptasi dari novel, jadi ada beberapa bagian yang memang rasanya lebih baik baca novelnya aja supaya lebih dapet feelingnya. Ada semacam intermezzo kecil yang cukup mengagetkan, yaitu screen hitam dengan tulisan dalam ukuran huruf yang cukup besar diikuti dengan musik pengiring yang mengejutkan, semacam musik-musik di film horror. Saya sendiri nggak ngerti itu maksudnya apa. Kalau dilihat lagi, kayaknya film itu keliatan kayak ngambil latar waktu sekitar beberapa taun silam, mungkin 70an atau 80an karena keliatannya klasik. Latar tempat yang dipake pun banyak yang bagus, semisal pantai di sore hari, dan semacamnya.
Untuk review musiknya, saya berani rekomendasikan lagu-lagu di EP ini karena aransemennya yang sederhana, tapi nggak berkesan terlalu minimalis. Mengusung genre folk, berdasarkan lirik lagu-lagu yang disajikan bisa dijadikan bahan komparasi sama lagu-lagunya Efek Rumah Kaca. Diksi yang beragam dan banyak memainkan teknik-teknik poetry seperti metafora bisa ditemukan di setiap lagunya. Alex Turner, sebagai penulis lirik bener-bener pandai dalam meracik kata-kata yang pas untuk membangun lirik sebuah lagu yang maknanya tersirat secara sederhana, begitu dalam. Kebanyakan lagu-lagunya diiringi dengan iringan folk gitar dan lantunan vokal sang vokalis yang menenangkan. Lagu-lagunya cocok buat didengerin ketika hari hujan, karena atmosfer menenangkan yang tercipta dari lagu-lagu ini.
EP ini terdiri dari 6 lagu yang semuanya ditulis oleh Alex Turner. Song list-nya sebagai berikut:
- Stuck on the Puzzle (intro)
- Hiding Tonight
- Glass in the Park
- It's Hard to Get Around the Wind
- Stuck on the Puzzle
- Piledriver Waltz
Finally, I can say that the EP is worth to buy. Listen to the songs and feel a quiet rainy day with a glass of coffee :)
Thursday, February 9, 2012
Danbo
Sebelumnya, saya nggak tau kalo boneka berperawakan kecil itu namanya danbo. Saya cuman sering liat beberapa orang share gambar-gambar boneka kecil dari karton dengan berbagai emosi (tapi banyaknya saya liat danbo edisi galau), dan beberapa malah ngejadiin itu profile picture di Facebook atau Twitter-nya. Dan akhirnya saya cari tau tentang boneka itu.
Rupanya danbo itu merupakan singkatan dari Danboard. Danboard sendiri mengacu sama bahan baku boneka ini, yaitu kertas karton. Tapi kalo kita liat lagi, karton yang dipake rupanya tebal dan nggak kayak karton yang biasanya kita pake buat bikin poster, soalnya itu tipis. Si danbo ini sendiri bisa kita gerakkin (tentunya secara manual, kayak maen Barbie) dan juga bisa kita ubah gesturnya karena si danbo ini sendiri punya fitur yang memungkinkan bagian tubuhnya secara fleksibel bisa diubah. Ukuran danbo sendiri biasanya imut-imut, cocok buat ditaro di display kamar. Perawakannya yang imut, juga dua mata yang bulat dan mulut segitiga bikin saya jadi gemes ngeliatnya.
Penampilannya yang menarik dan unik ini menarik perhatian banyak fotografer rupanya buat menjadikan si danbo ini sebagai objek bidikannya. Dan sekarang bisa kita liat banyak beredar foto-foto danbo dalam berbagai suasana. Ada danbo yang lagi happy, sampe yang galau pun ada (seringnya saya liat yang lagi galau).
Dan beberapa hari kemarin, saya pergi ke Paris Van Java sama temen saya Tata dan Kak Fath. Waktu iseng-iseng jalan di sekitar mal, saya ngeliat ada sebuah toko yang memajang danbo ukuran gede di depannya. And it looked very cute! Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, saya akhirnya difoto bareng si danbo imut itu, walopun ukurannya jumbo.
