Translate This Page
Sunday, November 6, 2011
Music Review: Orange Caramel - Bangkok City
Single lainnya dari Orange Caramel yang berjudul Bangkok City ini dirilis beberapa bulan sebelum mini album Shanghai Romance keluar. Di paket downloadnya, ditawarin dua file: satu file original, dan satu lagi karaoke version-nya. Jadi buat yang pengen karaoke jangan khawatir karena biasanya Orange Caramel turut menyertakan instrumental version dari hot single mereka, contohnya Magic Girl, A~ing, dan Shanghai Romance.
Lagu dengan aransemen club/electro-house ini diawali dengan lead-synth yang disusul sama irama club yang di awal-awal udah lumayan bikin sensasi ajep-ajep. Dengan tempo di kisaran 120-140 bpm, lagu ini bisa dibandingkan dengan lagunya Wawa yang berjudul Dance. Dan menurut saya mungkin ini lagu Orange Caramel yang pertama diaransemen dengan genre electro-house. Pada bagian chorus, lagu ini semakin kerasa progresif. Dan masuk ke verse setelah chorus pertama, samar-samar kita bisa denger string section yang aransemennya sepintas agak mirip musik-musik Timur Tengah. Dan overall dari awal sampe akhir lagu ini cukup lah menyuguhkan atmosfer nightclub buat telinga kita, tanpa bener-bener menghilangkan ciri khas Orange Caramel itu sendiri.
Cuman yang saya sayangkan satu, di lagu ini justru vokal dari masing-masing personel kurang ditonjolkan. Kalo dibandingin dengan lagu Shanghai Romance atau Magic Girl, ada bagian dimana vokal mereka kedengeran jelas, buat menonjolkan karakter dan kualitas vokal masing-masing personel. Mungkin karena aransemennya juga seperti itu jadi agak susah juga kalo harus nge-show off vokalnya. Tapi tetep lagu ini worth to download and listen. Kalo pengen lebih seru lagi, bisa nonton MV-nya.
Keyword :
bangkok city,
kpop,
Orange Caramel,
review
Music Review: 2NE1 - The 2nd Mini Album
Girlband yang satu ini eksistensinya udah nggak perlu dipertanyakan lagi di blantika musik Korea, karena mereka adalah salah satu girlband terbaik Korea (right?). 2NE1 adalah salah satu girlband yang peluncuran album barunya saya tunggu-tunggu (cheers!). Dan album terbaru mereka, "2NE1 The 2nd Mini Album" udah pasti jadi item wajib yang harus ada di komputer para Blackjack di seluruh dunia. Awalnya, saya nggak ngeuh dengan peluncuran album yang satu ini karena waktu itu saya masih addicted sama lagu Can't Nobody dari album To Anyone. Dan setelah denger lagu I Am The Best, saya langsung download lagunya beserta music video-nya yang bikin saya gigit jari (karena pengen rotating chair-nya).
Album ini berisi 6 lagu yang menawarkan sensasi yang beda-beda. Dari mulai yang bikin jingkrak-jingkrak sampe nge-galau pun ada. Dan di album ini ada satu lagu, solo performance dari Park Bom berjudul Don't Cry, setelah sebelumnya si langsing Bom ini meluncurkan lagu You and I dan Protect The Small Basics.
Berikut ini saya mau kasih tracklist beserta deskripsi buat tiap lagunya:
- I Am The Best (내가 제일 잘 나가). Lagu yang bener-bener wajib didenger di album ini. Inget, wajib! Aransemen electronic/techno dengan lead-synth yang cukup mendominasi lagu ini bikin badan kalo nggak ikut movin' tuh nggak gereget! Lead-synth di lagu ini agak mirip dengan lead-synth yang ada di lagu Can't Nobody dan temponya juga hampir mirip sekitar 120-130 bpm, hanya saja di lagu ini ada nuansa-nuansa musik Arab yang ditawarkan dari section strings di bridge menuju chorus terakhir. Music video-nya yang keren dan bikin saya bener-bener ngebet pengen punya kursi seperti yang ada di MV-nya tersebut. Kostum-kostum mereka udah pasti jangan ditanya kerennya. Terutama CL yang penampilannya paling nge-jreng dan paling wow!
- Hate You. Yang jadi fokus saya di lagu ini sebenernya Music Video-nya. Kartun, mengingatkan kita sama grup Gorillaz. Musiknya juga lebih santai dari I Am The Best. Nuansa electropop kental di lagu ini. Aransemennya mirip lagu-lagu Goodnight Electric, atau lagu-lagu disko taun 80an.
- Ugly. Lagu ini memadukan unsur electro dengan rock. Awal lagu dibuka dengan petikan-petikan gitar, dan mulai masuk ke verse, mulai kerasa nuansa electro-nya. Tapi begitu memasuki chorus, kita disuguhi aransemen rock semacam grup musik rock tahun 80 sampe 90an. Sepertinya kalau 2NE1 ngerilis album bergenre rock bakalan jadi item yang menarik.
- Don't Stop The Music. Lagu ini jadi soundtrack commercial filming Yamaha. Masih menyuguhkan sensasi electro di awal dengan alunan synth-loops dan ditambah beat reggae yang catchy. Lagu berdurasi 3 menit 50 detik ini punya tempo yang nggak terlalu cepat, cukup santai tapi masih tetep bikin pinggul ikut bergoyang.
- Lonely. Satu-satunya lagu mellow di album ini. Diawali dengan petikan gitar yang cukup manis, dan aransemen sederhana tapi tetep istimewa mewarnai keseluruhan lagu. String section juga ikut menambah kesan manis di lagu ini. Walaupun lagu ini nggak nge-beat dan mellow, tapi belum sampe masuk kategori ballad juga sih. Music videonya banyak ditonton dan konsepnya yang bener-bener unik serta menggambarkan "2NE1 Yang Kesepian" tanpa terkesan 'lebay'. Wajib didenger dan ditonton MV-nya.
Saturday, November 5, 2011
Music Review: Orange Caramel - Shanghai Romance (Album)
Sudah pada tau kan girlband yang satu ini? Tiga anggota girlband After School yang bikin divisi girlband baru yang bernama Orange Caramel ini udah merilis album baru mereka. Dengan judul "Shanghai Romance", tiga cewek cantik ini membawakan tiga buah lagu yang bisa dipertimbangkan buat nangkring di playlist music player.
Orange Caramel emang bukan pertama kalinya bawain lagu dengan konsep capital city. Album sebelumnya bahkan berjudul Bangkok City, rupanya sukses juga menarik perhatian Kpoppers. Di album ini, nuansa Cantonese music dipadukan dengan 80's disco, bikin kesan kayak denger soundtrack Jiraiya atau Sailor Moon (itu kesan yang saya dapet ketika denger lagu Shanghai Romance). Sementara kedua lagu lainnya diaransemen pop, dan temponya cukup santai.
Berikut tracklist lagu beserta komentar pribadi saya:
- Shanghai Romance (샹하이 로맨스) [上海之戀]. Ketika saya selesai download album ini, trackname-nya punya tiga judul, bahasa Inggris, Korea, dan Mandarin. Lagu ini seperti yang udah saya jelasin di atas, memadukan unsur mandapop (terutama dari melodi dan chord) dengan disco taun 80an. Kesan yang saya dapet malah jadi berasa denger soundtrack Sailor Moon atau Wedding Peach, anime Jepang yang sempet nge-tren di taun 2000an. Music videonya udah tersedia di Youtube dan menurut saya plot ceritanya kocak, walopun ada beberapa bagian yang terkesan maksa. Kalau denger lagunya, saya rasa harus nonton MV-nya.
