Translate This Page

Thursday, August 18, 2011

Learning People's Traits

Everyone is born to be different, which means that no one is absolutely same at all. It makes everyone's unique, despite of their both positive and negative sides. I do believe, by knowing and understanding each person's trait, we would know how to behave for each different situation and problem.

Since I've been recently disappointed by a friend,  I would like to know more about this guy's trait. He's such unpredictable anyhow. Yesterday, he was such a friendly guy. Today, he's an evil person. Tomorrow, let's wait and see. Actually, there are a lot of things to be blown up as a story of a betrayal, but that's not really kind of necessary. In other words, I still respect him, despite of his betrayals and fake reasons. And now I seem to start blowing up some of his weaknesses so let's start talking about the main topic of this post.

Learning trait is kind of necessary for me, especially for these years. I will meet new faces, perhaps unknown before (some perhaps come from outer space or another galaxy) and definitely, different traits. Different traits will naturally force us to behave in different ways, according to each traits. Behaving wrong to one trait can be a trouble somehow, which the contradiction can lead to bigger trouble. So, learning traits is a good choice and of course, it's worth to do.

By learning traits, we can do and share things people love, help people and think with the same mindset, meanwhile you can also think from another side and compare it so that you and your friend can find a proper solution. By learning traits, we can also prevent things people dislike and understand mood situation of them.

So, when will you start learning people's traits?

Wednesday, August 17, 2011

Do Not 100% Trust Someone

You've got a very kind friend. You've found him/her as a trustworthy person, that you almost absolutely trust him/her. You consider everything's alright and nothing's wrong, until one day you realize that he/she is about to betraying you. And I bet you must have known how does it feel.

Being betrayed by a person whom we really have trusted, it hurts a lot. I swear, for sake of God, I feel it much hurt, to be betrayed and disappointed. I can't stand betrayal and I do not tolerate it somehow. How can a person really waste a credibility we've given for him/her? That sounds harsh. I really hate that situation and I (myself) find out that it's hard to forgive a betrayal. Perhaps, being betrayed and disappointed too much makes me such trauma to trust, even know anyone else.

My Uncle Walter told me to not absolutely trust someone, since the human being has changed and will always change, either to positive movement or negative movement. And since I'm a new collegian now, my uncle told me to always be careful of people's traits. My elder sister strengthen my uncle's advice. She said that today, it's hard to find such trustworthy people. I've known about that. Even I can count by fingers how many persons whom I can really trust. The rest are not. I've been trauma since the last betrayal, and that makes me afraid. Afraid to trust anyone else, even to know new people.

This is kinda pathetic. I know that.

Tuesday, August 16, 2011

I Ended Up Playing With A Cutter And A Sleepless Night (1)

None to write. Seems like I'm too depressed to write something. This is too bad, too wicked. I'm fed up.

Monday, August 15, 2011

Hilang Kepercayaan

Satu, dua, tiga, beberapa, bergerombol menjadi banyak, mungkin ratusan atau ribuan. Saya sudah nggak bisa percaya lagi. Dekat, jauh, akrab, biasa, untuk percaya seperti sebuah keputusan yang benar-benar harus dipikirkan ulang. Baru, lama, semua sama saja. Lalu untuk berkata percaya, sepertinya sepuluh jari saja sudah cukup. Hanya sepuluh, mungkin belasan, tak bisa lebih. Patetis.

Percaya jadi sebuah ketakutan tersendiri. Atau mungkin sudah berkali-kali tercabik-cabik dan akhirnya trauma. Menaruh kata benda tak berwujud bernama kepercayaan, hanya orang sakral saja rasanya yang pantas mendapatkannya. Sisanya? Seperti yang sudah saya bilang, kan? Semua sama saja.

Mungkin belasan dari 6 milyar manusia di muka bumi ini. Hanya belasan. Yang lain, belum dapat, atau memang sama sekali tidak dapat. Dapat dipercaya. Kalau begini, dunia begitu sempit.

Saya takut buat percaya sama orang lagi.

Sunday, August 14, 2011

Masih Adakah?

