Translate This Page

Tuesday, July 27, 2010

Break It, And Fly Somewhere Over The Stratocumulus!

'Obstacle' consists of 8 letters. It's not a long word, but it's actually hazardous. Have you ever thought that an-8-letter-word can affect a life of someone even a whole life?

Obstacle is such a disgusting and harassing thing (Lenka says "Trouble is a Friend"), and it can push you down somehow so hard that you think you'll never be able to get up and throw it away. The obstacle seems to be a Berlin Wall that separates Western German and Eastern German. Or the obstacle can be described as a long line of traffic jam that makes you hard to get through your way and you cannot go to your destination. You may press the klaxon but it will not always work at all. For me, obstacle is described as a monster following you behind and can appear anytime you cannot predict.

Obstacle also seems to be clouds, clouds that cover the light blue sky and sun to shine. You may think that the clouds are above and the sun will not shine so you'll just let the clouds stay above you and they may drop the rain sometimes. So why don't you just try to fly against the clouds like the airplanes do so you'll see what's over the clouds. Obstacles are stones blocking your way home, and why don't you just throw or move the stones away that you'll see the road ahead you leading you home?

Just fly, through the sky and you'll see the silver linings..

Stop Being Hypocrite

It sounds disgusting.
It sounds annoying.
It sounds so coward.
It sounds harassing.
It sounds so gimcrack.

Sounds of The Winter

It's a long long road to the winter time, but I can smell the smell of the winter. My favorite ideas of winter is fire on the fireplace, starry night, gifts, gingerman in cookie jar, family gathering, waiting for Santa Claus, and the climax is a special atmosphere I can only get in winter time.

God, I'm so missing the snowman and snowy backyard..

Monday, July 26, 2010

I Missed The Last Plane But It Doesn't Really Matter

As long as you have another plane for home or another way for home, and you still have friends around you or you realize that there are people who face the truth harder somewhere than what you're facing now..
So, I won't give a shit for such a thing like that.
I guess whenever and wherever they bow-wowing at me, as long as I have my friends and I'm on the right way (literally: not guilty), so what?
Thinking for such stupid things repeatedly, and ignoring another good chance.. Oh guys, c'mon! I don't give damn for that :D

Saturday, July 24, 2010

Perhatikan Penggunaan Punctuation, Jangan Gunakan Jika Tidak Tahu Kegunaannya

Sebenernya Kazu juga pada awalnya bingung dengan punctuation yang satu ini. Dagger, dilambangkan dengan '†' adalah sebuah simbol tipografi yang juga disebut 'obelus' (salib). Kata obelus sendiri berasal dari sebuah kata berbahasa Yunani, 'obeliskos' yang berarti 'obelus kecil'. Ada juga double dagger atau disebut juga diesis (‡).

Kazu sering liat banyak profil di Facebook yang namanya menggunakan karakter ini. Entah itu di bagian awal nama, di bagian tengah dan seringnya nyelip sebagai pengganti huruf 't', atau di bagian akhir dengan maksud yang menurut Kazu ngga jelas. Sebenernya, penggunaan itu termasuk malfungsi karena Kazu fikir mereka ngga sepenuhnya tau apa kegunaan asli dari dagger tersebut.

Dagger itu punya kegunaan yang sama seperti asterisk atau tanda bintang (*), yang fungsinya sebagai penanda catatan kaki. Tapi, dagger itu digunakan kalau si asterisk atau tanda bintang sudah digunakan (misalnya ada dua catatan kaki). Kalau catatan kakinya ada tiga, maka digunakanlah double dagger. Sejarah simbol dagger sendiri pertama kali digunakan dalam buku-buku liturgi dari Gereja Katolik Roma. Dagger digunakan sebagai penanda jeda kecil dalam kidung kecil dalam Mazmur (jeda utama ditandai dengan tanda bintang atau asterisk). Tapi, tahu ngga sih kalo ternyata sekarang ini dagger yang sering kita lihat berarti juga sebagai sesuatu yang lain?

