I wanna be a bit casual tonight. Else, I want to post something not related to my English class. Ide postingan ini gue dapet setelah kemarin gue sharing sama Talitha dan Syifa tentang kehidupan masing-masing. Achievement yang udah gue dapet sekarang ini ternyata memerlukan usaha dan kerja keras yang luar biasa, yang ironisnya kadang gue lupa dengan usaha dan kerja keras gue sendiri. Dan juga, gue yang seperti ini ternyata hasil bentukan dan modifikasi berulang-ulang, baik physically maupun mentally. Ketika gue coba menceritakan flashback gue di masa SD ataupun SMP, entah kenapa gue ngerasa benar-benar awkward.
"Konyol banget gue jaman itu.."
Salah satu komentar yang gue kemukakan di salah satu cerita gue. Obrolan gue, Talitha, sama Syifa siang itu bener-bener membuat gue sadar bahwa hidup itu memang beneran berputar. Someone wins, someone loses. Someone lives, someone dies. Hidup beneran berputar. Ketika gue komentar tentang diri gue sendiri bahwa waktu itu (gue menganggap diri gue pada saat itu) tolol, ternyata sekarang gue udah nggak setolol itu. Hidup bener-bener berubah dan nggak akan beneran persis sama. Se-childish childish-nya lu sekarang, pasti lu gak akan se-childish jaman lu ingusan pas TK ato jaman lu ngompol di kelas pas SD (ato mungkin lebih parah daripada itu, who knows?). Ketika lu melakukan time travel ke masa lalu lu, lu bakalan menyadari bahwa hidup lu bener-bener berputar.
Gue teringat jaman gue kecil. Gue ga jarang dinangisin sama temen-temen kelas gue (katakanlah di-bully). Gue sering dianggap anak kecil, fearful, powerless, pokonya watir banget lah gue. Terkadang gue dianggap geek juga walopun penampilan gue nggak geeky. Gue masing inget orang-orang itu yang dulu sering nge-bully gue ketika gue masih kecil. Dan suatu saat ketika gue udah SMA dan ketemu dengan temen-temen itu lagi, gue menyadari bahwa gue yang dulu katakanlah statusnya sebagai siswa terhina dan pelampiasan kekonyolan mereka, sekarang udah berubah. Cara pandang mereka sama gue jadi berubah. Gue nggak bermaksud buat sombong ato songong, tapi gue sadar bahwa orang yang dulunya eksis aja sekarang bisa jadi nggak eksis dan bahkan menyedihkan.
Suatu hari, gue ketemu temen gue yang dulu suka nge-bully gue. Dengan bahasa Indonesia yang kaku (karena dia kebiasaan pake bahasa daerah), dia nyapa gue.
"Kla, apa kabar kamu?", kata dia. Gue ngerasa nggak nyaman dengan cara dia ngomong yang kaku.
"Baek. Lu biasa aja kali ngomongnya, bro. Santai aja ama gue, kaya gue mau nge-bully lu aja.."
Life changes. It does change and I know it. Dan disaat yang lain dengan tokoh yang lain, juga terjadi hal yang serupa. Dan kali ini tokoh tersebut, yang ketika jaman gue kecil sering nge-bully gue, minta tolong sama gue supaya gue mau bantuin dia untuk satu hal. Padahal gue inget banget waktu kecil gue pernah memohon sama dia buat nggak digangguin lagi. Gue inget banget gue sering dinangisin sama dia dan setelah berputarnya roda kehidupan, dia yang nangis di depan gue ketika minta tolong buat sesuatu sama gue. Gue bisa aja egois dan bilang "Rasain lo!", tapi gue rasa nggak etis dan gue bakalan jadi manusia yang sama ato lebih biadab daripada dia ketika jaman dulu. Tapi dari sana gue nyadar bahwa kehidupan nggak akan selamanya buruk. Jaman ancur gue dulu pasti bakalan berubah jadi gue yang lebih organized and live a better life.
Jaman dulu juga gue sering dianggap a stupid dreamer. Banyak yang nganggep kalo mimpi gue ketinggian (ato mungkin sebenernya bukan ketinggian, cuman kurang proporsi aja sama usia gue). Ketika gue berkata bahwa gue bakalan keluar negeri, respon mereka nggak semuanya bagus. Ada yang nganggep gue terlalu ngayal, ato bahkan menganggap gue orang yang eksklusif. Tapi setelah suatu hari gue menunjukkan bahwa gue bisa keluar negeri, justru orang yang ngata-ngatain gue itu yang nggak dapet impian dia yang katakanlah lebih realisits dan logis waktu dia masih kecil. Ironis memang but it's true.
Gue gak tau harus bercerita tentang hal apa lagi karena begitu banyak fakta-fakta yang udah bukan lagi jadi indikasi tapi bukti otentik bahwa hidup gue memang berputar. Katakanlah, dulu hidup gue emang (somehow) suram, tapi sekarang nggak sesuram itu. Gue menunjukkan sama temen-temen gue bahwa hidup gue nggak lurus-lurus aja. Gue menemukan beberapa persimpangan yang menjerumuskan gue, dan juga mengembalikan lagi ke rute gue yang seharusnya. Hidup gak akan pernah sama gimana pun juga. Walopun jadwal kuliah lu sama persis dari hari Senin sampe Jumat, tapi pengalaman tiap harinya nggak akan pernah sama. Seengganya, walopun lu udah jago memainkan satu lagu, cara lu mainin lagu itu nggak akan bener-bener sama setiap kali lu mainin lagu itu. Hidup pasti berputar. Mungkin sekarang lu lagi dibawah, terinjak, tapi yakinlah suatu saat Tuhan bakalan mengangkat hidup lu ke state yang jauh lebih baik dan gak pernah lu bayangin sebelumnya. Dan terakhir, terus hargai perjuangan dan achievement yang udah lu dapetin.
That's all..