Saya nggak tau harga si danbo jumbo itu berapa, tapi denger-denger sih danbo ukuran kecil aja harganya mahal (karena fitur-fiturnya bagus). Semoga aja saya bisa dapetin danbo kecil itu buat nemenin saya belajar di kamar :D
Rupanya danbo itu merupakan singkatan dari Danboard. Danboard sendiri mengacu sama bahan baku boneka ini, yaitu kertas karton. Tapi kalo kita liat lagi, karton yang dipake rupanya tebal dan nggak kayak karton yang biasanya kita pake buat bikin poster, soalnya itu tipis. Si danbo ini sendiri bisa kita gerakkin (tentunya secara manual, kayak maen Barbie) dan juga bisa kita ubah gesturnya karena si danbo ini sendiri punya fitur yang memungkinkan bagian tubuhnya secara fleksibel bisa diubah. Ukuran danbo sendiri biasanya imut-imut, cocok buat ditaro di display kamar. Perawakannya yang imut, juga dua mata yang bulat dan mulut segitiga bikin saya jadi gemes ngeliatnya.
Penampilannya yang menarik dan unik ini menarik perhatian banyak fotografer rupanya buat menjadikan si danbo ini sebagai objek bidikannya. Dan sekarang bisa kita liat banyak beredar foto-foto danbo dalam berbagai suasana. Ada danbo yang lagi happy, sampe yang galau pun ada (seringnya saya liat yang lagi galau).
Dan beberapa hari kemarin, saya pergi ke Paris Van Java sama temen saya Tata dan Kak Fath. Waktu iseng-iseng jalan di sekitar mal, saya ngeliat ada sebuah toko yang memajang danbo ukuran gede di depannya. And it looked very cute! Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, saya akhirnya difoto bareng si danbo imut itu, walopun ukurannya jumbo.
Saya nggak tau harga si danbo jumbo itu berapa, tapi denger-denger sih danbo ukuran kecil aja harganya mahal (karena fitur-fiturnya bagus). Semoga aja saya bisa dapetin danbo kecil itu buat nemenin saya belajar di kamar :D
Tuesday, January 31, 2012
Photography: My Favorite Things
Since I've found that iTunes Store offers a great number of application for photography, I started to maximize and developed the usage of photographic applications. These days, I've tried to shoot some simple pics. The pictures I've taken probably are not as good as professional photographers take, but to make it better, I gave them final touch.
I have pictures of my favorite things in my iPod gallery. From little koala to upright piano, I tried to make them look great and dramatic by editing the pictures with the applications I've downloaded.
I have pictures of my favorite things in my iPod gallery. From little koala to upright piano, I tried to make them look great and dramatic by editing the pictures with the applications I've downloaded.
Monday, January 30, 2012
Monday Photo-Hunting
Hari ini, saya menghabiskan hari saya buat photo-hunting sama Teh Gita, Logika, dan Ima. Teh Gita itu teteh saya, sementara Ima yang berjulukan "Himawari" ini temen saya dari SMP, dan Logika itu temen satu jurusan saya. Cukup perkenalannya. Photo-hunting yang terbilang dadakan itu dilakukan di area jalan Braga sampe Stasiun Bandung.
Jadi pagi tadi saya berangkat ke gedung fakultas saya sekitar jam 9an. Berhubung nunggu angkot dari daerah saya ke UPI itu kayak lebaran, akhirnya saya pake jasa ojek. Nah, saya nyampe gedung fakultas sekitar jam 10an dan udah ditunggu sama tiga penguasa elemen utama, yaitu air, api, dan tanah. Rupanya si Logika udah nunggu dari jam 8, menurut SMS dari Teh Gita. Jadilah saya merasa bersalah, tapi dalam hati. Dan tanpa menunggu lama-lama, kami berempat langsung cabut dari gedung dan mlebu ke angkot "Kalapa-Ledeng", angkot legendaris dengan berbagai keunikan di dalamnya, dari mulai parfum mobil yang ngegantung di tengah-tengah mobil, lagu dugem angkot yang khas, sampai jok yang elastis. Di angkot kita banyak ngobrol, dari mulai tentang ditilang polisi sampe temen si Ima yang suka nabrak kalau bawa mobil.
