Translate This Page

Thursday, August 19, 2010

Why Did You Say "Yes" When You Knew You'd Bring Hurt?

One day, you got it.. The proposal.
You might had known it before, you'd take hard consequences.
You weren't that brave to accept it, you might had known what would happen.
You weren't ready for that, and you kept thinking.

But what was on your mind?
Why did you say "Yes" when you knew that you'd just bring hurt?
Sacrificed someone else and you were falling deeper and deeper.
You said that it would be a great expectation for everyone.
An expectation that you thought it would brought you to better place and someone over there was hurt.
You acted like everything would be alright, when you said that "It's just a minor problem".
Forgot whom you thought as "useless" and let yourself drowned deeper, much much deeper.
It was so blinding, and you were so blind.
It was written clearly on your drama.

But hey, remember?
Then you found out that you just burnt a match.
The fire could burn you and hurt you, and it happened.
The fire burnt you finally but you threw the fire to someone else.
You didn't take the consequence and you kept acting like a drama queen.
You acted like you were not guilty that you needed help.
You brought people to your drama and made them involved.
And you just made someone over there hurt, by your fire.

Now you keep hiding and hiding, and avoiding everything.
You try to runaway from your great drama.
You cannot runaway. You cannot runaway somehow.
No matter how hard you try to runaway, you'll always be a coward.

Someone has known the scenario.. and he can guess what will happen in the next scene.
And that person is me..

Happy Shark Goes Sad

Ikan hiu, katanya berbahaya (tapi memang berbahaya sih). Yeah, berbahaya kalau diganggu. Kalau nggak diganggu kan nggak akan ngeganggu balik (kecuali kalau lapar). Waktu ke Seaworld beberapa tahun yang lalu, Kazu main ke akuarium khusus anak kecil. Isinya ada penyu sama ikan hiu yang baik-baik. Kata guidenya, nggak boleh pegang ekor ikan hiunya, nanti dia nggak bisa nafas. Ikan hiunya baik hati dan nggak galak walopun dipegang-pegang. Terus nggak gigit. Jadi Kazu juga nggak takut sama ikannya.

*Picture credit by adriana7.deviantart.com


Oh, bisa juga berenang sama hiunya tapi di akuarium yang besar!

Tapi sekarang hiunya malah dijadikan santapan. Sirip hiunya jadi sup, kasihan ikan hiunya..


Lihat, siripnya berdarah. Kasihan..


Kalau begini, ikan hiu bisa-bisa jadi langka.. Kasihan..

Wednesday, August 18, 2010

It's Been 65 Years!

"Betapa hatiku, takkan pilu..
Telah gugur pahlawanku..
Betapa hatiku tak akan sedih, hamba ditinggal sendiri..

Siapakah kini, p'lipur lara..
Nan Setia dan Perwira
Siapakah Kini Pahlawan Hati
Pembela Bangsa Sejati...


Telah gugur Pahlawanku
Tunai Sudah Janji Bakti
Gugur Satu Tumbuh Sribu
Tanah Air Jaya Sakti..."
Ditujukkan kepada pahlawan kemerdekaan yang telah terlebih dahulu duduk di pangkuan Tuhan. I should have remembered back when Grandpa (from Mom) passed away and he was buried in military ceremonial. Yah, Grandpa memang tidak dimakamkan di makam pahlawan, seperti para pahlawan lain (umumnya). Tapi, seremonial secara militer itu mengingatkan saya bahwa inilah yang mungkin seharusnya jadi imbalan untuk apa yang telah para pahlawan perjuangkan puluhan tahun silam.
"Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa.."
Sebenarnya, saya nggak terlalu memikirkan celaan-celaan yang pernah Malaysia keluarkan untuk Indonesia (yang sebaliknya, celaan-celaan itu menunjukkan kekurangan sendiri). Karena satu hal, bagaimanapun juga nama Indonesia akan selalu harum. Yeah, terlepas dari atribut-atribut menyebalkan seperti korupsi, kolusi, nepotisme, terror bom dan segala macamnya, cobalah melihat sejenak ketika wisatawan dari berbagai negara datang ke Indonesia, memuji Indonesia dengan segala macam budaya dan keagungan alamnya. Dan yang saya lihat, sudah dua kali Bali kita di bom dan dihancurkan oleh teroris-teroris biadab dan bajingan, tapi kemudian namanya kembali harum dan bersinar. Indonesia bangga dengan itu.
"Melambai-lambai..
Nyiur di antai..
Berbisik bisik..
Raja kelana..