Translate This Page
Thursday, September 15, 2011
Saturday, September 10, 2011
Learning English: Part 4 - Grammar | Part of Speech (Part 1)
Hey, friends! Finally I'm back from my long sleep (LOL). Sebenarnya kemana saya selama ini jangan ditanyakan, karena sebenarnya saya nggak kemana-mana, hanya saya lagi sakit jadi belum bisa balik buat nge-post kelas baru.
Setelah di postingan kelas sebelumnya saya berbicara tentang menghadapi bahasa Inggris, sekarang saya mau mulai ke materinya. Yang pertama akan kita bahas itu grammar.
Ada yang mungkin bertanya, apa sih grammar?
Grammar adalah tata bahasa, atau secara sebuah struktur atau sistem sebuah bahasa. Di Indonesia, tata bahasa dianggap penting karena berkaitan dengan baik tidaknya sebuah kalimat atau tidak. Kemampuan kita dalam grammar, seperti membentuk sebuah kalimat, akan sangat membantu dalam berbicara bahasa Inggris. Grammar sendiri terdiri dari beberapa sub-bahasan dan topik yang akan sangat berguna, seperti tenses, lain-lain. Mungkin untuk tenses di bahas di kelas berikutnya karena ada 16 tenses yang sebenernya bakalan keblinger kalo dibahas semuanya. Untuk sekarang, saya akan coba bahas topik yang berjudul Part of Speech.
Part of Speech ini adalah faktor penyusun dalam bahasa. Bagian-bagian (atau disebut kelas) ini merupakan bagian penting yang menyusun sebuah kalimat. Ada 8 (sebenernya 9) kelas/jenis kata dalam bahasa Inggris:
Noun ialah kata benda. Dan kata benda dibagi jadi beberapa bagian:
Pronoun adalah kata ganti benda. Pronoun menggantikan noun. Yang termasuk ke dalam pronoun contohnya adalah I, you, we, they, he, she, it. Pertanyaan, bisakah sebuah kata benda menjadi sebuah kata ganti? Bisa, namun kata benda yang bersangkutan (biasanya berupa kata benda selain manusia) akan digolongkan kedalam pronoun it. Contohnya:
"The school looks great" => "It looks great"; dengan it merujuk kepada the school.
Untuk postingan sekarang saya rasa cukup sekian (berhubung saya harus mempersiapkan untuk ospek jurusan besok *ketawan*), maka untuk bahasan dari Part of Speech berikutnya akan dibahas di postingan berikutnya. See you!
Setelah di postingan kelas sebelumnya saya berbicara tentang menghadapi bahasa Inggris, sekarang saya mau mulai ke materinya. Yang pertama akan kita bahas itu grammar.
Ada yang mungkin bertanya, apa sih grammar?
Grammar adalah tata bahasa, atau secara sebuah struktur atau sistem sebuah bahasa. Di Indonesia, tata bahasa dianggap penting karena berkaitan dengan baik tidaknya sebuah kalimat atau tidak. Kemampuan kita dalam grammar, seperti membentuk sebuah kalimat, akan sangat membantu dalam berbicara bahasa Inggris. Grammar sendiri terdiri dari beberapa sub-bahasan dan topik yang akan sangat berguna, seperti tenses, lain-lain. Mungkin untuk tenses di bahas di kelas berikutnya karena ada 16 tenses yang sebenernya bakalan keblinger kalo dibahas semuanya. Untuk sekarang, saya akan coba bahas topik yang berjudul Part of Speech.
Part of Speech ini adalah faktor penyusun dalam bahasa. Bagian-bagian (atau disebut kelas) ini merupakan bagian penting yang menyusun sebuah kalimat. Ada 8 (sebenernya 9) kelas/jenis kata dalam bahasa Inggris:
- Noun, atau kata benda
- Verb, atau kata kerja
- Pronoun, atau kata ganti
- Adjective, atau kata sifat
- Adverb, atau adverbia (kata keterangan)
- Preposition, atau preposisi (kata untuk menyatakan tempat)
- Conjunction, atau konjungsi
- Interjection
- Determiner
Noun ialah kata benda. Dan kata benda dibagi jadi beberapa bagian:
- Benda nyata atau kongkrit, adalah benda yang bisa terlihat dan bisa disentuh. Contohnya, tree, car, dog, cat, ship, guitar, etc.
- Benda tak nyata atau abstrak, adalah kata benda yang nggak bisa terlihat atau disentuh, tapi bisa kita rasakan, contohnya sadness, truth, etc.
- Benda yang dapat dihitung (countable noun), adalah benda yang ketika bentuknya jamak masih bisa dihitung dengan mudah. Contohnya, a headset, a phone, two plates, five fingers, some candies.
- Benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), adalah benda yang ketika bentuknya jamak sukar dihitung atau perlu alat khusus. Contohnya, water, air, etc.
Pronoun adalah kata ganti benda. Pronoun menggantikan noun. Yang termasuk ke dalam pronoun contohnya adalah I, you, we, they, he, she, it. Pertanyaan, bisakah sebuah kata benda menjadi sebuah kata ganti? Bisa, namun kata benda yang bersangkutan (biasanya berupa kata benda selain manusia) akan digolongkan kedalam pronoun it. Contohnya:
"The school looks great" => "It looks great"; dengan it merujuk kepada the school.
Untuk postingan sekarang saya rasa cukup sekian (berhubung saya harus mempersiapkan untuk ospek jurusan besok *ketawan*), maka untuk bahasan dari Part of Speech berikutnya akan dibahas di postingan berikutnya. See you!
Saturday, September 3, 2011
Learning English: Part 3 - Enjoying English
Hi, it's me again, Klaus. Saya kembali lagi buat sharing tentang bahasa Inggris. Setelah di postingan sebelumnya saya membahasa tentang bahasa Inggris itu sendiri, sekarang saya mau coba memberikan sugesti positif untuk menghadapi bahasa Inggris (berasa jadi Uya Kuya).
