Translate This Page

Showing posts with label English course. Show all posts
Showing posts with label English course. Show all posts

Sunday, January 29, 2012

Please Be Careful With The Usage Of Adjectives

Saya cenderung memperhatikan detail struktur sebuah kalimat dalam bahasa Inggris, terutama dari sisi grammar dan vocabulary yang digunakan, apakah proper (layak) atau nggak. Dan rada kaget juga ketika beberapa orang sempet manggil saya "Grammar Police" dan "Walking Grammar". Dua panggilan yang rada awkward, tapi keren juga sih *segera lupakan!*

Yang mau saya bahas di post ini adalah tentang penggunaan adjective atau kata sifat yang sering kali tertukar atau keliru sehingga menghasilkan makna yang berbeda. Kalau udah berurusan sama makna, pasti kita sebisa mungkin meminimalisir adanya ambiguitas ketika sebuah kalimat punya tendensi untuk punya makna yang berbeda, tergantung sudut pandangnya. Nah, saya beberapa kali menemukan kasus dimana adjective yang digunakan oleh sebagian orang ini nggak sesuai dan justru menghasilkan makna yang sudah jelas-jelas beda jauh dari makna yang sebenernya ingin dimaksudkan oleh si penulis. Dari sekian banyak adjective dalam bahasa Inggris, yang mau saya jelasin ada beberapa, terutama yang paling sering digunakan dan sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya.

1. Bored & Boring
Kedua kosakata di atas punya inti utamanya adalah bosan. Tapi pada kenyataannya, bored dan boring itu jauh berbeda maknanya. Bored digunakan untuk menyatakan kebosanan atau merasa bosan, sementara Boring digunakan untuk menyatakan sesuatu yang membosankan. Jadi sudah jelas kan maknanya berbeda?

Sebagai contoh penggunaan adjektiva bored :
  • I'm bored/I feel bored = Saya bosan/Saya merasa bosan
  • She feels so bored today = Dia merasa sangat bosan hari ini
  • Rey is getting bored because he has nothing to do in this summer = Rey mulai merasa bosan karena dia tidak punya apapun untuk dilakukan di musim panas ini
Contoh berikutnya untuk penggunaan adjektiva boring :
  • You're so boring! = Kamu membosankan!
  • The movie was very boring that I fell asleep during the movie = Filmnya sangat membosankan jadi saya tertidur selama film berlangsung
Contoh penggunaan yang kurang tepat:
  • I'm boring today! = Saya membosankan hari ini! (secara gramatikal nggak ada yang salah, tetapi maknanya berbeda sehingga ketika kita bermaksud untuk bilang bahwa kita merasa bosan hari ini, orang mengira bahwa hari ini kita membosankan)
  • The movie is so bored that I hate it! = Filmnya (merasa) bosan jadi saya membencinya! (pada kalimat ini, kita pasti bisa langsung tahu bahwa kalimat ini irasional)
Dari contoh yang udah saya berikan, saya rasa kita sudah bisa menggunakan adjektiva bored dan boring yang sesuai dengan konteksnya. Ketika merasa bosan, kita bisa mengatakan "I'm bored", dan ketika kita menemukan sesuatu yang dianggap membosankan, kita bisa bilang "It is boring".

2. Annoyed & Annoying
Kasusnya mirip-mirip dengan poin sebelumnya, hanya kata "annoy" atau yang berarti kesal bisa punya arti yang berbeda ketika dikasih akhiran -ed dan -ing. Annoyed digunakan ketika kita atau seseorang merasa kesal atas tingkah atau perilaku seseorang atau sesuatu hal. Sementara annoying digunakan untuk menunjukkan seseorang atau sesuatu yang mengesalkan.