Memuja pulau..
Nan indah permai..
Tanah airku..
Indonesia.."
Indonesia dulu mempunyai banyak kerajaan-kerajaan. Beberapa merupakan kerajaan maritim, karena memiliki angkatan laut yang kuat dan invulnerable pada masanya. Dan kalau dilihat, garis pantai di Pulau Jawa sangat panjang. Sepanjang itu pula pohon-pohon kelapa berderet mengikuti alur garis pantai. Letak geografis Indonesia juga menyebabkan Indonesia menjadi negara beriklim tropis. Pantai-pantai di Indonesia menawarkan keindahan yang tidak bisa dibandingkan dengan yang lainnya.
"Sekarang telah menjadi lautan api
Mari Bung! Rebut kembali..."
Kami tidak akan mundur! Kami tidak takut! Setelah Bandung dibumihanguskan pada malam itu, kami tidak akan berhenti sampai disana! Takkan memberikan keuntungan pada penjajah sedikitpun dan kami tidak rela akan hal itu! Sekarang kami bangkit dan lihatlah, Bandung sudah tak lagi menjadi lautan api. Dari puncak Gunung Tangkuban Parahu di malam hari, Bandung bermandikan cahaya di bawah langit berbintang. Bandung telah bangkit dan berdiri tegak. Kami sudah membuktikannya.



Terlepas dari semua hal di atas, saya masih mendengar tangisan Ibu Pertiwi..
"Kulihat ibu pertiwi, sedang bersusah hati..
Air matanya berlinang, mas intannya terkenang.."
Rintihannya terasa pilu melihat keadaan Indonesia sekarang. Korupsi, kemiskinan masih merajalela, masalah-masalah keuangan, bentrokan-bentrokan, semuanya. Kejahatan-kejahatan yang terjadi, kelicikan-kelicikan dan kecurangan bagi mereka yang tak mampu, dan kemudahan dalam mendapatkan uang haram, semuanya terlihat kontras dengan perjuangan para pahlawan dulu. Kenapa sekarang justru kita yang menghancurkan apa yang kita cita-citakan?

Biar bagaimanapun, sekarang sudah 65 tahun sejak hari bersejarah itu. Indonesia sudah banyak berubah. Indonesia sedikit demi sedikit meraih cita-citanya. Kami sudah bangkit, tak mau lagi terpuruk dan akan selalu berdiri melawan keganasan-keganasan yang akan kami lewati. Kami tak boleh kalah dengan negara-negara lain. 65 tahun belum cukup untuk kami bisa menjadi lebih hebat dan lebih baik, tapi kami harus dan akan berusaha menjadi lebih baik.





Ibu Pertiwi jangan menangis lagi..

It's been 65 years. Let's shout it aloud..

FREEDOM!!!

Sunday, August 15, 2010

Droplets Fall From The Grey Sky


Okay, let's look out the window. Oh,it's raining outside.


The sky is so grey, and I love the sound of raindrops fall on the rooftop. From this dark bedroom, I can enjoy the serenity while listening to the rhythm of the falling rain. Korean ballads play from my computer. I think I should take a cup of coffee.


The rain lightens as I go back to my bedroom while taking my coffee. I skip my playlist and change the song. Epik High's Umbrella plays smoothly. It tastes so soft and foamy. I can feel vanilla on my tongue.