Ah lupakan. Ceritanya sudah sampai di Braga. Langsung lah si Teh Gita beraksi dengan SLR punya Ka Aries, her fiance. Duh, saya ngiri soalnya saya cuman bawa kamera digital. Tapi kalo boleh jujur, kamera digital yang saya pake ini berarti dan berjasa banget. Karena, banyak banget hasil foto-foto saya yang ternyata "Waw!" dan "Kowawaaa~!" yang berhasil dijepret sama lensa kamera itu. Casio EX-S10, itulah camdig yang sangat sering setia menemani saya buat photo-hunting. Dan jangan salah, kamera itu punya cukup banyak fasilitas buat menghasilkan citra gambar yang sebenernya nggak kalah bagus sama hasil SLR *peluk cium camdig*
Di jalan Braga yang luasnya ribuan kilometer itu (tapi boong), model-model yang sudah malang melintang di dunia permodelan yaitu Logika dan Ima langsung bergaya seperti ketika mereka di catwalk. Sayangnya, nggak ada red carpet maupun stiletto dan high heels. Contoh foto-fotonya (dan sudah diedit khusus) bisa dilihat seperti ini:
Setelah puas photo-hunting di Braga dan menikmati secangkir eskrim dengan rasa superduperyummy dan harga terjangkau, kami berempat langsung terbang ke Stasiun Bandung. Disini, sesi photo-hunting juga nggak kalah kerennya. Ini ada beberapa contoh terbaik yang udah saya edit ala "Agfa":
Sebenarnya masih banyak lagi sih foto-foto yang diambil, tapi berhubung saya pilihnya yang terbaik diantara foto-foto tersebut, jadilah ini yang saya upload. Photo-hunting hari ini menyenangkan sekali. Mungkin untuk sesi berikutnya, akan ganti tempat :D
PS: I own all the pictures uploaded in this post. All credits to me.
Jadi pagi tadi saya berangkat ke gedung fakultas saya sekitar jam 9an. Berhubung nunggu angkot dari daerah saya ke UPI itu kayak lebaran, akhirnya saya pake jasa ojek. Nah, saya nyampe gedung fakultas sekitar jam 10an dan udah ditunggu sama tiga penguasa elemen utama, yaitu air, api, dan tanah. Rupanya si Logika udah nunggu dari jam 8, menurut SMS dari Teh Gita. Jadilah saya merasa bersalah, tapi dalam hati. Dan tanpa menunggu lama-lama, kami berempat langsung cabut dari gedung dan mlebu ke angkot "Kalapa-Ledeng", angkot legendaris dengan berbagai keunikan di dalamnya, dari mulai parfum mobil yang ngegantung di tengah-tengah mobil, lagu dugem angkot yang khas, sampai jok yang elastis. Di angkot kita banyak ngobrol, dari mulai tentang ditilang polisi sampe temen si Ima yang suka nabrak kalau bawa mobil.