Contoh penggunaan adjektiva annoyed :
  • Derrick is annoyed that he can't go to the swimming pool = Derrick merasa kesal karena ia tidak bisa pergi ke kolam renang
  • Tasha feels annoyed that Tashia, her twin sister is very annoying = Tasha merasa kesal karena Tashia, kembarannya sangat mengesalkan/menyebalkan
Contoh penggunaan adjektiva annoying :
  • Thunder finds it annoying that his sister, Sandara always wins the UNO game = Thunder berfikir/merasa bahwa mengesalkan sekali ketika Sandara, kakaknya selalu menang permainan UNO
  • Walter is so annoying that I want to punch his face! = Walter begitu mengesalkan sampai-sampai saya ingin menghajar wajahnya!
Untuk contoh dari adjektiva annoying yang pertama itu merupakan salah satu variasi kalimat untuk menyatakan kekesalan. Bentuk pertama bisa disederhanakan jadi:
  • Thunder is annoyed because Sandara always wins the UNO game, atau 
  • Sandara always wins the UNO game and Thunder thinks it is annoying
Kedua bentuk tersebut menyatakan hal yang serupa. Nah, sekarang saya mau kasih contoh penggunaan yang salah:
  • I'm so annoying because Renata keeps making fun of me = Saya begitu menyebalkan karena Renata terus-terusan mempermainkan saya (secara logika, yang menyebalkan itu saya atau Renata?)
  • Levi is very annoyed so I kick him on back = Levi sangat kesal, oleh karenanya saya tendang dia di punggungnya (kalau ditendang justru akan tambah kesal)
Nah, sekarang sudah jelas kan? Jangan sampai kedepannya ketika kita hendak menggunakan adjektiva tersebut terjadi kekeliruan. Ingat, berbeda akhirannya jadi berbeda maknanya. So, be careful with the usage of adjectives!

    Sunday, December 4, 2011

    Present Perfect Tense

    Dulu, saya bingung dengan tenses yang satu ini. Present Perfect Tense, ya setidaknya itu yang saya denger dari guru saya waktu SMP. Lantas, apa yang membuat saya bingung dengan tenses ini? So here the story goes..

    Dulu saya sering pusing sama bentuk verb ketiga. Kan bentuk verb itu ada tiga, verb 1, verb 2, dan verb 3, yang perubahannya disesuaikan sama tenses atau bentuk kalimat (aktif atau pasif). Karena present perfect ini harus pake verb bentuk ketiga, otomatis saya mau nggak mau harus menghapal beberapa verb yang termasuk irregular verb, alias perubahannya beda. Nggak kayak regular verb yang baik bentuk kedua atau ketiganya cuman ditambahin sufiks -ed, irregular verb punya bentuk yang lain yang mau nggak mau (derita) harus diinget. Contohnya verb sing, perubahan dari verb 1 ke 2 lalu ke 3 seperti ini: sing, sang, sung. Kayak lahiran aja (itu sungsang..)

    Nah, tapi lama-lama saya jadi tertarik sama tenses ini. Setelah dipelajari rupanya tenses ini fungsinya unik. Dengan rumus S+have/has+v3+O (bisa pakai object bisa juga nggak, tergantung apakah kalimatnya transitif atau intransitif), tenses yang satu ini bermakna banyak, sama kayak tenses yang lainnya. Buat yang masih bingung, saya coba bantuin jelasin kapan sih dan apa fungsinya tenses ini. Berikut pengetahuan yang saya tau tentang Present Perfect Tense.

    Present Perfect ini digunakan buat menjelaskan suatu event ato kejadian yang pernah terjadi di kehidupan kita atau kehidupan seseorang. Tapi, pada kasus ini kita nggak peduli kapan terjadinya. Kita cuman lebih fokus sama kejadiannya (dengan kata lain, terserah mau kapan waktunya itu terjadi di masa lalu, yang jelas kita udah mengalami atau seseorang udah mengalami). Contohnya:
    I have drunk Coke.
    Pada kalimat diatas, subjek aku cuman menjelaskan bahwa dia sudah minum Coke, tapi entah kapan. Si aku cuman menegaskan bahwa seeengganya dia udah pernah minum Coke sebelumnya. Atau contoh lainnya gini:
    She has been to Vladivostok before.
    Pada contoh ini, si tokoh aku menceritakan sama temen-temennya bahwa seorang teman wanitanya udah pernah (pergi) ke Vladivostok sebelumnya, tanpa secara detil menjelaskan kapan perginya. Beda sama simple past yang bisa menyertakan keterangan waktu. Perbandingannya saya kasih contoh seperti ini:
    • Violet has invented a time machine. [Present Perfect]
    • Violet invented a time machine yesterday. [Simple Past]
    Pada dua contoh kalimat di atas, di kalimat pertama Violet udah menemukan sebuah mesin waktu sebelumnya. Tapi nggak dijelasin kapan ditemukannya. Sementara di kalimat kedua, dijelaskan bahwa Violet menemukan mesin waktu itu kemarin. Jadi untuk cakupan yang lebih luas (atau katakanlah nggak perlu terkait sama detil waktu), Present Perfect nyaman digunakan untuk topik obrolan tentang pengalaman. Tapi nggak berarti bahwa Simple Past nggak usah digunakan. Penggunaannya tergantung sama situasi obrolan.