Love o' Clock

Ingin sedikit me-review tentang album yang satu ini. Genrenya masih di kawasan K-Pop, tapi kita masuk ke sub-genrenya, K-Pop/Ballad. Sepintas, dari judul albumnya keliatan unik. Love o' Clock, album seorang penyanyi solo cowo Korea bersuara khas dan ballad-ish, Shin Seung Hun. Lagunya Shin Seung Hun, I Believe juga pernah muncul jadi salah satu soundtrack drama Korea, My Sassy Girl.


Album Love o' Clock ini consists of 5 tracks yang semuanya bergenre ballad (atau modern pop). Dari aransemennya, kerasa banget feel ballad, mellow, dan soothing. Cocok buat pelarian kalo pengen ngadem dari genre-genre semacam K-Pop/Dance atau K-Rock. Temponya berada di kisaran Andante sampe Allegreto. Jadi ngga akan terlalu nge-beat (kecuali buat satu lagu yang bernuansa electro). Album ini di-release 12 November 2009 lalu, jadi bisa dibilang udah lama. Tapi lagu-lagunya masih enak buat didenger para penikmat Korean Ballad kok. Itung-itung nambah koleksinya aja.

Buat tracklistnya, karena Kazu ngga ngerti dan begitu ngeh sama bahasa Korea jadi ya Kazu tampilin apa adanya (termasuk romanisasi apa adanya). Albumnya bisa di download di Kpopdream atau disini aja langsung.

Tracklist :
1. 그랬으면 좋겠어 (Geulaesseumyeon Johgesseo)
2. 지금, 사랑할 시간 (Jigeum, Saranghal Sigan)
3. 사랑치 (Sarangchi)
4. 이별할 때 버려야 할 것들 (Ibyeolhal Ttae Beolyeoya Hal Geotdeul)
5. 온도 (Ondo)

Buat komentar per-lagu sendiri sih Kazu ngga akan banyak angkat bicara. Track nomer 1, 3, dan 5 merupakan favorit Kazu. Track 1, 3, dan 5 keliatannya masih konsisten di genre ballad (dengan segala macam aransemen dan pernak-perniknya). Track 2 (Jigeum, Salanghal Sigan) punya tempo yang lebih cepet dari lagu-lagu lainnya. Sementara track 4 (Ibyeolhal Ttae Beolyeoya Hal Geosdeul) inilah yang punya feel electro. Kesan electro bisa didapet dari aransemennya yang paling nyentrik dan beda dibandingin sama track-track lainnya. Temponya juga bisa dibilang paling cepet di antara track-track lainnya.

So, have a nice try!

Saturday, August 14, 2010

Bona dan Rong Rong

Ga ada yang begitu istimewa dengan dua tokoh komik ini



Tapi apa ya yang bikin Kazu sampe sekarang suka sama Bona dan Rong Rong?

Entahlah. Keduanya terlihat lucu, menarik, dan menggemaskan. Bona gajah kecil yang punya belalai sepanjang selang mobil pemadam kebakaran. Sementara Rong Rong si kucing yang selalu pake collar warna biru di lehernya dan wajahnya yang cutie.  Tokoh komik klasik ini udah setia muncul di majalah Bobo dari jaman sepupu Kazu kecil sampe sekarang dia udah nikah. Komik kecil yang ada di halaman terakhir majalan Bobo ini selalu jadi perhatian Kazu. Karena ide-idenya dan imajinasi luar biasanya.

Tapi ada satu hal lagi:
Mereka berbeda tapi mereka bersatu

Bona itu kan gajah, dan dari segi size lebih gede daripada kucing. Sementara itu Rong Rong kan kucing dan karnivora, sizenya jelas-jelas lebih kecil dari Bona. Tapi mereka bisa akur. Jarang banget ada cerita tentang Bona dan Rong Rong yang musuhan.

Seandainya manusia juga bisa kaya gitu, menghargai perbedaan yang ada..

Semakin Kompleks!

Malam hari ini internetan semakin terasa 'berserk' karena faktor pengganggu yang semakin bertambah.