Ah lupakan. Ceritanya sudah sampai di Braga. Langsung lah si Teh Gita beraksi dengan SLR punya Ka Aries, her fiance. Duh, saya ngiri soalnya saya cuman bawa kamera digital. Tapi kalo boleh jujur, kamera digital yang saya pake ini berarti dan berjasa banget. Karena, banyak banget hasil foto-foto saya yang ternyata "Waw!" dan "Kowawaaa~!" yang berhasil dijepret sama lensa kamera itu. Casio EX-S10, itulah camdig yang sangat sering setia menemani saya buat photo-hunting. Dan jangan salah, kamera itu punya cukup banyak fasilitas buat menghasilkan citra gambar yang sebenernya nggak kalah bagus sama hasil SLR *peluk cium camdig*
Di jalan Braga yang luasnya ribuan kilometer itu (tapi boong), model-model yang sudah malang melintang di dunia permodelan yaitu Logika dan Ima langsung bergaya seperti ketika mereka di catwalk. Sayangnya, nggak ada red carpet maupun stiletto dan high heels. Contoh foto-fotonya (dan sudah diedit khusus) bisa dilihat seperti ini:
Setelah puas photo-hunting di Braga dan menikmati secangkir eskrim dengan rasa superduperyummy dan harga terjangkau, kami berempat langsung terbang ke Stasiun Bandung. Disini, sesi photo-hunting juga nggak kalah kerennya. Ini ada beberapa contoh terbaik yang udah saya edit ala "Agfa":
Sebenarnya masih banyak lagi sih foto-foto yang diambil, tapi berhubung saya pilihnya yang terbaik diantara foto-foto tersebut, jadilah ini yang saya upload. Photo-hunting hari ini menyenangkan sekali. Mungkin untuk sesi berikutnya, akan ganti tempat :D
PS: I own all the pictures uploaded in this post. All credits to me.
Sunday, January 29, 2012
Please Be Careful With The Usage Of Adjectives
Saya cenderung memperhatikan detail struktur sebuah kalimat dalam bahasa Inggris, terutama dari sisi grammar dan vocabulary yang digunakan, apakah proper (layak) atau nggak. Dan rada kaget juga ketika beberapa orang sempet manggil saya "Grammar Police" dan "Walking Grammar". Dua panggilan yang rada awkward, tapi keren juga sih *segera lupakan!*
Yang mau saya bahas di post ini adalah tentang penggunaan adjective atau kata sifat yang sering kali tertukar atau keliru sehingga menghasilkan makna yang berbeda. Kalau udah berurusan sama makna, pasti kita sebisa mungkin meminimalisir adanya ambiguitas ketika sebuah kalimat punya tendensi untuk punya makna yang berbeda, tergantung sudut pandangnya. Nah, saya beberapa kali menemukan kasus dimana adjective yang digunakan oleh sebagian orang ini nggak sesuai dan justru menghasilkan makna yang sudah jelas-jelas beda jauh dari makna yang sebenernya ingin dimaksudkan oleh si penulis. Dari sekian banyak adjective dalam bahasa Inggris, yang mau saya jelasin ada beberapa, terutama yang paling sering digunakan dan sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya.
1. Bored & Boring
Kedua kosakata di atas punya inti utamanya adalah bosan. Tapi pada kenyataannya, bored dan boring itu jauh berbeda maknanya. Bored digunakan untuk menyatakan kebosanan atau merasa bosan, sementara Boring digunakan untuk menyatakan sesuatu yang membosankan. Jadi sudah jelas kan maknanya berbeda?
Sebagai contoh penggunaan adjektiva bored :
2. Annoyed & Annoying
Kasusnya mirip-mirip dengan poin sebelumnya, hanya kata "annoy" atau yang berarti kesal bisa punya arti yang berbeda ketika dikasih akhiran -ed dan -ing. Annoyed digunakan ketika kita atau seseorang merasa kesal atas tingkah atau perilaku seseorang atau sesuatu hal. Sementara annoying digunakan untuk menunjukkan seseorang atau sesuatu yang mengesalkan.
Contoh penggunaan adjektiva annoyed :
Yang mau saya bahas di post ini adalah tentang penggunaan adjective atau kata sifat yang sering kali tertukar atau keliru sehingga menghasilkan makna yang berbeda. Kalau udah berurusan sama makna, pasti kita sebisa mungkin meminimalisir adanya ambiguitas ketika sebuah kalimat punya tendensi untuk punya makna yang berbeda, tergantung sudut pandangnya. Nah, saya beberapa kali menemukan kasus dimana adjective yang digunakan oleh sebagian orang ini nggak sesuai dan justru menghasilkan makna yang sudah jelas-jelas beda jauh dari makna yang sebenernya ingin dimaksudkan oleh si penulis. Dari sekian banyak adjective dalam bahasa Inggris, yang mau saya jelasin ada beberapa, terutama yang paling sering digunakan dan sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya.