    Untuk kasus lain, Present Perfect Tense bisa digunakan untuk menjelaskan sebuah kalimat yang menyimpan hubungan antara kejadian masa lalu (past) dengan sekarang (present). Maksudnya,  melalui sebuah kalimat dengan tense Present Perfect, seseorang bisa menjelaskan kejadian di masa lalu yang punya efek di masa depan. Contohnya:
    I have read that novel.
    Kalimat diatas menjelaskan bahwa si aku, pada masa lalu belum membaca novel itu. Tapi sekarang si aku sudah membaca novel itu (efeknya mungkin udah tau jalan ceritanya, dan lain-lain). Atau contoh lainnya kayak gini:
    Sunny has bitten Scrabble tiles.
    Kalimat diatas bisa dijelaskan seperti ini: misalnya dulu (sebelum Sunny ngegigit keping huruf Scrabble) keping-keping Scrabble itu masih bagus dan rapi, tapi setelah Sunny ngegigit keping Scrabble itu (dijelaskan lewat kalimat present perfect seperti di contoh) keping-keping itu jadi patah atau rusak. Jadi, kalimat itu biasanya dipakai untuk menjawab alasan atas sebuah efek atau perubahan yang terjadi karena sebuah event atua kejadian di masa lalu. Seperti ketika guru bertanya "Kenapa kelas ini kotor?", lalu seorang anak menjawab "Jim tadi membawa lumpur ke kelas". Secara logika, kita bisa tau kalau sebelum Jim membawa lumpur ke kelasnya, pasti kelas itu bersih sebelumnya.

    Present Perfect juga bisa digunakan untuk menyatakan sebuah statement mengenai yang sudah terjadi di masa lalu dan masih terjadi sampai sekarang, walaupun belum bisa dipastikan kedepannya masih akan terjadi atau tidak. Kalimat ini biasanya digunakan ketika menanyakan berapa lama kita tinggal di sebuah tempat atau bekerja di sebuah tempat. Atau bisa juga menanyakan sejak kapan kita melakukan sebuah pekerjaan. Contohnya: 
    • I have settled in Boston for twelve years.
    • I have settled in Boston since 1992.
    Kalimat pertama diatas menjelaskan bahwa tokoh aku sudah tinggal di Boston selama dua belas tahun. Tapi nggak menjelaskan sejak kapan secara pasti. Walaupun gitu, si pendengar tetep bisa nebak kapan tokoh aku pertama kali tinggal di Boston dengan menghitung sendiri. Sementara buat kalimat kedua, si tokoh aku menyatakan bahwa dia sudah tinggal di Boston sejak tahun 1992. Tapi di kalimat kedua, nggak dijelaskan secara eksplisit sudah berapa lama dia tinggal disana. Dan pendengar tetep bisa menghitung berapa lama dia tinggal di Boston, tentunya secara manual. Bentuk Present Perfect dengan For dan Since ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh-contoh kalimatnya seperti ini:
    • She has worked in that office for three years.
    • I have waited the bus since 4pm.
    • You have changed a lot since you moved to Auckland.
    • He has spoken French for the last 10 months.
    • I have played that game for 5 years. No wonder I play extremely.
    • They have dedicated their life to help people for a decade.
    • Bianca has been angry since yesterday. She doesn't talk a lot today.
    • Gary has studied classical piano since he was six years old. Now he becomes a great pianist.
    Kurang lebih fungsi dari Present Perfect seperti itu. Mungkin itulah kenapa disebut perfect juga karena walaupun membicarakan hal yang udah terjadi, hal itu tetep bisa kasih efek di masa sekarang (dan mungkin masa depan). Semoga apa yang saya post ini bisa berguna sebagai pengetahuan komplementer.

    Saturday, September 24, 2011

    Learning English: Part 5 - Grammar | Part of Speech (Part 2)

    Hi, guys! It must have been a long time since my latest post about Part of Speech. I was kinda busy so yeah, I couldn't find materials for this post. Tapi sekarang saya sudah nggak begitu sibuk jadi bisa mulai membahas kelanjutan dari episode sebelumnya. Well, where were we?

    Part of Speech, kemarin dijelaskan ada 8 (9 bersama determiner). Dan sekarang saya mau jelaskan Part of Speech yang penting juga dalam bahasa Inggris. Untuk postingan kali ini, saya mau coba mengulik tentang Adjective dan Adverb.

    Adjective
    Adjective adalah kata sifat, sebuah kata yang bisa memodifikasi atau mengkualifikasi suatu kata benda. Kata ini juga menerangkan lebih jauh tentang sifat yang dimiliki oleh benda tersebut.