Barusan saja si papa keluar dari kamar dan pergi ke toilet. Eh pas mau balik lagi ke kamar, kepergok deh saya lagi internetan malem-malem. Dan yang paling ngga suka adalah, si papa suka sok-sokan duduk di ruang keluarga ato pura-pura nonton sambil ngeliatin apa yang dikerjakan anaknya ter-'sayang'. Saya ngga suka kalau internetan atau lagi ngeblog atau semacamnya terus diliatin orang dengan seksama, semacam di-spy atau sejenisnya.

Belum lagi masalah satu ini muncul lagi :


Ta' gamplengi!

Masalah Kompleks

Saya jadi bingung, yang lambat itu speed internetnya atau memang Facebook yang semakin lambat? 

Komentar dari satu, dua, tiga, dan beberapa orang berhasil menghasut saya..

Facebook kok jadi lemot?

Frustated Mikirin Koneksi Internet

Ga ada habisnya emang ini topik. Bener-bener wedus masalahnya.

Langsung ke topik utamanya aja. Apa sih salah satu penyebabnya speed internet di rumah lemot? Padahal ngga biasanya kayak begini. Setelah denger sana sini ternyata didapatlah sebuah jawaban yang agak mengesalkan tapi bikin introspeksi juga :
"Pemakaiannya sudah over jadi terpaksa bandwidthnya dikurangi.."
Oh ya, gue lupa bahwa internet di rumah gue pake quota 50 hours --"

Wadefak, tapi seengganya ga usah pake dikurangi bandwidthnya dong mas! Tau dan sadar diri sih kalo pake internet PASTI sampe over, tapi itu juga kan karena kebutuhan Kazu yang mendasar (seperti kontak ria dengan temen-temen di Facebook atau Twitter, download lagu kesayangan, update blog, nyedot MV, dan lain-lain) sehingga tidak bisa diganggu gugat akan eksistensinya kebutuhan-kebutuhan di atas. Bahkan kalo pake malem hari aja tetep lemot. Ada apa sih? Jadi inget beberapa hari yang lalu mau update status sehabis nonton MTV World Stage VMAJ 2010 taunya gagal total gara-gara speednya yang ngajak berantem di kasur (minta digamplengi).

Sampe sekarang, si koneksi 'Speed That You Can Trust' ini masih ngga bisa dipercaya. 'Speed That You Cannot Trust', itu yang bener! Gimana bisa tahan buat bales komen aja perlu ngerefresh page berkali-kali. Mendingan masuk komennya, lah ini gagal? Goblok!

Dibandingin waktu internetan di UPI, jangan ditanya lagi. Puas dah internetan disana. Download cepet, ngeload ini itu cepet, puas banget! Mau nggak yah UPI bagi-bagi bandwidthnya??

Friday, August 13, 2010

Have Fun at Workplace [Magang Majnun]

Beginilah rasanya kerja (baca: magang) dengan orang-orang yang beda-beda karakter tapi pada intinya satu, sableng! Bukan karena mereka pernah digigit anjingnya Entin Lopez atau keselek seblak, tapi karena emang pada dasarnya semuanya gila sama yang namanya kamera (buat yang sok jaim, sori sori aja nanti juga mejeng fotonya di Facebook #evil laughs). Ceritanya dimulai sebenernya sejak hari Kamis kemarin ini, yang dimulai dari rencana foto-foto di gedung 'Astor' (baca: FPMIPA UPI).

Pertanyaan pertama: "Kenapa disebut gdeung 'Astor'?"
Sebenernya sih Kazu dapet istilah ini dari si Ebil, sepupu tersableng sepanjang masa. Diceritakan dia pernah ikut lomba di gedung FPMIPA UPI dan karena bosen dia naik ke tangga spiral di dalam sebuah silinder. Nah, bentuknya itu katanya mirip 'Astor' dan kebetulan doi juga lagi makan 'Astor', walhasil disebutlah gedung Astor (jendela-jendela silindernya mungkin lebih menggambarkan sang 'Astor').