Waktu saya masih SD, pelajaran bahasa Inggris didapat di kelas 3. Dan sedihnya, mayoritas temen-temen saya merasa nggak nyaman dengan bahasa Inggris. And to make the situation worsen, gurunya juga jarang masuk ke kelas. Walhasil, temen-temen saya jarang dapetin pelajaran bahasa Inggris. Padahal bahasa Inggris adalah salah satu bahasa luar yang pada saat itu terbilang wajib dipelajari. Kebanyakan dari mereka kalo menghadapi bahasa Inggris itu males, takut, dan nggak nyaman. Padahal, game-game di Playstation yang mereka mainin, menu di ponsel mereka, sampe segala macem perintah di komputer kan kebanyakan ditulis dengan bahasa Inggris. Ironis memang.
Beberapa yang lain malah jadi kayak trauma dengan bahasa Inggris. What's wrong with English? Sama-sama bahasa toh? Dan ini mungkin terdengar sedih untuk mereka, but it's true. You're living with English, somehow. Jadi kenapa harus ditakuti?
Berdasarkan obrolan dan juga pengamatan di kelas dan kehidupan sehari-hari, kenapa beberapa orang takut dengan bahasa Inggris, jawabannya sederhana: Bahasa Inggris itu Asing. Sesuatu yang asing, berarti sesuatu yang tidak biasa muncul di kehidupan kita kan? Lantas bagaimana biar Inggris gak jadi asing buat kita? I'm going to share what I've got from my teachers with you guys!
Waktu saya masih SD, pelajaran bahasa Inggris didapat di kelas 3. Dan sedihnya, mayoritas temen-temen saya merasa nggak nyaman dengan bahasa Inggris. And to make the situation worsen, gurunya juga jarang masuk ke kelas. Walhasil, temen-temen saya jarang dapetin pelajaran bahasa Inggris. Padahal bahasa Inggris adalah salah satu bahasa luar yang pada saat itu terbilang wajib dipelajari. Kebanyakan dari mereka kalo menghadapi bahasa Inggris itu males, takut, dan nggak nyaman. Padahal, game-game di Playstation yang mereka mainin, menu di ponsel mereka, sampe segala macem perintah di komputer kan kebanyakan ditulis dengan bahasa Inggris. Ironis memang.
Beberapa yang lain malah jadi kayak trauma dengan bahasa Inggris. What's wrong with English? Sama-sama bahasa toh? Dan ini mungkin terdengar sedih untuk mereka, but it's true. You're living with English, somehow. Jadi kenapa harus ditakuti?
Berdasarkan obrolan dan juga pengamatan di kelas dan kehidupan sehari-hari, kenapa beberapa orang takut dengan bahasa Inggris, jawabannya sederhana: Bahasa Inggris itu Asing. Sesuatu yang asing, berarti sesuatu yang tidak biasa muncul di kehidupan kita kan? Lantas bagaimana biar Inggris gak jadi asing buat kita? I'm going to share what I've got from my teachers with you guys!
- Change your mindset. Jangan jadikan bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Memang bagaimanapun statusnya adalah bahasa asing, bukan bahasa ibu, tapi jangan diasingkan juga. Menghadapi teman asing tidak berarti kita harus mengisolasi dia juga kan?
- English ≠ Horror Movie. Bahasa Inggris itu bukan film hantu atau horror atau thriller! Hanya karena kita nggak fasih Inggris, gak berarti hidup kita dikejar-kejar makhluk berwajah merah terbakar kayak di film Insidious. Hanya karena kita nggak ngerti grammar ato tenses, gak berarti bahwa kita akan berakhir di -guillotine seperti kasus Marie Antoinette. Semua juga sama kok, yang fasih bahasa Inggris pasti belajar. Bahkan orang Inggris sendiri juga ada pelajaran bahasa Inggris, seperti halnya pelajaran bahasa Indonesia di negara kita. Kalo melakukan kesalahan, jangan takut. Gak akan sampe dibunuh kok ,)
- Stop absolutely depending on your native language. Masalahnya begini, Indonesia itu negara yang cukup well-known sehingga banyak pengunjung dari luar negeri datang ke negeri kita. Dan mereka semua belum tentu lancar berbahasa Indonesia. Maksud saya begini, kita nggak bisa terus-terusan bergantung pada bahasa ibu kita, bahasa Indonesia, karena bagaimanapun ada momen-momen dimana kita akan menggunakan bahasa yang lain, sebagai contoh bahasa Inggris. Dan kesempatan untuk bergantung pada bahasa Inggris sekarang ini cukup besar. Why? Inggris seperti yang sudah saya jelasin di postingan sebelumnya, dianggap sebagai bahasa internasional dan digunakan di berbagai belahan dunia. Katakanlah, jadi bahasa penengah, ketika seorang turis Polandia menawar duku ke tukang buah di Bandung. Ketika si turis gak bisa bahasa Indonesia, begitupun tukang buah yang nggak ngerti bahasa Polandia, maka keduanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
- Living a conducive English environment. Dengan tinggal di lingkungan berbahasa Inggris yang kondusif, ini akan membantu kita buat memperbaiki dan meng-improve kemampuan berbahasa Inggris kita. Ketika kita tinggal di suatu lingkungan, sedikitnya kita akan ter-influence dengan sesuatu yang ada disana kan? Semisal, ketika kita tinggal di Jakarta, maka budaya gue-elo bisa hinggap pada kita. Atau ketika kita tinggal di Bandung, budaya urang-maneh atau aing-sia juga bisa hinggap pada kita. Dengan terbiasa hidup di lingkungan berbahasa Inggris, otomatis kita juga akan terbawa-bawa dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Jadi udah gak asing lagi :D
- Make a conducive English environment! Be a pioneer! Jadilah orang yang membuat lingkungan berbahasa Inggris yang kondusif! Dengan menjadi pionir seperti ini, kita akan jauh lebih berkembang dalam berbahasa Inggris. Percaya atau tidak, karena kita menjadi pionir, naturally kita bakalan one step higher dibandingkan dengan orang-orang lain yang akhirnya mengikuti budaya di lingkungan yang kita buat.