    Kata sifat digolongkan ke dalam empat golongan, yaitu:
    • Physical qualities (seperti warna, bentuk, ukuran, dll): thin, triangle, purple
    • Psychological qualities of emotion (keadaan psikologis): angry, cheerful, neutral
    • Evaluative qualities: true, false, smart
    • Determiners: two, some, this, a, the, etc.
    Kebanyakan adjective bersifat gradable (bisa digolongkan/dihitung/dikelaskan). Terus, adjective yang gradable itu seperti apa? Gradable adjective (atau bisa juga disebut qualitative adjective) adalah kata sifat yang karakteristiknya bisa bervariasi. Contohnya bisa liat di contoh kalimat di bawah:

    - The red train is fast.
    - The blue train is rather fast.
    - The yellow train is very fast.
    - The green train is extremely fast.

    Ada empat tingkatan 'fast', yaitu fast (cepat), rather fast (agak cepat), very fast (sangat cepat), dan extremely fast (sangat sangat cepat). Maka disini, kata sifat fast termasuk gradable adjective.

    Gradable adjective juga memiliki variasi komparatif dan superlatif (comparative & superlative). Comparative adjective adalah kata sifat yang digunakan untuk membandingkan dua benda yang memiliki sifat yang sama tapi kualitas yang beda. Contohnya, kita punya dua mobil yang mempunyai kecepatan berbeda. Semisal, mobil merah punya kecepatan maksimal 100 kilometer per jam, sementara mobil biru punya kecepatan maksimal 200 kilometer per jam. Maka dalam kasus ini digunakan comparative adjective, seperti pada contoh:

    - The red car is fast, but the blue car is faster (than the red car).

    Sementara superlative digunakan buat menunjukkan benda dengan kata sifat yang kualitasnya paling ter-. Anggap aja kita beli headphone dengan kualitas KW 2, KW Super, dan Original. KW Super menggunakan comparative adjective ketika dibandingkan dengan KW 2, tapi Original menggunakan superlative kalau dibandingin dengan KW 2 dan KW Super. Contohnya:

    - The red car is fast, and the blue car is faster than the red car. But the green car is the fastest.

    Dan satu lagi. Kata sifat determiner nggak punya bentuk comparative ataupun superlative.

    See the difference? I think you've seen the difference :)

    Terus gimana dengan non-gradable adjective? Nggak banyak kata kerja yang sifatnya non-gradable. Maksudnya, umumnya kebanyakan kosakata sifat itu sifatnya gradable. Syarat-syarat satu kata sifat menjadi non-gradable adalah tidak punya variasi intensitas yang dikarenakan:
    • Absolut (bersifat mutlak), contohnya: dead
    • Extreme (bersifat ekstrim), contohnya: boiling
     Ada juga kata benda yang menjadi kata sifat (noun as adjective). Disini, sebuah kata benda berubah menjadi kata sifat ketika digabungkan dengan kata benda yang lain, dengan maksud untuk menjelaskan lebih detil kata benda yang dibicarakan. Mirip lagi dengan sistem diterangkan menerangkan di bahasa Indonesia.

    Contohnya:
    - Drawing = lukisan/gambar (n.) (bisa juga bentuk gerund/verb -ing dari draw)
    - Book = Buku (n.)
    Tapi,
    - Drawing book = buku gambar (sifat dari buku itu adalah buku yang dikhususkan buat menggambar)

    Is it clear?

    Adverb
    Adverb adalah kata keterangan atau kata tambahan. Adverb digunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang suatu kata kerja. Lihat contoh:

    - That train goes slowly.
    - He speaks sarcastically.

    Pada kalimat pertama, "The train goes slowly". Diterangkan bahwa kereta itu berjalan dengan lambat. Jadi nggak hanya sekedar menceritakan tentang kereta yang berjalan, tapi juga bagaimana jalannya kereta itu. Pada kalimat kedua, "He speaks sarcastically". Nggak cuman menceritakan seseorang yang berbicara, tapi bagaimana orang itu berbicara. Orang itu berbicara dengan sarkastik.

    Adverb juga bisa memodifikasi kata sifat. Contohnya:

    - The answer is totally wrong.
    - You look really pale.

    Pada kalimat pertama, "The answer is totally wrong". Kata "totally" menjadi sebuah penegasan bahwa jawaban itu benar-benar salah. Adverb pada kalimat satu membuat kesan lebih tegas. Pada kalimat dua, "You look really pale". Nggak hanya menceritakan tentang wajah lawan bicara kita yang pucat, tapi sepucat apa sih wajahnya. Wajahnya benar-benar pucat. Pada kalimat dua, adverb menambah kesan lebih (lebih pucat).