Dagger punya banyak fungsi tergantung dari konteksnya. Seperti dalam biologi, dagger diletakkan setelah nama spesies yang menunjukkan bahwa spesies yang dimaksud sudah punah. Lalu bagaimana dengan dagger yang umumnya sekarang digunakan? Nah yang sekarang digunakan itu dagger yang ternyata juga mewakili sebagai lambang salib buat umat Kristen. Tapi penyalahgunaannya juga bisa bikin kacau dan merinding. Dagger yang diletakkan di depan atau di belakang nama dari orang yang sudah meninggal (almarhum), kaya yang biasa kita liat di batu nisan di pemakaman Kristen. Oleh karenanya, penggunaan dagger ini ngga bisa asal-asalan dipake. Dagger ngga seharusnya diletakkan di depan atau belakang nama seseorang yang masih hidup.

Contoh kasusnya bener-bener keliatan di Facebook dan Friendster (pada waktu itu). Mungkin si subjek bermaksud lain (semisal menunjukkan identitasnya sebagai seorang kristiani), tapi menurut saya caranya ngga gitu. Dagger sekarang ini dianggap sebagai lambang bagi seseorang yang udah meninggal (bisa dilihat di obituari di koran). Untuk menunjukkan identitas kan bisa lewat form 'Religious Views' atau 'Affiation' kalo menurut saya, karena peletakannya itulah yang justru sebenernya jadi masalah. Penyalahgunaan punctuation kaya gini harusnya diminimalisir supaya ngga terjadi hal-hal yang ngga diinginkan (semisal asumsi bahwa si pemilik akun sudah meninggal dan akun diambil alih oleh sanak saudaranya).

Then I guess it sounds absurd and spooky, seeing dead person being online on Facebook..

Friday, July 23, 2010

Bertemu Teman Lama: Si Cina Jenius Dari NE!

Wah hari yang seronok kali hari ini (perlu diketahui bahwa virus dari Sharie Ninapong, teman Kazu berdarah Padang-Rusia-Korea itu sudah mewabah yang menyebabkan penderitanya terus menerus mengatakan 'seronok'). Bukan karena seblak kering rasa barbekyu tak pedas atau Good Tea rasa lemon, tapi karena bertemu dengan seseorang yang sudah lama Kazu rindukan. Masalahnya, anak ini dengan kejeniusan otaknya, ide-idenya yang kreatif, sikapnya yang rendah diri, friendly dan penyabar ini sudah lama menjadi best listener buat Kazu terutama kalo Kazu udah mulai down kalo menghadapi satu masalah.

Satu kelompok taklif sama dia waktu SMP (taklif itu semacam pramuka, tapi kegiatannya lebih beragam) walaupun sayangnya tidak satu kelompok mentor. Dia itu seangkatan Kazu aslinya, tapi berhubung otaknya yang jenius memaksa dia untuk ikut kelas akselerasi maka dengan sangat menyesal Kazu harus katakan bahwa dia sudah jadi anak kuliahan sekarang :'(
Waktu session buat taklif, dia suka mengutarakan kejeniusan ide-idenya. Emang sih terkadang dia jadi bulan-bulanan juga dari si boss ato temen-temen yang lain, mungkin karena idenya dianggap super gila buat mereka (padahal ide-idenya brilliant tapi sayang kurang dianggap). Secara emosi dia lebih dewasa dari Kazu, terlihat dari cara dia ngedengerin orang lain yang curhat. Ngga gampang marah tapi cukup gampang buat terharu, terutama kalo ada sesi ESQ. Orangnya cenderung pendiam, dan dari segi penampilan pada saat itu terlihat sederhana (ngga menonjolkan bahwa 'nih gue bajunya baru' ato 'ohya gue anak distro loh!' ah bener-bener #swt #phew). Anaknya asik kalo buat diajak ngobrol walopun sori ya kadang kalo ngelucu agak garing (but it doesn't matter, dude). Selera musiknya ngga jauh sama temen-temen deketnya, yeah sekitaran J-Pop atau J-Rock and anything smells Anime.

Kalo ngeliat dia secara fisik, pada saat itu dia adalah seorang anak laki-laki dengan postur tubuh chubby menurut Kazu (dan sebagian koresponden lainnya). Tingginya ngga jauh beda sama Kazu walopun yeah bedanya cuman sedikit. Putih, kaya bule walopun dia ngga bule dan matanya sipit. Firstly he looked like Chinese, and then he was simply regarded as Chinese, and third I used to consider him as a Chinese boy like me. Tiga hal yang sampe sekarang masih saya anut bahkan setelah melihat wujudnya yang asli. Rambutnya wavy kecoklatan (astaga curiga dia bule beneran) dan kalo dari segi wajah sih kayanya pantes banyak yang crush on him, padahal dia orangnya pendiem waktu itu #ngakak.