- Start from every little things. Mulailah berbahasa Inggris untuk hal-hal kecil. Bahkan frase semacam "I'm sorry", "Thanks", "God bless you", "Bye!", sampai "Good Morning" juga bisa mendukung lingkungan berbahasa Inggris. Ingat, semua ada prosesnya.
- Inviting friends. Coba ajakin dulu temen terdekat buat coba ngobrol bahasa Inggris. Ketika udah menemukan teman yang tepat, bisa ajakin yang lain. Semacam multi-level marketing lagi jadinya (LOL)
- Helping friends. Bantu-bantu berbagi dan saling mengajarkan sesama teman juga bagus. Kitanya bakalan lebih berkembang, temen kita juga selangkah lebih maju. Win-win solution kan?
- Start from now on. Lebih baik mulai dari sekarang. Sebetulnya nggak ada batasan usia mempelajari bahasa, selama kita mau concern sama niat kita. Tapi lebih cepat lebih baik. Lebih awal belajar, lebih awal juga mengertinya. Dan inget, jangan goyahkan niatnya buat belajar bahasa. For your own betterment juga :)
Learning English: Part 2 - Getting Know English More
Hi! Welcome to the English class with me, Mr. Simple, Klaus! And I wish you all are in your very best mood to get know more about English. It's sunny outside so I wish no one here feels gloomy.
Oke, karena di postingan sebelumnya saya udah sempet memberitahukan bahwa rencana saya bikin postingan tentang kelas bahasa Inggris, maka di postingan sekarang saya mau memperkenalkan bahasa Inggris itu sendiri.
Menurut om Wikipedia, Bahasa Inggris merupakan bahasa yang termasuk rumpun bahasa Jermanik Barat. Bahasa Inggris sendiri dipakai di Amerika, Britania Raya, dan beberapa negara lainnya (termasuk negara jajahannya seperti Singapura dan Malaysia, dan Indonesia juga). Bahasa Inggris sendiri awalnya terbentuk karena kombinasi bahasa lokal yang dipakai orang Norwegia, Denmark, dan Anglo-Saxon. Bahasa Inggris juga ada bahasa Inggris lama dan bahasa Inggris baru. Tapi, kurang lebih 50% dari New English merupakan serapan dari bahasa Prancis dan Latin. Makanya jangan heran kalau ada beberapa kosakata Inggris yang juga ditulis sama dalam bahasa Prancis, bedanya di pengucapan aja. Kalo mau tau lebih banyak, mendingan bertandang aja ke situs wikipedianya.
Pemakaian bahasa Inggris pun sekarang ini udah meluas ke berbagai belahan dunia. Katakanlah, hampir negara di seluruh dunia udah bener-bener mengerti bahasa Inggris. Ato untuk lebih sederhananya, bahasa Inggris itu udah mendunia, udah lama banget mendunianya. Karena penggunaan bahasa Inggris sudah meluas, makanya Inggris juga sering dianggap sebagai bahasa dunia. Makanya, kayaknya udah ga asing lagi kita nemu penjelasan dalam bahasa Inggris dimana-mana, di halte, di sekolah, di kantor, di dalem lift, di mall, di mobil, di buku manual, sampe di bungkus jajanan yang kita beli. Ada sekitar 375 juta pengguna bahasa Inggris yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu (bahasa dasar) mereka, dan Inggris jadi bahasa dengan pengguna terbesar di dunia, urutan ketiga setelah Mandarin dan Spanyol. Dan untuk pengguna Inggris sebagai bahasa kedua diestimasikan sebesar 470 juta orang. Jadi bayangkan betapa tersebarnya bahasa Inggris di dunia ini.
Itu mungkin pengenalan tentang bahasa Inggris yang udah saya singkat. Masalahnya, sejarahnya itu panjaaaaaaang sekali, dan pasti saya pegel dan pusing juga buat translate laginya hehehe. So I wish this post would be useful, at least one information you can get :)
See ya!
Oke, karena di postingan sebelumnya saya udah sempet memberitahukan bahwa rencana saya bikin postingan tentang kelas bahasa Inggris, maka di postingan sekarang saya mau memperkenalkan bahasa Inggris itu sendiri.
Menurut om Wikipedia, Bahasa Inggris merupakan bahasa yang termasuk rumpun bahasa Jermanik Barat. Bahasa Inggris sendiri dipakai di Amerika, Britania Raya, dan beberapa negara lainnya (termasuk negara jajahannya seperti Singapura dan Malaysia, dan Indonesia juga). Bahasa Inggris sendiri awalnya terbentuk karena kombinasi bahasa lokal yang dipakai orang Norwegia, Denmark, dan Anglo-Saxon. Bahasa Inggris juga ada bahasa Inggris lama dan bahasa Inggris baru. Tapi, kurang lebih 50% dari New English merupakan serapan dari bahasa Prancis dan Latin. Makanya jangan heran kalau ada beberapa kosakata Inggris yang juga ditulis sama dalam bahasa Prancis, bedanya di pengucapan aja. Kalo mau tau lebih banyak, mendingan bertandang aja ke situs wikipedianya.
Pemakaian bahasa Inggris pun sekarang ini udah meluas ke berbagai belahan dunia. Katakanlah, hampir negara di seluruh dunia udah bener-bener mengerti bahasa Inggris. Ato untuk lebih sederhananya, bahasa Inggris itu udah mendunia, udah lama banget mendunianya. Karena penggunaan bahasa Inggris sudah meluas, makanya Inggris juga sering dianggap sebagai bahasa dunia. Makanya, kayaknya udah ga asing lagi kita nemu penjelasan dalam bahasa Inggris dimana-mana, di halte, di sekolah, di kantor, di dalem lift, di mall, di mobil, di buku manual, sampe di bungkus jajanan yang kita beli. Ada sekitar 375 juta pengguna bahasa Inggris yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu (bahasa dasar) mereka, dan Inggris jadi bahasa dengan pengguna terbesar di dunia, urutan ketiga setelah Mandarin dan Spanyol. Dan untuk pengguna Inggris sebagai bahasa kedua diestimasikan sebesar 470 juta orang. Jadi bayangkan betapa tersebarnya bahasa Inggris di dunia ini.