    Adverb dapat dibuat dengan beberapa cara. Untuk kebanyakan kata sifat, adverb dibuat dengan menyisipkan akhiran -ly di akhir kata sifat.
    Contohnya: beautifully, carefully, carelessly, fearfully, arrogantly, proudly, etc.

    Tapi untuk kata sifat yang akhirannya, -able atau -ible, kita tinggal mengganti huruf akhirnya dengan -y.
    Contohnya: horribly (horrible), terribly (terrible), regrettably (regrettable)

    Untuk kata sifat yang akhirannya -y, tinggal mengganti akhiran -y dengan akhiran -ily.
    Contohnya: happily (happy)

    Dan untuk kata sifat yang akhirannya -ic, kita tinggal menambahkan akhiran -ally.
    Contohnya: magically (magic)

    Tapi beberapa kata seperti friendly, lovely, atau neighborly bukan termasuk adverb. Kata-kata tersebut termasuk ke dalam adjective.

    Dan beberapa adverb tidak memiliki akhiran -ly, tapi tetap berperan sebagai adverb. Atau memiliki bentuk adverb yang berbeda dengan adjective aslinya.

    Contoh:
    - Good => Well, bukan goodly.
    - Fast => Fast, bukan fastly.
    - Very => Very, bukan verily.

    Adverb juga dibedakan ke dalam empat jenis, yaitu:
    • Adverb of Manner. Kata keterangan yang menjelaskan cara sesuatu itu terjadi, atau seperti apa sesuatu itu terjadinya. Contoh kalimat: "The warrior fights fearlessly". Diterangkan bahwa prajurit itu berperang tanpa rasa takut (fearless).
    • Adverb of Place. Kata keterangan itu menjelaskan dimana terjadinya suatu kejadian. Contoh kalimat: "I put my bag there". Diterangkan bahwa saya menaruh tas itu disana (Disana menunjukkan tempat dimana saya menaruh tas).
    • Adverb of Time. Kata keterangan yang menjelaskan kapan sesuatu terjadi atau seberapa sering terjadinya. Contoh kalimat: "Her grandfather passed away two days ago". Diterangkan bahwa kakeknya meninggal dua hari yang lalu (Dua hari yang lalu kejadian itu terjadi). Atau pada kalimat "I subscribe a monthly magazine". Diterangkan bahwa saya berlangganan majalah bulanan, maka setiap bulan saya dikirimi majalah (majalah tersebut terbitnya setiap bulan).
    • Adverb of Degree. Kata keterangan yang menjelaskan taraf atau tingkatan dari sesuatu yang terjadi. Contoh kalimat: "Cyanide is very poisonous". Diterangkan bahwa tingkat beracun dari sianida adalah sangat beracun.

    Saturday, September 10, 2011

    Learning English: Part 4 - Grammar | Part of Speech (Part 1)

    Hey, friends! Finally I'm back from my long sleep (LOL). Sebenarnya kemana saya selama ini jangan ditanyakan, karena sebenarnya saya nggak kemana-mana, hanya saya lagi sakit jadi belum bisa balik buat nge-post kelas baru.

    Setelah di postingan kelas sebelumnya saya berbicara tentang menghadapi bahasa Inggris, sekarang saya mau mulai ke materinya. Yang pertama akan kita bahas itu grammar.

    Ada yang mungkin bertanya, apa sih grammar?

    Grammar adalah tata bahasa, atau secara sebuah struktur atau sistem sebuah bahasa. Di Indonesia, tata bahasa dianggap penting karena berkaitan dengan baik tidaknya sebuah kalimat atau tidak. Kemampuan kita dalam grammar, seperti membentuk sebuah kalimat, akan sangat membantu dalam berbicara bahasa Inggris. Grammar sendiri terdiri dari beberapa sub-bahasan dan topik yang akan sangat berguna, seperti tenses, lain-lain. Mungkin untuk tenses di bahas di kelas berikutnya karena ada 16 tenses yang sebenernya bakalan keblinger kalo dibahas semuanya. Untuk sekarang, saya akan coba bahas topik yang berjudul Part of Speech.