- Keep Your Eyes Closed (눈을 감아). Berbeda sama Shanghai Romance, aransemen untuk lagu ini bener-bener nge-pop. Pop yang cenderung ballad bahkan buat saya. Di lagu ini juga saya nggak menemukan unsur mandapop seperti lagu sebelumnya. Sebagai perbandingan, aransemen lagu ini nggak jauh berbeda dengan lagu Secret - Friends, yang jadi soundtrack drama God of Study. Anggap aja lagu ini jadi pendinginan setelah joget-joget di lagu Shanghai Romance.
- Standing in This Place (第一次爱的人) [이 곳에 서서]. Lagu ini dinyanyikan lagi dalam versi bahasa Mandarin, sementara di The 2nd Mini Album, lagu ini dinyanyikan dalam versi bahasa Korea. Dan guess what, saya bisa pastikan lagu ini merupakan remake dari lagu The Day You Went Away punya M2M! Dari aransemen, memang nggak benar-benar sama dengan lagu aslinya tapi mirip, dan pada bagian chorus memang ada lirik "The day you went away". Di chorus terakhir, nuansa mandapop muncul lagi dengan kehadiran ornamen-ornamen instrumen tradisional musik Cina (saya rasa instrumennya Guzheng).
Keyword :
korean pop,
kpop,
Orange Caramel,
review,
Shanghai Romance
Tuesday, October 25, 2011
.,-..,-
Gue tiba-tiba lagi pengen ganti gaya rambut. Maksud gue, ketika nanti udah panjang dan udah bosen sama rambut gue yang panjang, mungkin gue pengen bikin warna berbeda buat hidup gue. Hanya saja gue bingung mau diapain rambut gue. Yang jelas gue ga mau nyukur plontos rambut gue, bahkan walopun cuman cepak doang.
Pengennya sih kayak foto di atas. Pendek tapi gak biasa-biasa juga. Yah, at least melihat-lihat lagi hairstyle yang pas dan gak aneh-aneh. Seengganya hairstyle kayak di atas itu gak neko-neko tapi gak biasa-biasa juga. PS: Gue ga tau siapa modelnya tapi yang jelas jaketnya keren #random
Pengennya sih kayak foto di atas. Pendek tapi gak biasa-biasa juga. Yah, at least melihat-lihat lagi hairstyle yang pas dan gak aneh-aneh. Seengganya hairstyle kayak di atas itu gak neko-neko tapi gak biasa-biasa juga. PS: Gue ga tau siapa modelnya tapi yang jelas jaketnya keren #random
Sunday, October 23, 2011
Ayo Main Pump It Up!
Wah, ada apa ini kenapa gue begitu bersemangat buat ngetik postingan yang satu ini? (hahaha) Mungkin karena tema yang satu ini berkaitan dengan aktivitas favorit gue: main Pump It Up! Yap, main Pump It Up udah jadi kesenangan gue, bahkan bisa dibilang metode gue menghilangkan penat ato kekesalan dan beban hidup yang semakin lama dan semakin gue melihat kedepan, semakin menyiksa dan sudah menanti (galau mode: on). Dan kalau ditanya "Kenapa nulis postingan ini?", gue bisa jawab "Karena gue punya alesan buat ngajak kalian main PIU". Dan ketika ditanya lagi "Dibayar berapa sama Andamiro buat promosiin Pump It Up?", jawaban gue "Gue ikhlas dan rela, bro! Pump It Up bisa dikatakan part of my life juga jadi gue ikhlas."
Ohya buat informasi aja siapa tau belum tau, versi terbaru yang sering kita liat di game arcade sekarang ini tuh FiestaEX 2011. Sebelumnya ada Pump It Up Fiesta 2011 yang ketika release cukup bikin para Pumpers terkesan. User-interface baru, ditambah koleksi lagu-lagu yang lengkap bikin para Pumpers addicted sama permainan yang satu ini. Buat review, seinget gue dari versi awal sampe akhir itu ada PIU "1st Dance Floor", terus ada juga 2nd Dance Floor, PIU O.B.G, The Premiere, The Prex, Rebirth, The Prex 2, The Prex 3, Exceed, Exceed 2, Zero, New Xenesis, NX2, NX Absolute, dan baru masuk versi Fiesta dan FiestaEX yang gue anggap sebagai gudang lagunya Pump It Up, karena lagu-lagu dari versi awal sampe terbaru ada di FiestaEX, kecuali buat beberapa lagu yang emang udah gak dimasukin lagi (padahal gue kangen maenin satu lagu dari PIU O.B.G).
Beberapa temen gue bilang katanya maen PIU itu susah. Hmm.. Sebenernya nggak juga sih. Game ini emang ngebutuhin gerak cepat yang sinkron sama refleks. Tapi untuk para beginner tenang aja, mulai dari PIU versi Fiesta sampe FiestaEX 2011, ada dua mode yang bisa dipilih. Mode simpel yang nggak banyak ngasih pilihan yang aneh-aneh sama Full-Mode. Katakanlah mode simpel itu easy-mode dengan tingkat level maksimal sampe level 10an aja. Buat lagu-lagunya pun banyak kok bertebaran lagu-lagu dengan level gampang, biasanya level 1 ditandain pake label easy, sampe level 10 yang labelnya very hard.
Buat yang udah lebih advanced, pasti pake pilihan Full-mode. Cara setting full-mode ada kok, biasanya ada di stiker yang ditempel di mesinnya. Full-mode ngasih lebih banyak pilihan buat para Pumpers supaya maen PIU-nya lebih asik, lebih challenging, dan tentu saja, lebih banyak lagu yang ditawarkan! Biasanya easy-mode cuman ngasih lagu-lagu paling favorit dari tiap kategorinya, sementara Full-mode menawarkan semua list lagu yang mesin punya.
Buat kategori lagu di FiestaEX 2011, kategorinya sebagai berikut:
Hmm.. Sekarang gue pengen ngajak temen-temen buat main Pump It Up. Buat para beginner jangan pada takut, karena Pumpers yang udah advanced juga awalnya sama kok mulai dari lagu-lagu yang gampang dulu. Dan gue punya beberapa alasan kenapa gue main Pump It Up, yang mungkin bisa inspiring:
Keep pumping, guys!
Ohya buat informasi aja siapa tau belum tau, versi terbaru yang sering kita liat di game arcade sekarang ini tuh FiestaEX 2011. Sebelumnya ada Pump It Up Fiesta 2011 yang ketika release cukup bikin para Pumpers terkesan. User-interface baru, ditambah koleksi lagu-lagu yang lengkap bikin para Pumpers addicted sama permainan yang satu ini. Buat review, seinget gue dari versi awal sampe akhir itu ada PIU "1st Dance Floor", terus ada juga 2nd Dance Floor, PIU O.B.G, The Premiere, The Prex, Rebirth, The Prex 2, The Prex 3, Exceed, Exceed 2, Zero, New Xenesis, NX2, NX Absolute, dan baru masuk versi Fiesta dan FiestaEX yang gue anggap sebagai gudang lagunya Pump It Up, karena lagu-lagu dari versi awal sampe terbaru ada di FiestaEX, kecuali buat beberapa lagu yang emang udah gak dimasukin lagi (padahal gue kangen maenin satu lagu dari PIU O.B.G).
Beberapa temen gue bilang katanya maen PIU itu susah. Hmm.. Sebenernya nggak juga sih. Game ini emang ngebutuhin gerak cepat yang sinkron sama refleks. Tapi untuk para beginner tenang aja, mulai dari PIU versi Fiesta sampe FiestaEX 2011, ada dua mode yang bisa dipilih. Mode simpel yang nggak banyak ngasih pilihan yang aneh-aneh sama Full-Mode. Katakanlah mode simpel itu easy-mode dengan tingkat level maksimal sampe level 10an aja. Buat lagu-lagunya pun banyak kok bertebaran lagu-lagu dengan level gampang, biasanya level 1 ditandain pake label easy, sampe level 10 yang labelnya very hard.