Bumi yang kita pijaki ini berdiameter kurang lebih 12.756,32 kilometer dihitung dari titik ekuator, dengan estimasi jumlah penduduk totalnya 6,94 milyar orang tersebar di 194 negara yang diketahui dan tentunya masih ada suku-suku atau negara yang belum begitu dikenal, dengan lebih dari 20 kepercayaan yang berbeda-beda, dari tiga ras besar dan percampurannya, Mongoloid, Kaukasoid, dan Negroid, tinggal dalam iklim yang berbeda dengan musim yang berbeda, kebiasaan dan adat istiadat yang berbeda, hukum tertulis dan tak tertulis yang berlaku di tiap negara yang berbeda, berpacu dengan 40 zona waktu yang berbeda,

Kenapa begitu sulitnya mencari orang yang bisa dipercaya?
Kenapa sedikit jumlahnya orang yang bisa dipercaya?

Friday, August 12, 2011

Masih Belum Cukup

Semenjak berganti status jadi mahasiswa (fuckyeah!), otomatis banyak hal-hal yang berubah di kehidupan saya. Sejujurnya, beberapa perubahan merupakan challenge buat saya, tapi juga jadi keribetan menyebalkan. Perubahan ini juga terjadi pada keadaan keuangan saya.

Yang dulunya uang mingguan dikasih cash, setelah menyandang atribut mahasiswa, saya harus ke ATM (Auto Teller Machine - Anjungan Tunai Mandiri - Artos Tina Mesin) buat ngambil jatah uang bulanan. Memang sih ada kenaikan 2x lipat dari uang mingguan jaman SMA dulu yang penuh dengan kebrutalan membabi buta. Hanya saja, semenjak saya pegang yang namanya kartu ATM, hidup saya agak nggak tenang.

Tenang! Bukan karena kartu ATM itu yang dihantui oleh arwah penasaran atau jiwa-jiwa tak tenang yang ingin merebut fisik saya dari jiwa saya seperti Dalton yang dikejar-kejar oleh jiwa-jiwa orang mati setelah melakukan proyek astralnya di film Insidious, tapi karena frekuensi bolak-balik ATM yang saya rasa mulai nggak terkendali. Jatah uang bulanan saya sebesar *censored* ratus ribu rupiah. Jumlahnya 2x lipat uang bulanan jaman saya SMA. Dengan jumlah uang yang lebih banyak itu, saya jadi sering jetlag. Bukan jetlag gara-gara Vladivostok dan Bandung itu beda 4 jam, tapi gara-gara duit dikit jadi tiba-tiba banyak.

Sering ngerasa sok karena duit lagi banyak, akhirnya tarik tunai, tarik tunai. Dan terakhir saya cek, rupanya saldo bulanan udah kepake cukup banyak. Saya pikir-pikir lagi buat keseharian selama ini. Les piano ga bayar karena udah ada yang nganter mingguan. Buat latian dance sama Skywalker, kira-kira saya ngeluarin duit sekitar 30 ribu, ditambah ongkos pulang bisa 10 sampe 15 ribu. Belum lagi acara-acara kayak makan-makan dan hal-hal insidental lainnya, uang mingguan saya kadang habis dan kepaksa harus modal bank nasional lagi (minta duit ke papa mama). Ternyata dari uang mingguan yang udah dinaikin 2x lipat aja belum cukup! Bahkan tadi, gara-gara beli minum, saya harus ke ATM lagi karena di dompet uang sisanya tinggal 4 ribu perak! Sebenernya ada 60 ribu sih, karena ada 20 RM. Tapi ini kan Indonesia, bukan Malaysia..

Ya Tuhan, semoga kedepannya saya bisa ngatur keuangan lebih baik lagi..

Thursday, August 11, 2011

Gastritis dan Batal Puasa

Udah bukan rahasia lagi kalau saya emang mengidap gastritis super sekali. Nah, si gastritis ini kadang suka muncul di saat yang benar-benar tidak pas. Bayangkan, betapa nggak enaknya ketika gastritis muncul waktu kita lagi kerja, belajar di sekolah, lagi ulangan, ataupun waktu lagi belanja. Memang penyakit yang satu itu parasit, pengganggu banget.