Back to the story!

Dimulai dari UPINet, dan sialan banget si gue ditinggalin sama Ferry dan Sebastian. Sebuah SMS muncul di HP Kazu waktu Kazu lagi di mobil menuju UPI.
"Aku duluan ya ke UPINetnya, diajakin Pipeng hehe.."
Wedus! Gue sendirian dong kesononya? Ah tak apa lah soalnya Kazu kan jurigna UPI :P
Sampai di UPINet, ga perlu buang-buang waktu lama buat nyari anak-anak itu. Seperti biasa, udah nongkrong di kelas alias warnet. Setelah Kazu ikutan nge-net juga akhirnya kita berlima, Kazu, Pipeng, Merry, Sebastian, dan Ferry langsung nyosor ke gedung Astor itu. Perjalanan yang agak jauh (tapi ga jauh-jauh amat) bikin kita lega waktu udah sampe di lobby gedung itu. Whoaaaa, sumpahnya tuh gedung kaya daigaku banget (katrok, lagian emang udah daigaku juga...) dan tempatnya juga bersih! Sambil jalan sepanjang koridornya, Kazu juga sambil foto-foto. Beberapa ada yang dapet candid, salah satunya foto Merry yang gayanya gak-boleh-ditiru-di-rumah. Udah puas di lantai 1, akhirnya si Pipeng langsung jadi tour guider, bawa kita ke lantai paling atas, lantai 5. Wow! Ternyata si Ferry takut ketinggian! Pantesan aja waktu foto-foto di lantai 5 bawaannya dia tegang. Setelah melakukan kegilaan-kegilaan ngga jelas (untungnya Kazu ga ikut-ikutan foto-foto di toilet), akhirnya kita pergi lagi ke lantai dasar dan cabut ke 'gua'.

Pertanyaan kedua: "'Gua' itu apa?"
Banyak orang memang menyebut itu sebagai gua. Sebenernya cuman terowongan aja yang menghubungkan jalan utama UPI (Kazu lupa nama jalannya apa) sama taman Partere ato Isola. Pernah denger ato tahu tentang Villa Isola? Nah, ada satu terowongan yang menghubungkan jalan utama sama tamannya. Tamannya bisa dibilang besar dan dibilang sangat besar buat ukuran halaman depan rumah. Sebuah kolam ikan dengan papan 'Dilarang Mancing' mejeng di sebelah kiri bangunan. Tepat di depan bangunan utama Isola ada pohon Beringin gede yang mayungin area sekitarnya. Ada juga kolam ikan kecil dengan patung cupid di tengahnya. Mulailah si Pipeng cerita tentang mitos-mitos semacam pasangan yang pacaran disana bakalan langgeng ato sejenisnya. Setelah ngadem di taman Isola yang anginnya sepoy-sepoy dan syahdu, mulailah waktu bagi para pria muslim buat solat Jum'at. Si Ferry dan Sebastian nyosor ke mesjid UPI yang gedenya alaihim itu. Di jalan liat kiri-kanan udah mulai sepi. Kayanya udah pada ke mesjid (yang cewe-cewenya mungkin lagi pada ngadem di gedung kampusnya masing-masing).

Selese pada Jum'atan, Kazu ngajak mereka berdua ke FPBS. Buat apa? Good job, maen piano! Ohya, perlu diketahui bahwa Bang Sonson, temen Kazu di Purwacaraka akhirnya masuk UPI jurusan Seni Musik! Congratulation yang bang! Ntar jadi senior gue :P Setelah puas maen piano, kita langsung bergegas ke UPINet. Masalahnya, anak dua itu, si Merry ama Pipeng takutnya lagi nungguin ato udah bete nyariin kita. Eh sialnya pas nyampe sana si Pipeng ngeSMS kalo dia ama Merry udah balik duluan. Weduuuusss!!!

Yowes lah, ceritanya segini dulu aja. Pegel ini tangan. Mana foto-fotonya belum pada di-upload. Engke bae nya..