    Part of Speech ini adalah faktor penyusun dalam bahasa. Bagian-bagian (atau disebut kelas) ini merupakan bagian penting yang menyusun sebuah kalimat. Ada 8 (sebenernya 9) kelas/jenis kata dalam bahasa Inggris:
    • Noun, atau kata benda
    • Verb, atau kata kerja
    • Pronoun, atau kata ganti
    • Adjective, atau kata sifat
    • Adverb, atau adverbia (kata keterangan)
    • Preposition, atau preposisi (kata untuk menyatakan tempat)
    • Conjunction, atau konjungsi
    • Interjection
    • Determiner
     Sekarang kita coba masuk per bahasan. Bahasan inti yang mau saya jelasin untuk saat ini 3 dulu yang menurut saya paling utama dalam membuat sebuah kalimat:


     Noun ialah kata benda. Dan kata benda dibagi jadi beberapa bagian:
    • Benda nyata atau kongkrit, adalah benda yang bisa terlihat dan bisa disentuh. Contohnya, tree, car, dog, cat, ship, guitar, etc.
    • Benda tak nyata atau abstrak, adalah kata benda yang nggak bisa terlihat atau disentuh, tapi bisa kita rasakan, contohnya sadness, truth, etc.
    • Benda yang dapat dihitung (countable noun), adalah benda yang ketika bentuknya jamak masih bisa dihitung dengan mudah. Contohnya, a headset, a phone, two plates, five fingers, some candies.
    • Benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), adalah benda yang ketika bentuknya jamak sukar dihitung atau perlu alat khusus. Contohnya, water, air, etc.
    Verb atau kata kerja, kata yang menyatakan sebuah aksi perbuatan atau tindakan. Beberapa kamus terkadang menulis kata kerja ini dengan awalan "to" sebelum kata kerja, contoh to paint, to love. Maka, kalau menemukan contoh seperti itu, kata love atau paint itu konteksnya adalah kata kerja, bukan love sebagai kata benda yang berarti cinta, atau paint yang berarti sebuah lukisan. Contoh lainnya seperti to run, to care, to burn, to write, to sleep, to fly, etc. Dalam verb juga ada yang disebut sebagai auxiliary verb dan modal verb. Apa itu auxiliary verb? Auxiliary verb adalah verb atau kata kerja yang digunakan bersama dengan kata kerja utama. Contoh dari auxiliary verb adalah be, do, have. Be, juga terkadang disebut to be, terdiri dari are, am, is (untuk present tense); was, were (untuk past tense); dan been (untuk bentuk perfect tense). Bentuk do dan have akan dijelaskan nanti di topik tenses. Sementara modal verb adalah verb yang memodifikasi si verb utama, dan juga menunjukkan kemampuan, kemungkinan, keharusan, dan lain-lain. Contohnya adalah may, can, must, shall, etc.

    Pronoun adalah kata ganti benda. Pronoun menggantikan noun. Yang termasuk ke dalam pronoun contohnya adalah I, you, we, they, he, she, it. Pertanyaan, bisakah sebuah kata benda menjadi sebuah kata ganti? Bisa, namun kata benda yang bersangkutan (biasanya berupa kata benda selain manusia) akan digolongkan kedalam pronoun it. Contohnya:
    "The school looks great" => "It looks great"; dengan it merujuk kepada the school.

    Untuk postingan sekarang saya rasa cukup sekian (berhubung saya harus mempersiapkan untuk ospek jurusan besok *ketawan*), maka untuk bahasan dari Part of Speech berikutnya akan dibahas di postingan berikutnya. See you!

    Saturday, September 3, 2011

    Learning English: Part 3 - Enjoying English

    Hi, it's me again, Klaus. Saya kembali lagi buat sharing tentang bahasa Inggris. Setelah di postingan sebelumnya saya membahasa tentang bahasa Inggris itu sendiri, sekarang saya mau coba memberikan sugesti positif untuk menghadapi bahasa Inggris (berasa jadi Uya Kuya).

    Waktu saya masih SD, pelajaran bahasa Inggris didapat di kelas 3. Dan sedihnya, mayoritas temen-temen saya merasa nggak nyaman dengan bahasa Inggris. And to make the situation worsen, gurunya juga jarang masuk ke kelas. Walhasil, temen-temen saya jarang dapetin pelajaran bahasa Inggris. Padahal bahasa Inggris adalah salah satu bahasa luar yang pada saat itu terbilang wajib dipelajari. Kebanyakan dari mereka kalo menghadapi bahasa Inggris itu males, takut, dan nggak nyaman. Padahal, game-game di Playstation yang mereka mainin, menu di ponsel mereka, sampe segala macem perintah di komputer kan kebanyakan ditulis dengan bahasa Inggris. Ironis memang.


    Beberapa yang lain malah jadi kayak trauma dengan bahasa Inggris. What's wrong with English? Sama-sama bahasa toh? Dan ini mungkin terdengar sedih untuk mereka, but it's true. You're living with English, somehow. Jadi kenapa harus ditakuti?