Buat yang udah lebih advanced, pasti pake pilihan Full-mode. Cara setting full-mode ada kok, biasanya ada di stiker yang ditempel di mesinnya. Full-mode ngasih lebih banyak pilihan buat para Pumpers supaya maen PIU-nya lebih asik, lebih challenging, dan tentu saja, lebih banyak lagu yang ditawarkan! Biasanya easy-mode cuman ngasih lagu-lagu paling favorit dari tiap kategorinya, sementara Full-mode menawarkan semua list lagu yang mesin punya.
Buat kategori lagu di FiestaEX 2011, kategorinya sebagai berikut:
- All Songs: Semua lagu yang ada di mesin dimasukkan ke kategori itu
- Full Songs: Lagu-lagu yang full-version
- Shortcut: Lagu-lagu yang durasinya lebih singkat dari durasi normalnya. Semisal untuk versi normal lagu A itu durasinya 2 menit, di shortcut jadi 1 menit.
- Music Train: Kumpulan beberapa lagu yang digabung jadi semacam Medley, dan biasanya kalo maen Music Train langsung ngabisin satu kredit permainan karena durasinya yang bahkan lebih lama dari durasi lagu-lagu di kategori Full Songs.
- Remixes: Beberapa lagu yang dijadikan remix, semisal lagu A dan lagu B digabung, tapi lagu-lagunya nggak berarti masuk ke kategori Music Train.
- Category by Versions. Ada beberapa kategori lagu-lagu yang di-list berdasarkan versi dari PIU. Contohnya lagu A dirilis ketika rilis versi O.B.G, maka lagu itu dikategoriin ke kategori PIU O.B.G. Biasanya ada satu sampe tiga versi untuk tiap kategori.
- Mission Mode: Ada ketika kita nge-plug USB. Kalo pake mode ini, kita jadi kayak maen game petualangan. Jadi kita harus nyelesein satu tantangan lagu dan nerusin ke tingkat berikutnya.
- Brain Shower: Di mode ini, kita main PIU yang ditambah dengan bumbu-bumbu latihan mental kayak observasi, hitungan, daya ingat, dan lain-lain.
Hmm.. Sekarang gue pengen ngajak temen-temen buat main Pump It Up. Buat para beginner jangan pada takut, karena Pumpers yang udah advanced juga awalnya sama kok mulai dari lagu-lagu yang gampang dulu. Dan gue punya beberapa alasan kenapa gue main Pump It Up, yang mungkin bisa inspiring:
- Pump It Up sebagai metode menghilangkan penat dan kebosanan. Buat gue, PIU tetep ampuh buat ngilangin rasa penat gue setelah ujian, ngerjain tugas, ato kalo emang gak ada kerjaan aja. Main PIU emang kemungkinan akhirnya bakalan keringetan ato kecapean, tapi justru rasa letih maen PIU itu ngilangin rasa letih ketika habis kerja ato ujian. Karena cape maen PIU itu didasari sama fun :)
- Pump It Up sebagai metode menghilangkan kekesalan. Ketika kita main Pump It Up sebagai pelampiasan emosi ato kemarahan, gak jarang tuh banyak Pumpers termasuk saya yang dapetin skor All-Perfect alias No-Miss. Bayangin aja stepchart alias panah-panah itu target pelampiasan kita yang harus dihancurin alias diinjek. Sambil coba maenin lagu-lagu yang bakar semangat, kayaknya cocok juga :D
- Pump It Up = Olahraga. Kata siapa maen Pump It Up bukan olahraga? Kita juga tetep berolahraga! Dengan maen PIU, kita juga ikut ngebakar kalori tubuh kita. Kita jadi ngeluarin keringat dan tubuh kita ikut aktif bergerak. Apalagi kalo main PIU sambil nge-breakdance, udah pasti seluruh tubuh kita ikut bergerak. Jadi main PIU itu kayak "Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui" :D
- Pump It Up sebagai metode melangsingkan tubuh. Bukan bercanda dan bukan nyindir, tapi berkaitan dengan poin diatas, maen PIU juga bisa jadi alternatif bikin bodi langsing loh! Bahkan di PIU versi New Xenesis (NX), setiap kita habis maen ada keterangan berapa kalori yang udah kita bakar selama permainan :D asik kan?
- Pump It Up sebagai tempat kenalan dan ketemu teman-teman. Pengalaman gue, dari permainan ini, Pump It Up, gue kenal banyak temen-temen baru. Gue jadi deket sama temen-temen yang asalnya cuman sekilas ketemu dan sebatas ngeliat terus pergi, jadi kenalan, deket dan jadi sahabat. Gue sekarang ini gabung di Skywalker walopun emang jadi sering absen dan sibuk gara-gara kuliah :( Di Skywalker, gue ketemu temen-temen yang bikin gue cengo ketika mereka maen, bikin gue ngakak sama ceirta-cerita mereka, bikin gue sedih dan kangen, bikin gue terinspirasi, bikin gue ngerasa nyaman, bikin gue kadang gemes ato kesel, dan banyak lagi. Notable persons: Titha Amelia, Stephanie 'Awey', Intan Mizu, Nisrina Okla Nadia, Bert Tanuwijaya, Ko Avner, Ko Alex, Ci Agnes, mereka adalah beberapa dari temen-temen gue di Skywalker yang gue anggap paling deket sama gue. Dan gue rasa, persahabatan karena Pump It Up ga kan berhenti sampe disitu karena kedepannya, gue (somehow) bakalan kenal dan dapet temen baru sesama Pumpers lagi :D
- Pump It Up dan Kpoppers. Kayaknya Kpoppers ada baiknya coba maen game ini. Karena di game ini ada beberapa lagu KPop yang asik buat dicoba. Di versi PIU Zero, ada lagu-lagu dari T.O, Lexy, Cho PD, Wax, dan lain-lain. Di versi NX ada Epik High, Jiny, dan banyak lagi. Dan kalo mau seru, cobain versi terbarunya, FiestaEX 2011, karena ada 2NE1, Orange Caramel, SHINee, B2ST, 4Minute, Bae Chi Gi, Big Bang, Baby V.O.X, Eun Ji Won, Mighty Mouth, dan lain-lain. Genrenya pun beragam! Buat yang suka dance, udah pasti harus coba 2NE1, SHINee, B2ST, 4Minute. Pengen yang nge-pop, ada Mighty Mouth, Orange Caramel, Baby V.O.X. Penyuka musik underground? Ada Pia, Crash, dan Vassline juga! Pump It Up nawarin gak cuman lagu-lagu buat ajeb-ajeb, tapi juga buat headbang dan nge-scream! :D
Keep pumping, guys!
Topi Saya Bundar, atau Bulat?
Di Minggu siang yang basah karena hujan ini, gue sama Tessa ngobrol sampe perang ngotot di Twitter karena permasalahan piring. Piring? Fuckyeah, piring! Tapi kenapa piring? Sebenernya masalah bukan ada pada piringnya tapi bentuknya.
"Piring tuh ada bentuknya!"
"Ada! Piring tuh bundar, dan gak bulet! It means that piring is SEXY!"
"Bundar kan sama aja bulet"
"Beda. Bundar itu 2 dimensi, kalo bulat 3 dimensi"
Dan si Tessa nyerah setelah itu.
Okay, itu persepsi gue tentang bundar dan bulat. Kenapa gue bersikeras membedakan antara bundar dan bulat? Gue emang bukan orang fisika ato matematika yang paham benar tentang bangun ruang dan bangun datar, tapi gue menilik secara bahasa. Bundar ≠ Bulat. Kenapa? Mungkin gue pengen jelasin beberapa alasan di bawah ini:
Yah, terserah deh...
"Piring tuh ada bentuknya!"
"Ada! Piring tuh bundar, dan gak bulet! It means that piring is SEXY!"
"Bundar kan sama aja bulet"
"Beda. Bundar itu 2 dimensi, kalo bulat 3 dimensi"
Dan si Tessa nyerah setelah itu.