1. Bored & Boring
Kedua kosakata di atas punya inti utamanya adalah bosan. Tapi pada kenyataannya, bored dan boring itu jauh berbeda maknanya. Bored digunakan untuk menyatakan kebosanan atau merasa bosan, sementara Boring digunakan untuk menyatakan sesuatu yang membosankan. Jadi sudah jelas kan maknanya berbeda?
Sebagai contoh penggunaan adjektiva bored :
- I'm bored/I feel bored = Saya bosan/Saya merasa bosan
- She feels so bored today = Dia merasa sangat bosan hari ini
- Rey is getting bored because he has nothing to do in this summer = Rey mulai merasa bosan karena dia tidak punya apapun untuk dilakukan di musim panas ini
- You're so boring! = Kamu membosankan!
- The movie was very boring that I fell asleep during the movie = Filmnya sangat membosankan jadi saya tertidur selama film berlangsung
- I'm boring today! = Saya membosankan hari ini! (secara gramatikal nggak ada yang salah, tetapi maknanya berbeda sehingga ketika kita bermaksud untuk bilang bahwa kita merasa bosan hari ini, orang mengira bahwa hari ini kita membosankan)
- The movie is so bored that I hate it! = Filmnya (merasa) bosan jadi saya membencinya! (pada kalimat ini, kita pasti bisa langsung tahu bahwa kalimat ini irasional)
2. Annoyed & Annoying
Kasusnya mirip-mirip dengan poin sebelumnya, hanya kata "annoy" atau yang berarti kesal bisa punya arti yang berbeda ketika dikasih akhiran -ed dan -ing. Annoyed digunakan ketika kita atau seseorang merasa kesal atas tingkah atau perilaku seseorang atau sesuatu hal. Sementara annoying digunakan untuk menunjukkan seseorang atau sesuatu yang mengesalkan.
Contoh penggunaan adjektiva annoyed :
- Derrick is annoyed that he can't go to the swimming pool = Derrick merasa kesal karena ia tidak bisa pergi ke kolam renang
- Tasha feels annoyed that Tashia, her twin sister is very annoying = Tasha merasa kesal karena Tashia, kembarannya sangat mengesalkan/menyebalkan
- Thunder finds it annoying that his sister, Sandara always wins the UNO game = Thunder berfikir/merasa bahwa mengesalkan sekali ketika Sandara, kakaknya selalu menang permainan UNO
- Walter is so annoying that I want to punch his face! = Walter begitu mengesalkan sampai-sampai saya ingin menghajar wajahnya!
- Thunder is annoyed because Sandara always wins the UNO game, atau
- Sandara always wins the UNO game and Thunder thinks it is annoying
- I'm so annoying because Renata keeps making fun of me = Saya begitu menyebalkan karena Renata terus-terusan mempermainkan saya (secara logika, yang menyebalkan itu saya atau Renata?)
- Levi is very annoyed so I kick him on back = Levi sangat kesal, oleh karenanya saya tendang dia di punggungnya (kalau ditendang justru akan tambah kesal)
Wednesday, January 25, 2012
Music Review: Im Krapfendwald'l, Polka Français
Kali ini, saya mau mencoba me-review sebuah piece klasik karya Johann Strauss II. Johann Strauss II terkenal dengan waltz dan polka-nya yang meriah dan terkesan mewah. Salah satu polka yang paling saya suka gubahan Johann Strauss II adalah Im Krapfenwald'l atau In Krapfen's Wood.