    Berdasarkan obrolan dan juga pengamatan di kelas dan kehidupan sehari-hari, kenapa beberapa orang takut dengan bahasa Inggris, jawabannya sederhana: Bahasa Inggris itu Asing. Sesuatu yang asing, berarti sesuatu yang tidak biasa muncul di kehidupan kita kan? Lantas bagaimana biar Inggris gak jadi asing buat kita? I'm going to share what I've got from my teachers with you guys!
    • Change your mindset. Jangan jadikan bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Memang bagaimanapun statusnya adalah bahasa asing, bukan bahasa ibu, tapi jangan diasingkan juga. Menghadapi teman asing tidak berarti kita harus mengisolasi dia juga kan?
    • English ≠ Horror Movie. Bahasa Inggris itu bukan film hantu atau horror atau thriller! Hanya karena kita nggak fasih Inggris, gak berarti hidup kita dikejar-kejar makhluk berwajah merah terbakar kayak di film Insidious. Hanya karena kita nggak ngerti grammar ato tenses, gak berarti bahwa kita akan berakhir di -guillotine seperti kasus Marie Antoinette. Semua juga sama kok, yang fasih bahasa Inggris pasti belajar. Bahkan orang Inggris sendiri juga ada pelajaran bahasa Inggris, seperti halnya pelajaran bahasa Indonesia di negara kita. Kalo melakukan kesalahan, jangan takut. Gak akan sampe dibunuh kok ,)
    • Stop absolutely depending on your native language. Masalahnya begini, Indonesia itu negara yang cukup well-known sehingga banyak pengunjung dari luar negeri datang ke negeri kita. Dan mereka semua belum tentu lancar berbahasa Indonesia. Maksud saya begini, kita nggak bisa terus-terusan bergantung pada bahasa ibu kita, bahasa Indonesia, karena bagaimanapun ada momen-momen dimana kita akan menggunakan bahasa yang lain, sebagai contoh bahasa Inggris. Dan kesempatan untuk bergantung pada bahasa Inggris sekarang ini cukup besar. Why? Inggris seperti yang sudah saya jelasin di postingan sebelumnya, dianggap sebagai bahasa internasional dan digunakan di berbagai belahan dunia. Katakanlah, jadi bahasa penengah, ketika seorang turis Polandia menawar duku ke tukang buah di Bandung. Ketika si turis gak bisa bahasa Indonesia, begitupun tukang buah yang nggak ngerti bahasa Polandia, maka keduanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
    • Living a conducive English environment. Dengan tinggal di lingkungan berbahasa Inggris yang kondusif, ini akan membantu kita buat memperbaiki dan meng-improve kemampuan berbahasa Inggris kita. Ketika kita tinggal di suatu lingkungan, sedikitnya kita akan ter-influence dengan sesuatu yang ada disana kan? Semisal, ketika kita tinggal di Jakarta, maka budaya gue-elo bisa hinggap pada kita. Atau ketika kita tinggal di Bandung, budaya urang-maneh atau aing-sia juga bisa hinggap pada kita. Dengan terbiasa hidup di lingkungan berbahasa Inggris, otomatis kita juga akan terbawa-bawa dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Jadi udah gak asing lagi :D
    Tapi gimana kalau lingkungan kita nggak kondusif buat berbahasa Inggris....?
    • Make a conducive English environment! Be a pioneer! Jadilah orang yang membuat lingkungan berbahasa Inggris yang kondusif! Dengan menjadi pionir seperti ini, kita akan jauh lebih berkembang dalam berbahasa Inggris. Percaya atau tidak, karena kita menjadi pionir, naturally kita bakalan one step higher dibandingkan dengan orang-orang lain yang akhirnya mengikuti budaya di lingkungan yang kita buat.
    Mulai dari mana?
    • Start from every little things. Mulailah berbahasa Inggris untuk hal-hal kecil. Bahkan frase semacam "I'm sorry", "Thanks", "God bless you", "Bye!", sampai "Good Morning" juga bisa mendukung lingkungan berbahasa Inggris. Ingat, semua ada prosesnya.
    • Inviting friends. Coba ajakin dulu temen terdekat buat coba ngobrol bahasa Inggris. Ketika udah menemukan teman yang tepat, bisa ajakin yang lain. Semacam multi-level marketing lagi jadinya (LOL)
    • Helping friends. Bantu-bantu berbagi dan saling mengajarkan sesama teman juga bagus. Kitanya bakalan lebih berkembang, temen kita juga selangkah lebih maju. Win-win solution kan?
    • Start from now on. Lebih baik mulai dari sekarang. Sebetulnya nggak ada batasan usia mempelajari bahasa, selama kita mau concern sama niat kita. Tapi lebih cepat lebih baik. Lebih awal belajar, lebih awal juga mengertinya. Dan inget, jangan goyahkan niatnya buat belajar bahasa. For your own betterment juga :)
    Waduh, sepertinya saya udah kepanjangan pidato nih. Mungkin di kelas berikutnya, saya akan mulai jelasin tentang tata bahasanya. Thanks for your attention. I wish you all get a benefit from this humble blogpost :)