Okay, itu persepsi gue tentang bundar dan bulat. Kenapa gue bersikeras membedakan antara bundar dan bulat? Gue emang bukan orang fisika ato matematika yang paham benar tentang bangun ruang dan bangun datar, tapi gue menilik secara bahasa. Bundar ≠ Bulat. Kenapa? Mungkin gue pengen jelasin beberapa alasan di bawah ini:
- Secara penulisan, 'Bundar' ≠ 'Bulat'. Kenapa? Kayaknya kalo anda semua adalah lulusan SD yang kemampuan menulis dan diktenya tidak diragukan lagi, pasti tau apa bedanya. Clue: bundar itu terdiri dari 6 huruf dan bulat terdiri dari 5 huruf, kecuali kalau anda nulis dengan bahasa alay. 'Bundar' = 'Buladt'.
- Dari sisi dimensi, bundar itu bangun datar atau 2 dimensi, sementara bulat itu bangun ruang atau 3 dimensi. Banyak yang bilang, bumi itu bundar atau bola itu bundar. Kalo mereka ngeliat bumi ato bola itu sebagai sebuah gambar di papan tulis, buku, atau di atas permukaan datar, mungkin iya. Karena si bumi dan bola tersebut emang bangun datar alias dua dimensi. Tapi kalo berkata kenyataan, bumi itu bundar atau bola itu bundar, saya rasa salah. Karena kalo kenyataannya bola itu bundar, pasti bola itu gepeng. Yang saya percaya dan anut adalah, bumi itu bulat. Yap, bulat! Karena sebagai bangun ruang, bumi pasti punya volume; punya isi. Bola pun demikian. Capisce?
- "Konferensi Meja Bundar" adalah konferensi yang diselenggarakan untuk menghilangkan kegalauan antara pihak Belanda dan Indonesia. Secara kenyataan, penulisan "Konferensi Meja Bundar" itu logis. Kenapa? Dalam kenyataannya, bundar adalah sebutan untuk sebuah bangun datar ato spesifiknya lingkaran. "Meja Bundar" itu adalah sebuah meja yang bentuknya lingkaran besar. Surface-nya memang lingkaran dan lingkaran adalah bangun 2 dimensi. Maka siapapun yang nyebut "Konferensi Meja Bulat" adalah orang yang super sesat (atau mungkin galau). Pertama, dia ngerusak sejarah. Kedua, kalo mejanya bulat, gue bisa ngebayangin orang-orang Belanda dan Indonesia itu ngadain pertemuan ngelilingin sebuah bola kayu gede.
Yah, terserah deh...
Saturday, September 24, 2011
Learning English: Part 5 - Grammar | Part of Speech (Part 2)
Hi, guys! It must have been a long time since my latest post about Part of Speech. I was kinda busy so yeah, I couldn't find materials for this post. Tapi sekarang saya sudah nggak begitu sibuk jadi bisa mulai membahas kelanjutan dari episode sebelumnya. Well, where were we?
Part of Speech, kemarin dijelaskan ada 8 (9 bersama determiner). Dan sekarang saya mau jelaskan Part of Speech yang penting juga dalam bahasa Inggris. Untuk postingan kali ini, saya mau coba mengulik tentang Adjective dan Adverb.
Adjective
Adjective adalah kata sifat, sebuah kata yang bisa memodifikasi atau mengkualifikasi suatu kata benda. Kata ini juga menerangkan lebih jauh tentang sifat yang dimiliki oleh benda tersebut.
Kata sifat digolongkan ke dalam empat golongan, yaitu:
- The red train is fast.
- The blue train is rather fast.
- The yellow train is very fast.
- The green train is extremely fast.
Ada empat tingkatan 'fast', yaitu fast (cepat), rather fast (agak cepat), very fast (sangat cepat), dan extremely fast (sangat sangat cepat). Maka disini, kata sifat fast termasuk gradable adjective.
Gradable adjective juga memiliki variasi komparatif dan superlatif (comparative & superlative). Comparative adjective adalah kata sifat yang digunakan untuk membandingkan dua benda yang memiliki sifat yang sama tapi kualitas yang beda. Contohnya, kita punya dua mobil yang mempunyai kecepatan berbeda. Semisal, mobil merah punya kecepatan maksimal 100 kilometer per jam, sementara mobil biru punya kecepatan maksimal 200 kilometer per jam. Maka dalam kasus ini digunakan comparative adjective, seperti pada contoh:
- The red car is fast, but the blue car is faster (than the red car).
Sementara superlative digunakan buat menunjukkan benda dengan kata sifat yang kualitasnya paling ter-. Anggap aja kita beli headphone dengan kualitas KW 2, KW Super, dan Original. KW Super menggunakan comparative adjective ketika dibandingkan dengan KW 2, tapi Original menggunakan superlative kalau dibandingin dengan KW 2 dan KW Super. Contohnya:
- The red car is fast, and the blue car is faster than the red car. But the green car is the fastest.
Dan satu lagi. Kata sifat determiner nggak punya bentuk comparative ataupun superlative.
See the difference? I think you've seen the difference :)
Terus gimana dengan non-gradable adjective? Nggak banyak kata kerja yang sifatnya non-gradable. Maksudnya, umumnya kebanyakan kosakata sifat itu sifatnya gradable. Syarat-syarat satu kata sifat menjadi non-gradable adalah tidak punya variasi intensitas yang dikarenakan:
Contohnya:
- Drawing = lukisan/gambar (n.) (bisa juga bentuk gerund/verb -ing dari draw)
- Book = Buku (n.)
Tapi,
- Drawing book = buku gambar (sifat dari buku itu adalah buku yang dikhususkan buat menggambar)
Is it clear?
Adverb
Adverb adalah kata keterangan atau kata tambahan. Adverb digunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang suatu kata kerja. Lihat contoh:
- That train goes slowly.
- He speaks sarcastically.
Pada kalimat pertama, "The train goes slowly". Diterangkan bahwa kereta itu berjalan dengan lambat. Jadi nggak hanya sekedar menceritakan tentang kereta yang berjalan, tapi juga bagaimana jalannya kereta itu. Pada kalimat kedua, "He speaks sarcastically". Nggak cuman menceritakan seseorang yang berbicara, tapi bagaimana orang itu berbicara. Orang itu berbicara dengan sarkastik.
Adverb juga bisa memodifikasi kata sifat. Contohnya:
- The answer is totally wrong.
- You look really pale.
Pada kalimat pertama, "The answer is totally wrong". Kata "totally" menjadi sebuah penegasan bahwa jawaban itu benar-benar salah. Adverb pada kalimat satu membuat kesan lebih tegas. Pada kalimat dua, "You look really pale". Nggak hanya menceritakan tentang wajah lawan bicara kita yang pucat, tapi sepucat apa sih wajahnya. Wajahnya benar-benar pucat. Pada kalimat dua, adverb menambah kesan lebih (lebih pucat).
Adverb dapat dibuat dengan beberapa cara. Untuk kebanyakan kata sifat, adverb dibuat dengan menyisipkan akhiran -ly di akhir kata sifat.
Contohnya: beautifully, carefully, carelessly, fearfully, arrogantly, proudly, etc.
Tapi untuk kata sifat yang akhirannya, -able atau -ible, kita tinggal mengganti huruf akhirnya dengan -y.
Contohnya: horribly (horrible), terribly (terrible), regrettably (regrettable)
Untuk kata sifat yang akhirannya -y, tinggal mengganti akhiran -y dengan akhiran -ily.
Contohnya: happily (happy)
Dan untuk kata sifat yang akhirannya -ic, kita tinggal menambahkan akhiran -ally.
Contohnya: magically (magic)
Tapi beberapa kata seperti friendly, lovely, atau neighborly bukan termasuk adverb. Kata-kata tersebut termasuk ke dalam adjective.
Dan beberapa adverb tidak memiliki akhiran -ly, tapi tetap berperan sebagai adverb. Atau memiliki bentuk adverb yang berbeda dengan adjective aslinya.