Itu mungkin pengenalan tentang bahasa Inggris yang udah saya singkat. Masalahnya, sejarahnya itu panjaaaaaaang sekali, dan pasti saya pegel dan pusing juga buat translate laginya hehehe. So I wish this post would be useful, at least one information you can get :)
See ya!
Friday, August 26, 2011
Learning English: Part 1 - Prelude
Dear friends!
How's life? Wish y'all a great day.
Saya sempet berencana buat nge-post sesuatu tentang pembelajaraan bahasa Inggris. Well, English ain't that difficult, actually. Asalkan kitanya mau konsen untuk belajar dan terus belajar. Kedepannya, akan ada beberapa posting blog dari saya yang berjudul Learning English dengan subjudul yang sesuai dengan tema yang akan dibahas.
Sebenernya, ide bikin postingan seperti ini tuh karena saya terinspirasi sama blog neechan saya yang juga kasih pembelajaran bahasa Jepang di blog-nya. Nah, berhubung saya belajarnya Inggris, jadi materi yang mau saya bagikan juga harus tentang bahasa Inggris. Dan juga, ada beberapa temen yang sempet minta diajarin bahasa Inggris, terutama dasar-dasarnya. Oleh karena itu, buat memudahkan sharing, saya mau coba buat postingannya via blog. Semoga rencananya berhasil dan bisa bermanfaat :)
See you on the next class!
How's life? Wish y'all a great day.
Saya sempet berencana buat nge-post sesuatu tentang pembelajaraan bahasa Inggris. Well, English ain't that difficult, actually. Asalkan kitanya mau konsen untuk belajar dan terus belajar. Kedepannya, akan ada beberapa posting blog dari saya yang berjudul Learning English dengan subjudul yang sesuai dengan tema yang akan dibahas.
Sebenernya, ide bikin postingan seperti ini tuh karena saya terinspirasi sama blog neechan saya yang juga kasih pembelajaran bahasa Jepang di blog-nya. Nah, berhubung saya belajarnya Inggris, jadi materi yang mau saya bagikan juga harus tentang bahasa Inggris. Dan juga, ada beberapa temen yang sempet minta diajarin bahasa Inggris, terutama dasar-dasarnya. Oleh karena itu, buat memudahkan sharing, saya mau coba buat postingannya via blog. Semoga rencananya berhasil dan bisa bermanfaat :)
See you on the next class!
Thursday, August 25, 2011
The Honorable, Angkot Driver
Saya sepertinya sudah tak asing lagi dengan perilaku beberapa supir angkot yang sepertinya really out of their mind. Tapi asing tak asing sebenarnya bukan esensi yang mau saya ceritakan. Masalahnya, sikap yang ugal-ugalan dan sengene dari beberapa supir angkot bikin saya males untuk naik angkot.
Sebagai mahasiswa (mahasiswa baru ceritanya *aciecie*), angkot adalah pilihan transportasi yang cukup murah dengan pilihan trayek yang bervariasi. Wahai kalian yang merindukan suasana downtown yang hingar bingar silahkan naik angkot jurusan Kalapa-Ledeng yang ngelewatin BIP dengan hingar bingar tukang dagangkondom HP, topi, kalung, cincin, sampe jual hewan kayak anjing dan kucing. Kalo ingin offroad, naek angkot jurusan Cimahi-Ledeng. Silahkan menikmati suasana wavy road yang mengocok perut. Kalo saya sendiri sih naik angkotnya jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (eeaaaaaa!).
Nah, karena angkot itu biayanya terbilang murah dan sekaligus membantu mengurangi polusi dengan penggunaan angkutan umum yang otomatis mengurangi penggunaan kendaraan pribadi (tapi tetep ah polusinya malah tambah parah), maka naik angkot adalah pilihan yang cukup bijak untuk mahasiswa terutama di tanggal-tanggal bokek. Tapi memang ya Tuhan itu adil, ada nilai plus, ada juga nilai minus, seperti halnya IPK yang mendaki gunung lewati lembah. Naik angkot itu kalau lucky, bisa dapetin angkot dengan suasana nyaman, nggak sesak, adem, dan buat kaum hawa, sopirnya masih muda dancakep. Tapi kalo Dewi Fortuna sedang tidak berpihak, ya silakan nikmati sajian panas, ngetem, sesak, dan supir angkot menyebalkan.
Yang ingin saya kemukakan sebenarnya semacam protes kepada supir angkot, terutama untuk angkot jurusan Cimahi-Ledeng, tapi tidak menutup kemungkinan untuk jurusan-jurusan lain. Beberapa supir angkot sepertinya marah karena nggak lolos seleksi film "Fast and Furious" dan melampiaskan kekesalannya pada kendaraannya. Seringkali angkot yang saya tumpangi itu dikemudikan seenaknya, secepat yang supirnya mau, dan seberingas mungkin. Padahal, si supir tahu kalau yang dia bawa itu penumpangnya manusia, bukan celengan kelinci, ayam, ato babi. Katakanlah begini, kalo si supir itu mengemudi asal-asalannya ketika dia lagi sendiri, ya kalopun kecelakaan kan dia aja yang celaka. Yeah, paling ada beberapa oknum tak bersalah yang ikut jadi korban. Lah tapi kalo dalam keadaan angkotnya penuh? Bayangin itu nyawa-nyawa angkot warrior mau pada dikemanain? Mau dikorbankan begitu aja? Sementara banyak angkotters yang mahasiswa sedang menimba ilmu, guru-guru yang pergi berbagi ilmu, para petani dan pedagang yang memakmurkan bangsa, sampai ibu-ibu PKK yang mewarnai rumah-rumah dengan teriakkan dan kocokan arisan. Bayangkan! Bayangkan betapa egoisnya si supir angkot yang tidak memikirkan penumpang di belakangnya!