    Learning English: Part 2 - Getting Know English More

    Hi! Welcome to the English class with me, Mr. Simple, Klaus! And I wish you all are in your very best mood to get know more about English. It's sunny outside so I wish no one here feels gloomy.

    Oke, karena di postingan sebelumnya saya udah sempet memberitahukan bahwa rencana saya bikin postingan tentang kelas bahasa Inggris, maka di postingan sekarang saya mau memperkenalkan bahasa Inggris itu sendiri.


    Menurut om Wikipedia, Bahasa Inggris merupakan bahasa yang termasuk rumpun bahasa Jermanik Barat. Bahasa Inggris sendiri dipakai di Amerika, Britania Raya, dan beberapa negara lainnya (termasuk negara jajahannya seperti Singapura dan Malaysia, dan Indonesia juga). Bahasa Inggris sendiri awalnya terbentuk karena kombinasi bahasa lokal yang dipakai orang Norwegia, Denmark, dan Anglo-Saxon. Bahasa Inggris juga ada bahasa Inggris lama dan bahasa Inggris baru. Tapi, kurang lebih 50% dari New English merupakan serapan dari bahasa Prancis dan Latin. Makanya jangan heran kalau ada beberapa kosakata Inggris yang juga ditulis sama dalam bahasa Prancis, bedanya di pengucapan aja. Kalo mau tau lebih banyak, mendingan bertandang aja ke situs wikipedianya.

    Pemakaian bahasa Inggris pun sekarang ini udah meluas ke berbagai belahan dunia. Katakanlah, hampir negara di seluruh dunia udah bener-bener mengerti bahasa Inggris. Ato untuk lebih sederhananya, bahasa Inggris itu udah mendunia, udah lama banget mendunianya. Karena penggunaan bahasa Inggris sudah meluas, makanya Inggris juga sering dianggap sebagai bahasa dunia. Makanya, kayaknya udah ga asing lagi kita nemu penjelasan dalam bahasa Inggris dimana-mana, di halte, di sekolah, di kantor, di dalem lift, di mall, di mobil, di buku manual, sampe di bungkus jajanan yang kita beli. Ada sekitar 375 juta pengguna bahasa Inggris yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu (bahasa dasar) mereka, dan Inggris jadi bahasa dengan pengguna terbesar di dunia, urutan ketiga setelah Mandarin dan Spanyol. Dan untuk pengguna Inggris sebagai bahasa kedua diestimasikan sebesar 470 juta orang. Jadi bayangkan betapa tersebarnya bahasa Inggris di dunia ini.

    Itu mungkin pengenalan tentang bahasa Inggris yang udah saya singkat. Masalahnya, sejarahnya itu panjaaaaaaang sekali, dan pasti saya pegel dan pusing juga buat translate laginya hehehe. So I wish this post would be useful, at least one information you can get :)

    See ya!

    Friday, August 26, 2011

    Learning English: Part 1 - Prelude

    Dear friends!
    How's life? Wish y'all a great day.

    Saya sempet berencana buat nge-post sesuatu tentang pembelajaraan bahasa Inggris. Well, English ain't that difficult, actually. Asalkan kitanya mau konsen untuk belajar dan terus belajar. Kedepannya, akan ada beberapa posting blog dari saya yang berjudul Learning English dengan subjudul yang sesuai dengan tema yang akan dibahas.

    Sebenernya, ide bikin postingan seperti ini tuh karena saya terinspirasi sama blog neechan saya yang juga kasih pembelajaran bahasa Jepang di blog-nya. Nah, berhubung saya belajarnya Inggris, jadi materi yang mau saya bagikan juga harus tentang bahasa Inggris. Dan juga, ada beberapa temen yang sempet minta diajarin bahasa Inggris, terutama dasar-dasarnya. Oleh karena itu, buat memudahkan sharing, saya mau coba buat postingannya via blog. Semoga rencananya berhasil dan bisa bermanfaat :)


    See you on the next class!