Contoh:
- Good => Well, bukan goodly.
- Fast => Fast, bukan fastly.
- Very => Very, bukan verily.
Adverb juga dibedakan ke dalam empat jenis, yaitu:
Part of Speech, kemarin dijelaskan ada 8 (9 bersama determiner). Dan sekarang saya mau jelaskan Part of Speech yang penting juga dalam bahasa Inggris. Untuk postingan kali ini, saya mau coba mengulik tentang Adjective dan Adverb.
Adjective
Adjective adalah kata sifat, sebuah kata yang bisa memodifikasi atau mengkualifikasi suatu kata benda. Kata ini juga menerangkan lebih jauh tentang sifat yang dimiliki oleh benda tersebut.
Kata sifat digolongkan ke dalam empat golongan, yaitu:
- Physical qualities (seperti warna, bentuk, ukuran, dll): thin, triangle, purple
- Psychological qualities of emotion (keadaan psikologis): angry, cheerful, neutral
- Evaluative qualities: true, false, smart
- Determiners: two, some, this, a, the, etc.
- The red train is fast.
- The blue train is rather fast.
- The yellow train is very fast.
- The green train is extremely fast.
Ada empat tingkatan 'fast', yaitu fast (cepat), rather fast (agak cepat), very fast (sangat cepat), dan extremely fast (sangat sangat cepat). Maka disini, kata sifat fast termasuk gradable adjective.
Gradable adjective juga memiliki variasi komparatif dan superlatif (comparative & superlative). Comparative adjective adalah kata sifat yang digunakan untuk membandingkan dua benda yang memiliki sifat yang sama tapi kualitas yang beda. Contohnya, kita punya dua mobil yang mempunyai kecepatan berbeda. Semisal, mobil merah punya kecepatan maksimal 100 kilometer per jam, sementara mobil biru punya kecepatan maksimal 200 kilometer per jam. Maka dalam kasus ini digunakan comparative adjective, seperti pada contoh:
- The red car is fast, but the blue car is faster (than the red car).
Sementara superlative digunakan buat menunjukkan benda dengan kata sifat yang kualitasnya paling ter-. Anggap aja kita beli headphone dengan kualitas KW 2, KW Super, dan Original. KW Super menggunakan comparative adjective ketika dibandingkan dengan KW 2, tapi Original menggunakan superlative kalau dibandingin dengan KW 2 dan KW Super. Contohnya:
- The red car is fast, and the blue car is faster than the red car. But the green car is the fastest.
Dan satu lagi. Kata sifat determiner nggak punya bentuk comparative ataupun superlative.
See the difference? I think you've seen the difference :)
Terus gimana dengan non-gradable adjective? Nggak banyak kata kerja yang sifatnya non-gradable. Maksudnya, umumnya kebanyakan kosakata sifat itu sifatnya gradable. Syarat-syarat satu kata sifat menjadi non-gradable adalah tidak punya variasi intensitas yang dikarenakan:
- Absolut (bersifat mutlak), contohnya: dead
- Extreme (bersifat ekstrim), contohnya: boiling
Contohnya:
- Drawing = lukisan/gambar (n.) (bisa juga bentuk gerund/verb -ing dari draw)
- Book = Buku (n.)
Tapi,
- Drawing book = buku gambar (sifat dari buku itu adalah buku yang dikhususkan buat menggambar)
Is it clear?
Adverb
Adverb adalah kata keterangan atau kata tambahan. Adverb digunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang suatu kata kerja. Lihat contoh:
- That train goes slowly.
- He speaks sarcastically.
Pada kalimat pertama, "The train goes slowly". Diterangkan bahwa kereta itu berjalan dengan lambat. Jadi nggak hanya sekedar menceritakan tentang kereta yang berjalan, tapi juga bagaimana jalannya kereta itu. Pada kalimat kedua, "He speaks sarcastically". Nggak cuman menceritakan seseorang yang berbicara, tapi bagaimana orang itu berbicara. Orang itu berbicara dengan sarkastik.
Adverb juga bisa memodifikasi kata sifat. Contohnya:
- The answer is totally wrong.
- You look really pale.
Pada kalimat pertama, "The answer is totally wrong". Kata "totally" menjadi sebuah penegasan bahwa jawaban itu benar-benar salah. Adverb pada kalimat satu membuat kesan lebih tegas. Pada kalimat dua, "You look really pale". Nggak hanya menceritakan tentang wajah lawan bicara kita yang pucat, tapi sepucat apa sih wajahnya. Wajahnya benar-benar pucat. Pada kalimat dua, adverb menambah kesan lebih (lebih pucat).
Adverb dapat dibuat dengan beberapa cara. Untuk kebanyakan kata sifat, adverb dibuat dengan menyisipkan akhiran -ly di akhir kata sifat.
Contohnya: beautifully, carefully, carelessly, fearfully, arrogantly, proudly, etc.
Tapi untuk kata sifat yang akhirannya, -able atau -ible, kita tinggal mengganti huruf akhirnya dengan -y.
Contohnya: horribly (horrible), terribly (terrible), regrettably (regrettable)
Untuk kata sifat yang akhirannya -y, tinggal mengganti akhiran -y dengan akhiran -ily.
Contohnya: happily (happy)
Dan untuk kata sifat yang akhirannya -ic, kita tinggal menambahkan akhiran -ally.
Contohnya: magically (magic)
Tapi beberapa kata seperti friendly, lovely, atau neighborly bukan termasuk adverb. Kata-kata tersebut termasuk ke dalam adjective.
Dan beberapa adverb tidak memiliki akhiran -ly, tapi tetap berperan sebagai adverb. Atau memiliki bentuk adverb yang berbeda dengan adjective aslinya.
Contoh:
- Good => Well, bukan goodly.
- Fast => Fast, bukan fastly.
- Very => Very, bukan verily.
Adverb juga dibedakan ke dalam empat jenis, yaitu:
- Adverb of Manner. Kata keterangan yang menjelaskan cara sesuatu itu terjadi, atau seperti apa sesuatu itu terjadinya. Contoh kalimat: "The warrior fights fearlessly". Diterangkan bahwa prajurit itu berperang tanpa rasa takut (fearless).
- Adverb of Place. Kata keterangan itu menjelaskan dimana terjadinya suatu kejadian. Contoh kalimat: "I put my bag there". Diterangkan bahwa saya menaruh tas itu disana (Disana menunjukkan tempat dimana saya menaruh tas).
- Adverb of Time. Kata keterangan yang menjelaskan kapan sesuatu terjadi atau seberapa sering terjadinya. Contoh kalimat: "Her grandfather passed away two days ago". Diterangkan bahwa kakeknya meninggal dua hari yang lalu (Dua hari yang lalu kejadian itu terjadi). Atau pada kalimat "I subscribe a monthly magazine". Diterangkan bahwa saya berlangganan majalah bulanan, maka setiap bulan saya dikirimi majalah (majalah tersebut terbitnya setiap bulan).
- Adverb of Degree. Kata keterangan yang menjelaskan taraf atau tingkatan dari sesuatu yang terjadi. Contoh kalimat: "Cyanide is very poisonous". Diterangkan bahwa tingkat beracun dari sianida adalah sangat beracun.
Keyword :
adjective,
adverb,
English,
English course,
grammar
Thursday, September 15, 2011
Roda Berputar
I wanna be a bit casual tonight. Else, I want to post something not related to my English class. Ide postingan ini gue dapet setelah kemarin gue sharing sama Talitha dan Syifa tentang kehidupan masing-masing. Achievement yang udah gue dapet sekarang ini ternyata memerlukan usaha dan kerja keras yang luar biasa, yang ironisnya kadang gue lupa dengan usaha dan kerja keras gue sendiri. Dan juga, gue yang seperti ini ternyata hasil bentukan dan modifikasi berulang-ulang, baik physically maupun mentally. Ketika gue coba menceritakan flashback gue di masa SD ataupun SMP, entah kenapa gue ngerasa benar-benar awkward.