Lagu ini sempat dibawakan oleh Vienna Philharmonic Orchestra pada Das Neujahrskonzert 2010 dengan konduktor abah George Prêtre (kalo saya sering manggil konduktor yang sudah tua dengan sebutan abah, hehehe). Dari judulnya, lagu ini menceritakan tentang sebuah area hutan Krapfen yang terkenal, terletak di sebuah desa yang indah bernama Grinzing di utara Wina, Austria. Memang, pedesaan-pedesaan di negara-negara seperti Jerman, Austria, dan Prancis itu terkenal dengan keindahan bentang alamnya. Sebuah foto yang diambil tahun 1914 menunjukkan keadaan area Krapfen pada masa itu. Di foto, terlihat ada beberapa orang sedang bersantai dan menikmati suasana alam disana.
Komposisinya meriah, lincah dan lucu, dikasih sentuhan suara-suara burung menggunakan sebuah instrumen khusus. Waktu saya nonton konsernya, instrumen-instrumen yang dipakai buat bikin suara burung itu semacam alat berbentuk kotak dari kayu dengan katup yang bisa dibuka tutup buat menghasilkan efek suara seperti ayam kalkun (atau sejenisnya lah). Ketika dengan polka ini pertama kali, saya ketawa-ketawa karena efek suaranya yang lucu itu. Ada juga sebuah alat yang berbentuk kayak dinamo yang ditambah ujung semacam sedotan kecil untuk lubang udara yang bisa mengeluarkan efek suara kicau burung. Strauss II sedemikian rupa bisa dengan cerdik menggambarkan suasana alam di Krapfen tanpa mengabsenkan ciri khas orkestra musik klasik yang meriah dan mewah. Pada akhir lagu, tempo dimainkan lebih cepat dengan sangat meriah, dengan dentuman timpani dan snare-drum yang menambah semangat di akhir lagu.
Kalau nggak sempat lihat konsernya, bisa cek video ini:
Selamat menjelajah hutan Krapfen!
Lagu ini sempat dibawakan oleh Vienna Philharmonic Orchestra pada Das Neujahrskonzert 2010 dengan konduktor abah George Prêtre (kalo saya sering manggil konduktor yang sudah tua dengan sebutan abah, hehehe). Dari judulnya, lagu ini menceritakan tentang sebuah area hutan Krapfen yang terkenal, terletak di sebuah desa yang indah bernama Grinzing di utara Wina, Austria. Memang, pedesaan-pedesaan di negara-negara seperti Jerman, Austria, dan Prancis itu terkenal dengan keindahan bentang alamnya. Sebuah foto yang diambil tahun 1914 menunjukkan keadaan area Krapfen pada masa itu. Di foto, terlihat ada beberapa orang sedang bersantai dan menikmati suasana alam disana.
Komposisinya meriah, lincah dan lucu, dikasih sentuhan suara-suara burung menggunakan sebuah instrumen khusus. Waktu saya nonton konsernya, instrumen-instrumen yang dipakai buat bikin suara burung itu semacam alat berbentuk kotak dari kayu dengan katup yang bisa dibuka tutup buat menghasilkan efek suara seperti ayam kalkun (atau sejenisnya lah). Ketika dengan polka ini pertama kali, saya ketawa-ketawa karena efek suaranya yang lucu itu. Ada juga sebuah alat yang berbentuk kayak dinamo yang ditambah ujung semacam sedotan kecil untuk lubang udara yang bisa mengeluarkan efek suara kicau burung. Strauss II sedemikian rupa bisa dengan cerdik menggambarkan suasana alam di Krapfen tanpa mengabsenkan ciri khas orkestra musik klasik yang meriah dan mewah. Pada akhir lagu, tempo dimainkan lebih cepat dengan sangat meriah, dengan dentuman timpani dan snare-drum yang menambah semangat di akhir lagu.
Kalau nggak sempat lihat konsernya, bisa cek video ini:
Selamat menjelajah hutan Krapfen!
Subscribe to:
Posts (Atom)