Saya sudah kesal sebetulnya dengan keadaan seperti ini, terutama ketika angkot itu sering ngerem mendadak. Karena postur tubuh saya chibi dan seksi, seringkali ketika ngerem mendadak, saya jatuh tersungkur seperti Cinderella yang didorong oleh ibu tirinya yang kejam dan biadab. Dan saya pun diliatin sama orang-orang lain di angkot yang mungkin menahan tawa karena melihat betapa lucunya saya, atau menangis sedih karena seorang saya, Mario Maurer KW Super harus mengalami kejadian pahit itu. Belum lagi jika medan yang ditempuh adalah medan offroad. Biasanya sampai rumah saya sering minta di-shiatsu karena nggak tau leher saya apa udah pindah ke dengkul atau mungkin pindah ke punggung.
Jadi dengan sangat hormat kepada para supir angkot, tolong perlakukanlah penumpang kalian dengan baik dan bijak. Kalian ini membawa manusia, bukan benda mati. Jadi tolong jaga dan pastikan keamanan para penumpangnya terjamin. Terutama jika didukung oleh fasilitas asuransi yang memadai. Terima kasih.
Sebagai mahasiswa (mahasiswa baru ceritanya *aciecie*), angkot adalah pilihan transportasi yang cukup murah dengan pilihan trayek yang bervariasi. Wahai kalian yang merindukan suasana downtown yang hingar bingar silahkan naik angkot jurusan Kalapa-Ledeng yang ngelewatin BIP dengan hingar bingar tukang dagang
Nah, karena angkot itu biayanya terbilang murah dan sekaligus membantu mengurangi polusi dengan penggunaan angkutan umum yang otomatis mengurangi penggunaan kendaraan pribadi (tapi tetep ah polusinya malah tambah parah), maka naik angkot adalah pilihan yang cukup bijak untuk mahasiswa terutama di tanggal-tanggal bokek. Tapi memang ya Tuhan itu adil, ada nilai plus, ada juga nilai minus, seperti halnya IPK yang mendaki gunung lewati lembah. Naik angkot itu kalau lucky, bisa dapetin angkot dengan suasana nyaman, nggak sesak, adem, dan buat kaum hawa, sopirnya masih muda dan
Yang ingin saya kemukakan sebenarnya semacam protes kepada supir angkot, terutama untuk angkot jurusan Cimahi-Ledeng, tapi tidak menutup kemungkinan untuk jurusan-jurusan lain. Beberapa supir angkot sepertinya marah karena nggak lolos seleksi film "Fast and Furious" dan melampiaskan kekesalannya pada kendaraannya. Seringkali angkot yang saya tumpangi itu dikemudikan seenaknya, secepat yang supirnya mau, dan seberingas mungkin. Padahal, si supir tahu kalau yang dia bawa itu penumpangnya manusia, bukan celengan kelinci, ayam, ato babi. Katakanlah begini, kalo si supir itu mengemudi asal-asalannya ketika dia lagi sendiri, ya kalopun kecelakaan kan dia aja yang celaka. Yeah, paling ada beberapa oknum tak bersalah yang ikut jadi korban. Lah tapi kalo dalam keadaan angkotnya penuh? Bayangin itu nyawa-nyawa angkot warrior mau pada dikemanain? Mau dikorbankan begitu aja? Sementara banyak angkotters yang mahasiswa sedang menimba ilmu, guru-guru yang pergi berbagi ilmu, para petani dan pedagang yang memakmurkan bangsa, sampai ibu-ibu PKK yang mewarnai rumah-rumah dengan teriakkan dan kocokan arisan. Bayangkan! Bayangkan betapa egoisnya si supir angkot yang tidak memikirkan penumpang di belakangnya!
Saya sudah kesal sebetulnya dengan keadaan seperti ini, terutama ketika angkot itu sering ngerem mendadak. Karena postur tubuh saya chibi dan seksi, seringkali ketika ngerem mendadak, saya jatuh tersungkur seperti Cinderella yang didorong oleh ibu tirinya yang kejam dan biadab. Dan saya pun diliatin sama orang-orang lain di angkot yang mungkin menahan tawa karena melihat betapa lucunya saya, atau menangis sedih karena seorang saya, Mario Maurer KW Super harus mengalami kejadian pahit itu. Belum lagi jika medan yang ditempuh adalah medan offroad. Biasanya sampai rumah saya sering minta di-shiatsu karena nggak tau leher saya apa udah pindah ke dengkul atau mungkin pindah ke punggung.
Jadi dengan sangat hormat kepada para supir angkot, tolong perlakukanlah penumpang kalian dengan baik dan bijak. Kalian ini membawa manusia, bukan benda mati. Jadi tolong jaga dan pastikan keamanan para penumpangnya terjamin. Terutama jika didukung oleh fasilitas asuransi yang memadai. Terima kasih.
Friday, August 19, 2011
Happy Baby
Kelihatannya saya punya mainan baru, selain CityVille dan The Sims Social di Facebook. Berhubung kelihatannya kehidupan kuliah akan mendapat jauh lebih banyak tekanan dari 8 penjuru mata angin, saya rasa dengan kehadiran game-game Facebook ini akan menjadi (bukan sekedar) hiburan belaka.
Dulu, saya sempat main Baby Adopter. Aplikasi ini mengajak kita buat mengurus bayi kecil yang pada awalnya pada nggak punya rambut (benar-benar bayi!) \(´▽`)/ dan setiap hari kita harus kontrol bayi kita dengan kasih makanan, minuman, sampai imunisasi. Tapi setelah lama, saya jadi jarang main Baby Adopter lagi. Terutama setelah dapetin mainan baru ini, Happy Baby.
Bedanya di Happy Baby yang bikin saya sebenernya lebih senang adalah, adanya backsong. Sebenernya backsong-nya sederhana tapi tetep asik. Lalu, si bayi bisa kita customize sesuai dengan keinginan kita, dari mulai wajah, rambut, warna kulit, sampe baju. Hal yang nggak bisa dilakukan di Baby Adopter, yang mana baju yang bisa dibeli ya default satu-satunya yang ada di shop itu aja (gak ada pilihan baju lain). Tapi kurangnya Happy Baby itu nggak ada suara bayi aslinya, gak kayak di Baby Adopter. Biasanya si bayi setelah kita kasih makan, suka keluar suara "Yee!" atau "Yeehaw!". Pilihan nurture di Baby Adopter cenderung lebih banyak, sementara di Happy Baby cuman ada lima. Tapi kedua-duanya ada batas waktunya untuk melakukan pilihan nurture yang sama.