"Konyol banget gue jaman itu.."
Salah satu komentar yang gue kemukakan di salah satu cerita gue. Obrolan gue, Talitha, sama Syifa siang itu bener-bener membuat gue sadar bahwa hidup itu memang beneran berputar. Someone wins, someone loses. Someone lives, someone dies. Hidup beneran berputar. Ketika gue komentar tentang diri gue sendiri bahwa waktu itu (gue menganggap diri gue pada saat itu) tolol, ternyata sekarang gue udah nggak setolol itu. Hidup bener-bener berubah dan nggak akan beneran persis sama. Se-childish childish-nya lu sekarang, pasti lu gak akan se-childish jaman lu ingusan pas TK ato jaman lu ngompol di kelas pas SD (ato mungkin lebih parah daripada itu, who knows?). Ketika lu melakukan time travel ke masa lalu lu, lu bakalan menyadari bahwa hidup lu bener-bener berputar.
Gue teringat jaman gue kecil. Gue ga jarang dinangisin sama temen-temen kelas gue (katakanlah di-bully). Gue sering dianggap anak kecil, fearful, powerless, pokonya watir banget lah gue. Terkadang gue dianggap geek juga walopun penampilan gue nggak geeky. Gue masing inget orang-orang itu yang dulu sering nge-bully gue ketika gue masih kecil. Dan suatu saat ketika gue udah SMA dan ketemu dengan temen-temen itu lagi, gue menyadari bahwa gue yang dulu katakanlah statusnya sebagai siswa terhina dan pelampiasan kekonyolan mereka, sekarang udah berubah. Cara pandang mereka sama gue jadi berubah. Gue nggak bermaksud buat sombong ato songong, tapi gue sadar bahwa orang yang dulunya eksis aja sekarang bisa jadi nggak eksis dan bahkan menyedihkan.
Suatu hari, gue ketemu temen gue yang dulu suka nge-bully gue. Dengan bahasa Indonesia yang kaku (karena dia kebiasaan pake bahasa daerah), dia nyapa gue.
"Kla, apa kabar kamu?", kata dia. Gue ngerasa nggak nyaman dengan cara dia ngomong yang kaku.
"Baek. Lu biasa aja kali ngomongnya, bro. Santai aja ama gue, kaya gue mau nge-bully lu aja.."
Life changes. It does change and I know it. Dan disaat yang lain dengan tokoh yang lain, juga terjadi hal yang serupa. Dan kali ini tokoh tersebut, yang ketika jaman gue kecil sering nge-bully gue, minta tolong sama gue supaya gue mau bantuin dia untuk satu hal. Padahal gue inget banget waktu kecil gue pernah memohon sama dia buat nggak digangguin lagi. Gue inget banget gue sering dinangisin sama dia dan setelah berputarnya roda kehidupan, dia yang nangis di depan gue ketika minta tolong buat sesuatu sama gue. Gue bisa aja egois dan bilang "Rasain lo!", tapi gue rasa nggak etis dan gue bakalan jadi manusia yang sama ato lebih biadab daripada dia ketika jaman dulu. Tapi dari sana gue nyadar bahwa kehidupan nggak akan selamanya buruk. Jaman ancur gue dulu pasti bakalan berubah jadi gue yang lebih organized and live a better life.
Jaman dulu juga gue sering dianggap a stupid dreamer. Banyak yang nganggep kalo mimpi gue ketinggian (ato mungkin sebenernya bukan ketinggian, cuman kurang proporsi aja sama usia gue). Ketika gue berkata bahwa gue bakalan keluar negeri, respon mereka nggak semuanya bagus. Ada yang nganggep gue terlalu ngayal, ato bahkan menganggap gue orang yang eksklusif. Tapi setelah suatu hari gue menunjukkan bahwa gue bisa keluar negeri, justru orang yang ngata-ngatain gue itu yang nggak dapet impian dia yang katakanlah lebih realisits dan logis waktu dia masih kecil. Ironis memang but it's true.
Gue gak tau harus bercerita tentang hal apa lagi karena begitu banyak fakta-fakta yang udah bukan lagi jadi indikasi tapi bukti otentik bahwa hidup gue memang berputar. Katakanlah, dulu hidup gue emang (somehow) suram, tapi sekarang nggak sesuram itu. Gue menunjukkan sama temen-temen gue bahwa hidup gue nggak lurus-lurus aja. Gue menemukan beberapa persimpangan yang menjerumuskan gue, dan juga mengembalikan lagi ke rute gue yang seharusnya. Hidup gak akan pernah sama gimana pun juga. Walopun jadwal kuliah lu sama persis dari hari Senin sampe Jumat, tapi pengalaman tiap harinya nggak akan pernah sama. Seengganya, walopun lu udah jago memainkan satu lagu, cara lu mainin lagu itu nggak akan bener-bener sama setiap kali lu mainin lagu itu. Hidup pasti berputar. Mungkin sekarang lu lagi dibawah, terinjak, tapi yakinlah suatu saat Tuhan bakalan mengangkat hidup lu ke state yang jauh lebih baik dan gak pernah lu bayangin sebelumnya. Dan terakhir, terus hargai perjuangan dan achievement yang udah lu dapetin.
That's all..
"Konyol banget gue jaman itu.."
Salah satu komentar yang gue kemukakan di salah satu cerita gue. Obrolan gue, Talitha, sama Syifa siang itu bener-bener membuat gue sadar bahwa hidup itu memang beneran berputar. Someone wins, someone loses. Someone lives, someone dies. Hidup beneran berputar. Ketika gue komentar tentang diri gue sendiri bahwa waktu itu (gue menganggap diri gue pada saat itu) tolol, ternyata sekarang gue udah nggak setolol itu. Hidup bener-bener berubah dan nggak akan beneran persis sama. Se-childish childish-nya lu sekarang, pasti lu gak akan se-childish jaman lu ingusan pas TK ato jaman lu ngompol di kelas pas SD (ato mungkin lebih parah daripada itu, who knows?). Ketika lu melakukan time travel ke masa lalu lu, lu bakalan menyadari bahwa hidup lu bener-bener berputar.
Gue teringat jaman gue kecil. Gue ga jarang dinangisin sama temen-temen kelas gue (katakanlah di-bully). Gue sering dianggap anak kecil, fearful, powerless, pokonya watir banget lah gue. Terkadang gue dianggap geek juga walopun penampilan gue nggak geeky. Gue masing inget orang-orang itu yang dulu sering nge-bully gue ketika gue masih kecil. Dan suatu saat ketika gue udah SMA dan ketemu dengan temen-temen itu lagi, gue menyadari bahwa gue yang dulu katakanlah statusnya sebagai siswa terhina dan pelampiasan kekonyolan mereka, sekarang udah berubah. Cara pandang mereka sama gue jadi berubah. Gue nggak bermaksud buat sombong ato songong, tapi gue sadar bahwa orang yang dulunya eksis aja sekarang bisa jadi nggak eksis dan bahkan menyedihkan.
Suatu hari, gue ketemu temen gue yang dulu suka nge-bully gue. Dengan bahasa Indonesia yang kaku (karena dia kebiasaan pake bahasa daerah), dia nyapa gue.
"Kla, apa kabar kamu?", kata dia. Gue ngerasa nggak nyaman dengan cara dia ngomong yang kaku.
"Baek. Lu biasa aja kali ngomongnya, bro. Santai aja ama gue, kaya gue mau nge-bully lu aja.."