Tadi ketemu anak itu di saat yang tidak diduga, yaitu waktu Kazu baru selesai rehearsal buat live performance besok di TEDC. Keluar dari komplek TEDC dan berencana mau beli seblak bersama beberapa spesies lainnya dari kingdom dan genus yang sama, eh malah ketemu sama spesies yang udah lama ngga ada kabarnya ini. Kazu rasa Kazu dan dirinya udah lost contact lebih dari 3 tahun. Gee! Dia jadi tinggi sekarang, dan tentunya semakin Chinese. Ngomongnya udah ngga sekaku dulu. Jadi asik orangnya dan megang Vario warna merah (ga penting sih sebenernya ngomongin motornya). Dia yang sekarang ini berencana mau ambil jurusan Geologi di Unpad udah berhasil bikin Kazu gigit jari gara-gara ngebet pengen masuk jurusan International Relationship di Unpar. Masih tetep jadi orang intelek, keliatan dari mukanya dan cara ngomongnya (it's written obviously, dude). Ngga banyak berubah sih kecuali isu banyaknya cewe-cewe yang ngeceng bule yang satu itu. Entahlah, ditanya Facebook dia jawab ngga punya, Twitter juga ga punya. Kecuali satu-satunya jalan buat kontak-kontakan adalah SMS. Berhasil dapet nomer HPnya jadi akhirnya bisa sharing lagi kalo ada masalah.

Great, temen Kazu yang bahkan katanya lebih muda dari Kazu justru lebih cepet kuliah dibandingin Kazu. Selamat ya dude udah berhasil bikin Kazu nendang tembok gara-gara rencana kuliahmu yang outstanding itu. Dirimu juga masih tetap menjadi sosok sederhana seperti yang Kazu kenal dulu. Tetaplah menjadi begitu, you're still my bestfriend kok :D

Muhammad Ibrahim Alhanif, kemana aja anda!!!

Thursday, July 22, 2010

Wish I Can Help Uncle 'Big Joe'

He used to pick me up after school, and what's the most interesting point? Hell yeah, cycling together! Setra Duta is huge enough to be discovered. Honestly, I have been lost there once. I should have chosen the right way but then I found myself looking for my home at Setra Duta Dago street. He is a great cyclist I ever meet, even he signed for the competition several days ago. Sometimes he visits my house and plays the piano. Well, he doesn't play as hard as me but he simply plays it well. He sometimes takes me to his house and I'll play his piano there or chat with Oling, great sister with outstanding ability of listening. She just listens to a song and then replays the song on the piano like Nodame!

Uncle Big, that's the way I used to call him. Although I suppose I have to call him with his name, Uncle Ivan. He looks like a Big Joe on the story I've ever heard before. He's regarded to be a strong person and invulnerable. His appearance simply describes him in particular (physically). But who knows, he secretly cried when we together were watching 'Hearty Paws'. Uncle Big must have had a lot of experiences and I'm so proud of having an uncle like him. He mustn't be as old as dad. His age is simply in my age actually, but still elder than me. I didn't use to enjoy being together with him when I was 13 because seeing his appearance made me basically afraid. But soon I realized that he is a great uncle. Uncle Big is such a gorgeous adventurer and also challenger. He likes challenges and adventures (sort of 'outdoor' person), unlike me who loves to basically stay home and sit then play my piano.

We were in the way home when I told him about my feelings of my new class. It seemed to be better than my class before where everything seems to go slightly better and better. But unlike me, Uncle Big seemed to see a trouble on his workplace. After I finished my story, I asked him about his workplace situation. I could feel the absurd and hectic atmosphere of his workplace, clearly written on the way he spoke. I couldn't see his face, covered with a full-face helmet. He was crying or not, I wasn't really sure about that. He sounded to be so depressed and tired with the human beings on his workplace. I might have given him a cup of coffee but I didn't give it. He used to refuse it and buy it by himself.

Came home and I opened the door for him. But he didn't come in. He stayed outside and the went somewhere. Then I could see his depression on his face. I guessed I just imagined the situation on his workplace and wondered if I could change it. Uncle Big didn't deserve for that. He deserved for better workplace where he could work better and feel better in the cozy atmosphere. His relations might have treated him in (a bit) bad manner because I had seen them treated him like that before. He seemed to be so stiff but soon I knew what had he felt.