Dari pilihan feed baby, makanan yang ditawarkan sama banyaknya antara Happy Baby sama Baby Adopter. Cuman kelemahan Baby Adopter itu, kalau nge-feed bayinya kita harus bayar pake koin. Tapi dengan nge-feed nanti tingkat hunger si bayi bisa meningkat, bahkan langsung sampe 100%. Di Baby Adopter, untuk feed baby itu gratis dan asiknya lagi justru earning poin. Di Happy Baby, pembayaran buat item bisa bayar pakai koin atau cash, sementara di Baby Adopter pembayaran buat item-item yang mau dibeli dapet dari poin yang kita earn dari nurturing atau feeding. Untuk health, kedua aplikasi sama-sama meminta kita bayar koin atau poin.
Di Happy Baby, kita bisa mengunjungi bayi-bayi punya temen-temen kita. Biasanya untuk neighboring, kita kirim request ke orang-orang untuk jadi Uncle, Aunt, Godmother atau Godfather #ngakak. Dan pilihan yang dikasih hampir sama, kecuali untuk customizing. Kita bisa ngerawat bayi punya paman atau bibi kita, semisal kasih makan (berbayar koin) atau nurturing (earning koin). Kalau semisal bayi punya temen kita jarang dirawat dan kita yang rawat, biasanya mereka suka bilang "I love you". Wah, rasanya seneng kalo anak kita yang bilang kayak gitu sama kita (insting ke-ayah-an-nya keluar).
Disini juga si bayi bisa ikutan kompetisi, semacam adu voting buat dapetin koin. Lalu ada juga diary dimana si bayi bisa curhat di sebuah buku harian. Ada juga fitur take photo yang fotonya bisa masuk ke album Facebook dan dijadiin profile picture. Fitur-fitur tersebut gak ada di Baby Adopter. Tapi dari segi mengasuh, Baby Adopter kayanya bener-bener merhatiin kelengkapan. Ketika kita udah punya bayi di Baby Adopter, kita udah dikasih kamar bayi yang furniturnya bisa dibeli pake poin, kamar mandi bayi, halaman belakang dan mainannya yang dibeli pake poin, imunisasi, ruang bermain bayi, sampai fitur merawat bersama. Untuk merawat bersama, jadi kita bisa buat semacam keluarga, dimana si A dan si B bisa ngerawat bayi yang sama, kayak ayah dan ibu. Buat yang couple, kayaknya fitur ini cocok juga buat simulasi rumah tangga ,)
Sebenernya saya main ini bukan buat simulasi rumah tangga atau persiapan menjadi ayah yang baik. Hanya saja, karakter chibi yang ditawarkan juga tingkat kesulitan yang cenderung gampang bikin saya nyaman maininnya. Ada yang tertarik?
Dulu, saya sempat main Baby Adopter. Aplikasi ini mengajak kita buat mengurus bayi kecil yang pada awalnya pada nggak punya rambut (benar-benar bayi!) \(´▽`)/ dan setiap hari kita harus kontrol bayi kita dengan kasih makanan, minuman, sampai imunisasi. Tapi setelah lama, saya jadi jarang main Baby Adopter lagi. Terutama setelah dapetin mainan baru ini, Happy Baby.
Bedanya di Happy Baby yang bikin saya sebenernya lebih senang adalah, adanya backsong. Sebenernya backsong-nya sederhana tapi tetep asik. Lalu, si bayi bisa kita customize sesuai dengan keinginan kita, dari mulai wajah, rambut, warna kulit, sampe baju. Hal yang nggak bisa dilakukan di Baby Adopter, yang mana baju yang bisa dibeli ya default satu-satunya yang ada di shop itu aja (gak ada pilihan baju lain). Tapi kurangnya Happy Baby itu nggak ada suara bayi aslinya, gak kayak di Baby Adopter. Biasanya si bayi setelah kita kasih makan, suka keluar suara "Yee!" atau "Yeehaw!". Pilihan nurture di Baby Adopter cenderung lebih banyak, sementara di Happy Baby cuman ada lima. Tapi kedua-duanya ada batas waktunya untuk melakukan pilihan nurture yang sama.
Dari pilihan feed baby, makanan yang ditawarkan sama banyaknya antara Happy Baby sama Baby Adopter. Cuman kelemahan Baby Adopter itu, kalau nge-feed bayinya kita harus bayar pake koin. Tapi dengan nge-feed nanti tingkat hunger si bayi bisa meningkat, bahkan langsung sampe 100%. Di Baby Adopter, untuk feed baby itu gratis dan asiknya lagi justru earning poin. Di Happy Baby, pembayaran buat item bisa bayar pakai koin atau cash, sementara di Baby Adopter pembayaran buat item-item yang mau dibeli dapet dari poin yang kita earn dari nurturing atau feeding. Untuk health, kedua aplikasi sama-sama meminta kita bayar koin atau poin.
Di Happy Baby, kita bisa mengunjungi bayi-bayi punya temen-temen kita. Biasanya untuk neighboring, kita kirim request ke orang-orang untuk jadi Uncle, Aunt, Godmother atau Godfather #ngakak. Dan pilihan yang dikasih hampir sama, kecuali untuk customizing. Kita bisa ngerawat bayi punya paman atau bibi kita, semisal kasih makan (berbayar koin) atau nurturing (earning koin). Kalau semisal bayi punya temen kita jarang dirawat dan kita yang rawat, biasanya mereka suka bilang "I love you". Wah, rasanya seneng kalo anak kita yang bilang kayak gitu sama kita (insting ke-ayah-an-nya keluar).