Life changes. It does change and I know it. Dan disaat yang lain dengan tokoh yang lain, juga terjadi hal yang serupa. Dan kali ini tokoh tersebut, yang ketika jaman gue kecil sering nge-bully gue, minta tolong sama gue supaya gue mau bantuin dia untuk satu hal. Padahal gue inget banget waktu kecil gue pernah memohon sama dia buat nggak digangguin lagi. Gue inget banget gue sering dinangisin sama dia dan setelah berputarnya roda kehidupan, dia yang nangis di depan gue ketika minta tolong buat sesuatu sama gue. Gue bisa aja egois dan bilang "Rasain lo!", tapi gue rasa nggak etis dan gue bakalan jadi manusia yang sama ato lebih biadab daripada dia ketika jaman dulu. Tapi dari sana gue nyadar bahwa kehidupan nggak akan selamanya buruk. Jaman ancur gue dulu pasti bakalan berubah jadi gue yang lebih organized and live a better life.
Jaman dulu juga gue sering dianggap a stupid dreamer. Banyak yang nganggep kalo mimpi gue ketinggian (ato mungkin sebenernya bukan ketinggian, cuman kurang proporsi aja sama usia gue). Ketika gue berkata bahwa gue bakalan keluar negeri, respon mereka nggak semuanya bagus. Ada yang nganggep gue terlalu ngayal, ato bahkan menganggap gue orang yang eksklusif. Tapi setelah suatu hari gue menunjukkan bahwa gue bisa keluar negeri, justru orang yang ngata-ngatain gue itu yang nggak dapet impian dia yang katakanlah lebih realisits dan logis waktu dia masih kecil. Ironis memang but it's true.
Gue gak tau harus bercerita tentang hal apa lagi karena begitu banyak fakta-fakta yang udah bukan lagi jadi indikasi tapi bukti otentik bahwa hidup gue memang berputar. Katakanlah, dulu hidup gue emang (somehow) suram, tapi sekarang nggak sesuram itu. Gue menunjukkan sama temen-temen gue bahwa hidup gue nggak lurus-lurus aja. Gue menemukan beberapa persimpangan yang menjerumuskan gue, dan juga mengembalikan lagi ke rute gue yang seharusnya. Hidup gak akan pernah sama gimana pun juga. Walopun jadwal kuliah lu sama persis dari hari Senin sampe Jumat, tapi pengalaman tiap harinya nggak akan pernah sama. Seengganya, walopun lu udah jago memainkan satu lagu, cara lu mainin lagu itu nggak akan bener-bener sama setiap kali lu mainin lagu itu. Hidup pasti berputar. Mungkin sekarang lu lagi dibawah, terinjak, tapi yakinlah suatu saat Tuhan bakalan mengangkat hidup lu ke state yang jauh lebih baik dan gak pernah lu bayangin sebelumnya. Dan terakhir, terus hargai perjuangan dan achievement yang udah lu dapetin.
That's all..
Saturday, September 10, 2011
Learning English: Part 4 - Grammar | Part of Speech (Part 1)
Hey, friends! Finally I'm back from my long sleep (LOL). Sebenarnya kemana saya selama ini jangan ditanyakan, karena sebenarnya saya nggak kemana-mana, hanya saya lagi sakit jadi belum bisa balik buat nge-post kelas baru.
Setelah di postingan kelas sebelumnya saya berbicara tentang menghadapi bahasa Inggris, sekarang saya mau mulai ke materinya. Yang pertama akan kita bahas itu grammar.
Ada yang mungkin bertanya, apa sih grammar?
Grammar adalah tata bahasa, atau secara sebuah struktur atau sistem sebuah bahasa. Di Indonesia, tata bahasa dianggap penting karena berkaitan dengan baik tidaknya sebuah kalimat atau tidak. Kemampuan kita dalam grammar, seperti membentuk sebuah kalimat, akan sangat membantu dalam berbicara bahasa Inggris. Grammar sendiri terdiri dari beberapa sub-bahasan dan topik yang akan sangat berguna, seperti tenses, lain-lain. Mungkin untuk tenses di bahas di kelas berikutnya karena ada 16 tenses yang sebenernya bakalan keblinger kalo dibahas semuanya. Untuk sekarang, saya akan coba bahas topik yang berjudul Part of Speech.
Part of Speech ini adalah faktor penyusun dalam bahasa. Bagian-bagian (atau disebut kelas) ini merupakan bagian penting yang menyusun sebuah kalimat. Ada 8 (sebenernya 9) kelas/jenis kata dalam bahasa Inggris:
Noun ialah kata benda. Dan kata benda dibagi jadi beberapa bagian:
Pronoun adalah kata ganti benda. Pronoun menggantikan noun. Yang termasuk ke dalam pronoun contohnya adalah I, you, we, they, he, she, it. Pertanyaan, bisakah sebuah kata benda menjadi sebuah kata ganti? Bisa, namun kata benda yang bersangkutan (biasanya berupa kata benda selain manusia) akan digolongkan kedalam pronoun it. Contohnya:
"The school looks great" => "It looks great"; dengan it merujuk kepada the school.
Untuk postingan sekarang saya rasa cukup sekian (berhubung saya harus mempersiapkan untuk ospek jurusan besok *ketawan*), maka untuk bahasan dari Part of Speech berikutnya akan dibahas di postingan berikutnya. See you!
Setelah di postingan kelas sebelumnya saya berbicara tentang menghadapi bahasa Inggris, sekarang saya mau mulai ke materinya. Yang pertama akan kita bahas itu grammar.
Ada yang mungkin bertanya, apa sih grammar?
Grammar adalah tata bahasa, atau secara sebuah struktur atau sistem sebuah bahasa. Di Indonesia, tata bahasa dianggap penting karena berkaitan dengan baik tidaknya sebuah kalimat atau tidak. Kemampuan kita dalam grammar, seperti membentuk sebuah kalimat, akan sangat membantu dalam berbicara bahasa Inggris. Grammar sendiri terdiri dari beberapa sub-bahasan dan topik yang akan sangat berguna, seperti tenses, lain-lain. Mungkin untuk tenses di bahas di kelas berikutnya karena ada 16 tenses yang sebenernya bakalan keblinger kalo dibahas semuanya. Untuk sekarang, saya akan coba bahas topik yang berjudul Part of Speech.
Part of Speech ini adalah faktor penyusun dalam bahasa. Bagian-bagian (atau disebut kelas) ini merupakan bagian penting yang menyusun sebuah kalimat. Ada 8 (sebenernya 9) kelas/jenis kata dalam bahasa Inggris:
- Noun, atau kata benda
- Verb, atau kata kerja
- Pronoun, atau kata ganti
- Adjective, atau kata sifat
- Adverb, atau adverbia (kata keterangan)
- Preposition, atau preposisi (kata untuk menyatakan tempat)
- Conjunction, atau konjungsi
- Interjection
- Determiner
Noun ialah kata benda. Dan kata benda dibagi jadi beberapa bagian:
- Benda nyata atau kongkrit, adalah benda yang bisa terlihat dan bisa disentuh. Contohnya, tree, car, dog, cat, ship, guitar, etc.
- Benda tak nyata atau abstrak, adalah kata benda yang nggak bisa terlihat atau disentuh, tapi bisa kita rasakan, contohnya sadness, truth, etc.
- Benda yang dapat dihitung (countable noun), adalah benda yang ketika bentuknya jamak masih bisa dihitung dengan mudah. Contohnya, a headset, a phone, two plates, five fingers, some candies.
- Benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), adalah benda yang ketika bentuknya jamak sukar dihitung atau perlu alat khusus. Contohnya, water, air, etc.
Pronoun adalah kata ganti benda. Pronoun menggantikan noun. Yang termasuk ke dalam pronoun contohnya adalah I, you, we, they, he, she, it. Pertanyaan, bisakah sebuah kata benda menjadi sebuah kata ganti? Bisa, namun kata benda yang bersangkutan (biasanya berupa kata benda selain manusia) akan digolongkan kedalam pronoun it. Contohnya:
"The school looks great" => "It looks great"; dengan it merujuk kepada the school.