Dan Ramadhan taun ini, lagi-lagi puasa saya bolong gara-gara gastritis super menyebalkan itu. Gimana nggak, siang-siang waktu saya lagi pulang, gastritis tiba-tiba menyerang. Rasa perih di lambung itu gak bisa dihindari lagi. Padahal jelas-jelas saya makan saur dan menghindari makanan pedas. Tapi tetep, aja sakitnya dateng lagi dateng lagi. Benar-benar menjengkelkan. Dan gara-gara inilah, saya harus ganti puasa nanti.

Untuk pencegahan, buat yang gastritisnya sering kumat, lebih baik sebelum mulai puasa makannya agak dibanyakin, kurangin yang pedas-pedas dan asem-asem, dan minum antasid. Kalau minum vitamin, usahakan yang nggak asam (sekarang udah banyak vitamin C yang nggak memacu asam lambung). Supaya puasa nggak sampe bolong gara-gara gastritis.

Hey, Ye Old Faithful

It's been a very long time since my last post on May *LOL* and it's seemed that I've got new 'toys'. And so sorry for not posting for a long time, due to my busy schedule.

So let me know what's been up here. My following list shows only a few of diligent writers, which means that I've got a few number of people who still post frequently. Well where have you been, guys, when I was gone?

Alright, so I'll try to revive this old faithful friend and still, my posts will be in both English and Indonesian, depending on my mood. When I'm in mood to post in English, so the post will be written in English. And when I'm not in my mood to post in English, I'll post in Indonesian instead. I wish you guys will understand.

Have yourself a merry day!

Regards,
Klaus

Friday, May 6, 2011

Kena Damprat Juga Dah!

Hari-hari liburan gue keliatannya boring karena setelah UN kerja gue cuman diem di rumah, nunggu SMS ato cici ato koko gue ngajak pergi, online, dan sebagainya. Sungguh, kebosanan ini semakin ditebalkan saja dengan kelakuan-kelakuan nyonya gede dan tuyul millenium-nya itu berdasarkan cerita-cerita temen gue.

Lupakan. Mengisi waktu libur ini, gue seringkali menghabiskan waktu dengan Tumblr. Dan guess what? Gue seneng karena postingan-postingan bertema Korea ato arsitektur dari gue jadi daya tarik Tumblr gue. Dan mohon maaf om Blogger, follower gue di Tumblr lebih banyak daripada disini (gak laku hahaha).

Nah keasikan itu akhirnya gue jadiin job. Yap, menulis di Tumblr dan posting foto-foto serta mini-review. Akhirnya seringkali gue online sampe malem ditemenin sama Ka Udi yang ikut-ikutan kena insomnia. Aigoo ~

Betenya, kadang gue sering dilarang buat online sama nyokap. Aslinya sih gue diijinin karena gue udah bebas dan gak ada sekolah lagi (kuliah bo!), walhasil online adalah hiburan buat gue. Tapi sore tadi, gue kena damprat gara-gara sodara gue yang kecil yang cewe (dahsyat lah susunan bahasanya)  ikutan online. Padahal dia gak boleh online harusnya tapi ngeliat gue kokonya online, eh dia ikutan. Walhasil gak cuman dia aja, gue juga kena marah nyokap. Padahal gue kan lagi kerja, mam :'(
Sampe malem ternyata masih berlangsung. Akhirnya gue cabut modem dan pura-pura maen Zuma (parahnya). Sampe semua orang udah pada tidur akhirnya gue bisa kembali ke dunia maya lagi.

Ah sumpahnya..

Hi, Blog!

Coba tebak udah berapa lama gue gak malang-melintang di dunia per-blog-an yang semakin hari semakin saya tinggalkan gara-gara saya lebih sering numbelog daripad nge-blog?

Ah sudahlah intinya saya mau bilang, saya kangen my orange blogger! :D
#kembang api

Sepertinya dengan ini saya resmikan bahwa kedepannya beberapa postingan akan bersifat sedikit ngaco, sedikit sinting, ditambah bumbu-bumbu penyedap semacam sasa atau roiko (oh merk!). Sudahlah, saya akhiri saja pidato pembuka memalukan umat ini.

Welcome to my blog, guys!