Disini juga si bayi bisa ikutan kompetisi, semacam adu voting buat dapetin koin. Lalu ada juga diary dimana si bayi bisa curhat di sebuah buku harian. Ada juga fitur take photo yang fotonya bisa masuk ke album Facebook dan dijadiin profile picture. Fitur-fitur tersebut gak ada di Baby Adopter. Tapi dari segi mengasuh, Baby Adopter kayanya bener-bener merhatiin kelengkapan. Ketika kita udah punya bayi di Baby Adopter, kita udah dikasih kamar bayi yang furniturnya bisa dibeli pake poin, kamar mandi bayi, halaman belakang dan mainannya yang dibeli pake poin, imunisasi, ruang bermain bayi, sampai fitur merawat bersama. Untuk merawat bersama, jadi kita bisa buat semacam keluarga, dimana si A dan si B bisa ngerawat bayi yang sama, kayak ayah dan ibu. Buat yang couple, kayaknya fitur ini cocok juga buat simulasi rumah tangga ,)
Sebenernya saya main ini bukan buat simulasi rumah tangga atau persiapan menjadi ayah yang baik. Hanya saja, karakter chibi yang ditawarkan juga tingkat kesulitan yang cenderung gampang bikin saya nyaman maininnya. Ada yang tertarik?
Thursday, August 18, 2011
Learning People's Traits
Everyone is born to be different, which means that no one is absolutely same at all. It makes everyone's unique, despite of their both positive and negative sides. I do believe, by knowing and understanding each person's trait, we would know how to behave for each different situation and problem.
Since I've been recently disappointed by a friend, I would like to know more about this guy's trait. He's such unpredictable anyhow. Yesterday, he was such a friendly guy. Today, he's an evil person. Tomorrow, let's wait and see. Actually, there are a lot of things to be blown up as a story of a betrayal, but that's not really kind of necessary. In other words, I still respect him, despite of his betrayals and fake reasons. And now I seem to start blowing up some of his weaknesses so let's start talking about the main topic of this post.
Learning trait is kind of necessary for me, especially for these years. I will meet new faces, perhaps unknown before (some perhaps come from outer space or another galaxy) and definitely, different traits. Different traits will naturally force us to behave in different ways, according to each traits. Behaving wrong to one trait can be a trouble somehow, which the contradiction can lead to bigger trouble. So, learning traits is a good choice and of course, it's worth to do.
By learning traits, we can do and share things people love, help people and think with the same mindset, meanwhile you can also think from another side and compare it so that you and your friend can find a proper solution. By learning traits, we can also prevent things people dislike and understand mood situation of them.
So, when will you start learning people's traits?
Since I've been recently disappointed by a friend, I would like to know more about this guy's trait. He's such unpredictable anyhow. Yesterday, he was such a friendly guy. Today, he's an evil person. Tomorrow, let's wait and see. Actually, there are a lot of things to be blown up as a story of a betrayal, but that's not really kind of necessary. In other words, I still respect him, despite of his betrayals and fake reasons. And now I seem to start blowing up some of his weaknesses so let's start talking about the main topic of this post.
Learning trait is kind of necessary for me, especially for these years. I will meet new faces, perhaps unknown before (some perhaps come from outer space or another galaxy) and definitely, different traits. Different traits will naturally force us to behave in different ways, according to each traits. Behaving wrong to one trait can be a trouble somehow, which the contradiction can lead to bigger trouble. So, learning traits is a good choice and of course, it's worth to do.
By learning traits, we can do and share things people love, help people and think with the same mindset, meanwhile you can also think from another side and compare it so that you and your friend can find a proper solution. By learning traits, we can also prevent things people dislike and understand mood situation of them.
So, when will you start learning people's traits?
Wednesday, August 17, 2011
Do Not 100% Trust Someone
You've got a very kind friend. You've found him/her as a trustworthy person, that you almost absolutely trust him/her. You consider everything's alright and nothing's wrong, until one day you realize that he/she is about to betraying you. And I bet you must have known how does it feel.
Being betrayed by a person whom we really have trusted, it hurts a lot. I swear, for sake of God, I feel it much hurt, to be betrayed and disappointed. I can't stand betrayal and I do not tolerate it somehow. How can a person really waste a credibility we've given for him/her? That sounds harsh. I really hate that situation and I (myself) find out that it's hard to forgive a betrayal. Perhaps, being betrayed and disappointed too much makes me such trauma to trust, even know anyone else.
My Uncle Walter told me to not absolutely trust someone, since the human being has changed and will always change, either to positive movement or negative movement. And since I'm a new collegian now, my uncle told me to always be careful of people's traits. My elder sister strengthen my uncle's advice. She said that today, it's hard to find such trustworthy people. I've known about that. Even I can count by fingers how many persons whom I can really trust. The rest are not. I've been trauma since the last betrayal, and that makes me afraid. Afraid to trust anyone else, even to know new people.
This is kinda pathetic. I know that.
Being betrayed by a person whom we really have trusted, it hurts a lot. I swear, for sake of God, I feel it much hurt, to be betrayed and disappointed. I can't stand betrayal and I do not tolerate it somehow. How can a person really waste a credibility we've given for him/her? That sounds harsh. I really hate that situation and I (myself) find out that it's hard to forgive a betrayal. Perhaps, being betrayed and disappointed too much makes me such trauma to trust, even know anyone else.
My Uncle Walter told me to not absolutely trust someone, since the human being has changed and will always change, either to positive movement or negative movement. And since I'm a new collegian now, my uncle told me to always be careful of people's traits. My elder sister strengthen my uncle's advice. She said that today, it's hard to find such trustworthy people. I've known about that. Even I can count by fingers how many persons whom I can really trust. The rest are not. I've been trauma since the last betrayal, and that makes me afraid. Afraid to trust anyone else, even to know new people.
This is kinda pathetic. I know that.
Tuesday, August 16, 2011
I Ended Up Playing With A Cutter And A Sleepless Night (1)
None to write. Seems like I'm too depressed to write something. This is too bad, too wicked. I'm fed up.
Subscribe to:
Posts (Atom)