Untuk postingan sekarang saya rasa cukup sekian (berhubung saya harus mempersiapkan untuk ospek jurusan besok *ketawan*), maka untuk bahasan dari Part of Speech berikutnya akan dibahas di postingan berikutnya. See you!
Saturday, September 3, 2011
Learning English: Part 3 - Enjoying English
Hi, it's me again, Klaus. Saya kembali lagi buat sharing tentang bahasa Inggris. Setelah di postingan sebelumnya saya membahasa tentang bahasa Inggris itu sendiri, sekarang saya mau coba memberikan sugesti positif untuk menghadapi bahasa Inggris (berasa jadi Uya Kuya).
Waktu saya masih SD, pelajaran bahasa Inggris didapat di kelas 3. Dan sedihnya, mayoritas temen-temen saya merasa nggak nyaman dengan bahasa Inggris. And to make the situation worsen, gurunya juga jarang masuk ke kelas. Walhasil, temen-temen saya jarang dapetin pelajaran bahasa Inggris. Padahal bahasa Inggris adalah salah satu bahasa luar yang pada saat itu terbilang wajib dipelajari. Kebanyakan dari mereka kalo menghadapi bahasa Inggris itu males, takut, dan nggak nyaman. Padahal, game-game di Playstation yang mereka mainin, menu di ponsel mereka, sampe segala macem perintah di komputer kan kebanyakan ditulis dengan bahasa Inggris. Ironis memang.
Beberapa yang lain malah jadi kayak trauma dengan bahasa Inggris. What's wrong with English? Sama-sama bahasa toh? Dan ini mungkin terdengar sedih untuk mereka, but it's true. You're living with English, somehow. Jadi kenapa harus ditakuti?
Berdasarkan obrolan dan juga pengamatan di kelas dan kehidupan sehari-hari, kenapa beberapa orang takut dengan bahasa Inggris, jawabannya sederhana: Bahasa Inggris itu Asing. Sesuatu yang asing, berarti sesuatu yang tidak biasa muncul di kehidupan kita kan? Lantas bagaimana biar Inggris gak jadi asing buat kita? I'm going to share what I've got from my teachers with you guys!
Waktu saya masih SD, pelajaran bahasa Inggris didapat di kelas 3. Dan sedihnya, mayoritas temen-temen saya merasa nggak nyaman dengan bahasa Inggris. And to make the situation worsen, gurunya juga jarang masuk ke kelas. Walhasil, temen-temen saya jarang dapetin pelajaran bahasa Inggris. Padahal bahasa Inggris adalah salah satu bahasa luar yang pada saat itu terbilang wajib dipelajari. Kebanyakan dari mereka kalo menghadapi bahasa Inggris itu males, takut, dan nggak nyaman. Padahal, game-game di Playstation yang mereka mainin, menu di ponsel mereka, sampe segala macem perintah di komputer kan kebanyakan ditulis dengan bahasa Inggris. Ironis memang.
Beberapa yang lain malah jadi kayak trauma dengan bahasa Inggris. What's wrong with English? Sama-sama bahasa toh? Dan ini mungkin terdengar sedih untuk mereka, but it's true. You're living with English, somehow. Jadi kenapa harus ditakuti?
Berdasarkan obrolan dan juga pengamatan di kelas dan kehidupan sehari-hari, kenapa beberapa orang takut dengan bahasa Inggris, jawabannya sederhana: Bahasa Inggris itu Asing. Sesuatu yang asing, berarti sesuatu yang tidak biasa muncul di kehidupan kita kan? Lantas bagaimana biar Inggris gak jadi asing buat kita? I'm going to share what I've got from my teachers with you guys!
- Change your mindset. Jangan jadikan bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Memang bagaimanapun statusnya adalah bahasa asing, bukan bahasa ibu, tapi jangan diasingkan juga. Menghadapi teman asing tidak berarti kita harus mengisolasi dia juga kan?
- English ≠ Horror Movie. Bahasa Inggris itu bukan film hantu atau horror atau thriller! Hanya karena kita nggak fasih Inggris, gak berarti hidup kita dikejar-kejar makhluk berwajah merah terbakar kayak di film Insidious. Hanya karena kita nggak ngerti grammar ato tenses, gak berarti bahwa kita akan berakhir di -guillotine seperti kasus Marie Antoinette. Semua juga sama kok, yang fasih bahasa Inggris pasti belajar. Bahkan orang Inggris sendiri juga ada pelajaran bahasa Inggris, seperti halnya pelajaran bahasa Indonesia di negara kita. Kalo melakukan kesalahan, jangan takut. Gak akan sampe dibunuh kok ,)
- Stop absolutely depending on your native language. Masalahnya begini, Indonesia itu negara yang cukup well-known sehingga banyak pengunjung dari luar negeri datang ke negeri kita. Dan mereka semua belum tentu lancar berbahasa Indonesia. Maksud saya begini, kita nggak bisa terus-terusan bergantung pada bahasa ibu kita, bahasa Indonesia, karena bagaimanapun ada momen-momen dimana kita akan menggunakan bahasa yang lain, sebagai contoh bahasa Inggris. Dan kesempatan untuk bergantung pada bahasa Inggris sekarang ini cukup besar. Why? Inggris seperti yang sudah saya jelasin di postingan sebelumnya, dianggap sebagai bahasa internasional dan digunakan di berbagai belahan dunia. Katakanlah, jadi bahasa penengah, ketika seorang turis Polandia menawar duku ke tukang buah di Bandung. Ketika si turis gak bisa bahasa Indonesia, begitupun tukang buah yang nggak ngerti bahasa Polandia, maka keduanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
- Living a conducive English environment. Dengan tinggal di lingkungan berbahasa Inggris yang kondusif, ini akan membantu kita buat memperbaiki dan meng-improve kemampuan berbahasa Inggris kita. Ketika kita tinggal di suatu lingkungan, sedikitnya kita akan ter-influence dengan sesuatu yang ada disana kan? Semisal, ketika kita tinggal di Jakarta, maka budaya gue-elo bisa hinggap pada kita. Atau ketika kita tinggal di Bandung, budaya urang-maneh atau aing-sia juga bisa hinggap pada kita. Dengan terbiasa hidup di lingkungan berbahasa Inggris, otomatis kita juga akan terbawa-bawa dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Jadi udah gak asing lagi :D
- Make a conducive English environment! Be a pioneer! Jadilah orang yang membuat lingkungan berbahasa Inggris yang kondusif! Dengan menjadi pionir seperti ini, kita akan jauh lebih berkembang dalam berbahasa Inggris. Percaya atau tidak, karena kita menjadi pionir, naturally kita bakalan one step higher dibandingkan dengan orang-orang lain yang akhirnya mengikuti budaya di lingkungan yang kita buat.
- Start from every little things. Mulailah berbahasa Inggris untuk hal-hal kecil. Bahkan frase semacam "I'm sorry", "Thanks", "God bless you", "Bye!", sampai "Good Morning" juga bisa mendukung lingkungan berbahasa Inggris. Ingat, semua ada prosesnya.
- Inviting friends. Coba ajakin dulu temen terdekat buat coba ngobrol bahasa Inggris. Ketika udah menemukan teman yang tepat, bisa ajakin yang lain. Semacam multi-level marketing lagi jadinya (LOL)
- Helping friends. Bantu-bantu berbagi dan saling mengajarkan sesama teman juga bagus. Kitanya bakalan lebih berkembang, temen kita juga selangkah lebih maju. Win-win solution kan?
- Start from now on. Lebih baik mulai dari sekarang. Sebetulnya nggak ada batasan usia mempelajari bahasa, selama kita mau concern sama niat kita. Tapi lebih cepat lebih baik. Lebih awal belajar, lebih awal juga mengertinya. Dan inget, jangan goyahkan niatnya buat belajar bahasa. For your own betterment juga :)
Subscribe to:
Posts (Atom)