Uncle 'Big Joe' has helped me out of my troubles and he is such a helpful person. Daddy should be proud of having brother like him. Daddy is far away from me and I think Uncle Big Joe is here for me (although Daddy is irreplaceable but I can see Daddy on Uncle Big Joe). I have to help him back to pay what he has done to me. He's been good to me and I have to be good to him. I gotta help him somehow, but.. I keep wondering how to help him out..

Uncle Big, I wish I can help you out of this trouble..

And Finally I Punched That Modem, Yeehaw!

Sudah lama banget yang namanya isu (bukan isu lagi sih tapi emang sering terjadi) koneksi lemot terjadi. Menghadapi yang satu ini juga udah pake ratusan cara dari mulai menunggu, berdoa, berharap, bersabar, sampe mencak-mencak, ngumpat, nyumpahin koneksi kacrut-kacrutan ini bahkan ngegebuk modem kaya kasur. Sekarang ini aja selagi Kazu bikin posting ini, entahlah koneksinya masih jalan di tempat aja kaya baris berbaris.

Pada umumnya modem itu punya 'torso' kaya gini (atau 'penampang' buat bahasa biologinya). Di bagian belakangnya ada banyak port buat ngeplug kabel-kabel. Di bagian depannya ada beberapa indikator kaya yang di gambar di atas.
Power biasanya ditandai pake LED warna merah. Sementara indikator lainnya menggunakan LED warna kuning. Di bagian kanan biasanya ada beberapa indikator yang letaknya berjejer berdekatan, yang mengindikasikan device mana aja yang tersambung dengan modem. Biasanya ngga cuman ada satu atau dua, tapi tiga empat bahkan 16. Itu menunjukkan bahwa indikator yang menyala itu adalah device yang lagi terhubung ke modemnya. Semakin banyak indikator yang nyala maka semakin banyak juga device yang terhubung.

Indikator lainnya ada di bagian kiri: ADSL, Alarm, dan Act.
ADSL itu indikator yang menunjukkan terhubungnya modem dengan line telepon atau ke koneksi lebih lanjut (biasanya ISP menghubungkannya ke kabel telepon yang kemudian sambungan telepon rumah dihubungkan ke serat optik bawah tanah). Kalau indikator ini nyala berarti modem pada saat dinyalakan udah terhubung ke line telepon.
Alarm itu indikator yang menunjukkan bahwa penggunaan sudah hampir mendekati batas (biasanya buat yang pake koneksi internet berkuota). Pada saat indikator alarm nyala, biasanya indikator lainnya pada mati kecuali indikator device yang terhubung.
Act adalah indikator terpenting lainnya, karena kalau indikator yang satu ini ga jalan otomatis kita ngga kehubung ke internet. Terhubung dengan line telepon ga berarti kita bisa langsung pake internet. Kaya ngeplug kabel telpon ke port line-telephone di laptop, selama kita belum akses dial-up connection maka ngga bisa kita pake internet. Act ini terkadang nyala, tapi ternyata internetnya ngga jalan. Kalo udah gini biasanya mendadak jadi lemot koneksinya, upload download kadang jadi gagal, dan buat ngeload satu situs membutuhkan waktu yang lamanya alaihim. Dan inilah yang dinamakan 'koneksi soblok'.


Terkadang walopun udah nyambung ke internet, tapi speednya ngga jalan juga. Atau bisa diliat di icon Local Area Network yang ada di taskbar. Double click buat liat info lebih lanjutnya. Nanti bisa diliat di bagian 'activity', berapa banyak byte yang masuk dan keluar (ditandai sama 'received' dan 'sent'). Kadang dua-duanya sama-sama nambah, tapi pelan-pelan. Entahlah, koneksi ini bikin aneh dan yang paling menjijikkan adalah saat Mozilla Firefox malahan dengan sukses ngeload situs gagal kaya ilustrasi diatas..

Kalo udah gitu, yang harus dilakukan ya.. berdoa, menunggu, berharap. Kalau udah ga sabar kaya Kazu ini.. ya terpaksa deh hasilnya jadi gini :


Ditonjok bukannya tobat malahan nyolot nih koneksi.. Ya Tuhan...

Drop of Fresh Morning Dew


Cloudy morning...

Chronicle of Waking Up In The Morning Earlier

Putting Big Ben in your bedroom might be such a great idea.
Or any better ideas than alarm clock and hot water spray?