Di komplek gue yang asri nan sepi ngesot-ngesot dan tentunya banyak anak-anak naek sepeda sore-sore (awesome!), sering lewat tukang sate Padang yang sekarang jadi langganan. Dulunya gue bahkan gak tau perbedaan sate Padang sama sate biasa (yang gue tau malahan sate Maranggi, ato Maringgi, Datuk Maringgi Siti Nurbaya halah!). Pas gue coba ternyata beda banget!
Pertama-tama, gue sering liat tukang sate Padang itu nangkring di deket rumah gue. Hell yeah, aromanya masuk ke rumah. Awalnya sih gue ignore aroma-aroma kayu bakar yang khas itu, tapi lama-lama gue gak nahan. Terutama karena letak perpustakaan dan ruang musik rumah gue punya ventilasi dan jendela-jendela yang cukup mampret gede, walhasil sore-sore suka ganggu aura musikal gue. Lagi asik-asik maenin Mozart ato Rachmaninoff, tiba-tiba kepikiran Tambo Cie, Minang Bahagia, Sari Bundo, ato Azab Kubua (halah ga nyambung!). Akhirnya gue penasaran sama yang namanya sate Padang itu. Berbekal duit 10 rebuan, gue dapet sate Padang sepiring dengan porsi yang cukup mengenyangkan buat abdomen gue. And hey, si tukang sate Padang itu keliling pake motor sambil menyanyikan theme song-nya (coba bisa gue rekam shout-nya). Orangnya ramah dan baik, beda sama penampilannya yang rada garang (hahaha maaf uda!). Dan mungkin karena gue langganan, jadi si tukang sate Padang itu jadiin depan rumah gue sebagai headquarter-nya. Hahahaha sore-sore balik sekolah, gue udah di-welcome sama sate Padang. Very fascinating!
Hahahaha kapan-kapan gue buka stall sate Padang aja :P
Translate This Page
Showing posts with label cuisine. Show all posts
Showing posts with label cuisine. Show all posts
Saturday, January 22, 2011
Thursday, August 19, 2010
Happy Shark Goes Sad
Ikan hiu, katanya berbahaya (tapi memang berbahaya sih). Yeah, berbahaya kalau diganggu. Kalau nggak diganggu kan nggak akan ngeganggu balik (kecuali kalau lapar). Waktu ke Seaworld beberapa tahun yang lalu, Kazu main ke akuarium khusus anak kecil. Isinya ada penyu sama ikan hiu yang baik-baik. Kata guidenya, nggak boleh pegang ekor ikan hiunya, nanti dia nggak bisa nafas. Ikan hiunya baik hati dan nggak galak walopun dipegang-pegang. Terus nggak gigit. Jadi Kazu juga nggak takut sama ikannya.
*Picture credit by adriana7.deviantart.com
Oh, bisa juga berenang sama hiunya tapi di akuarium yang besar!
Tapi sekarang hiunya malah dijadikan santapan. Sirip hiunya jadi sup, kasihan ikan hiunya..
Lihat, siripnya berdarah. Kasihan..
Kalau begini, ikan hiu bisa-bisa jadi langka.. Kasihan..
Subscribe to:
Posts (Atom)



