Translate This Page

Sunday, June 27, 2010

Melangkah Dengan Sepatu Baru :D

Asyiknya kemarin malam berhasil membujuk papa buat beli sepatu baru, gara-garanya sih sepele : Sepatunya sudah kumal dan rusak di beberapa bagian dengan jahitan-jahitan yang mau eksis. Bahkan si papa sudah menunjukkan tanda-tanda 'murah hati' di CiWalk kemaren malem.

"De, liat itu ada toko olahraga. Barang kali mau beli bola."
"Ah, aneh-aneh aja. Aku carinya sepatu sama jaket."
"Wah, tadi di atas ada sepatu tuh banyak, sale lagi."

Kenapa ngga bilang dari tadi? Kalo bilang dari tadi kan saya ke Pattaya-nya bisa nanti..

Akhirnya setelah bujuk rupa dan sedikit memelas gara-gara hadiah naik kelas (rada curiga sih kalo ngeliat ke nilai-nilai yang turun gunung), sore ini saya diajak papa ke toko sepatu. Setelah pilih-pilih yang keliatannya enak dipandang enak dipakai akhirnya saya terjebak dalam 2 pilihan, Fila dan Vans. Keduanya bikin saya dilema, punya bentuk yang sama-sama saya suka, dari segi warna juga pilihannya enak-enak : Fila dengan skema warna navy blue, merah, sama putih dan Vans dengan skema warna hitam, merah, dan putih. Dari segi harga ga jauh beda. dan dua-duanya bikin saya bingung! Coba aja bisa pilih dua-duanya, kan asik *ngarep*

Akhirnya pilihan saya tujukan pada Vans. Yeah, memang warnanya hitam bukan navy blue dan dari segi komposisi bahan juga beda. Tapi ga berarti saya ga suka loh! Sizenya 41, berarti saya bertumbuh besar *maksudnya kakinya melebar*. Senangnya!

Thanks God, akhirnya saya ganti sepatu juga. Kaki juga jadi lebih nyaman.
See ya, the old Weidenmenn. Kalo lagi bosen nanti kamu saya pake juga kok. It's about time.. Tenang aja :P

Big Spender

Minggu ini merupakan minggu dengan pengeluaran yang cukup dahsyat buat seorang saya (yang notabene sering bokek dan merasa bokek, padahal entah di dompet atau tabungan ada berapa duitnya). Bayangkan, dari total hasil tabungan sebanyak IDR 300.000 yang terkumpul (termasuk dari nabung, ngambilin kembalian belanjaan *soblok*, bayaran hasil disewa *jasa musisi maksudnya*, sampe jatah ongkos sekolah) udah kepake sebanyak IDR 150.000! Dan barusan aja ngisi powercard di Game Master sebanyak IDR 10.000. Dari IDR 300.000, sebenernya ga ada apa-apanya sih dipake segitu. Tapi kalo diliat grafiknya, turunnya drastis banget dan menandakan bahwa saya ga bisa dipercaya buat megang duit *hiks hiks*

Agak shock juga saya kalo dipikir-pikir selama seminggu ini ngabisin setengahnya dari total IDR 300.000 buat hal-hal yang ga begitu penting (beberapa memang sangat penting sih, termasuk cicilan utang *halah*). Tapi yang saya ngga ngerti, kenapa uangnya bisa habis gara-gara Chic Choc, Pringles, Soyjoy, Cadburry, sama yang menurut saya lebih konyol : Seblak?! Kalo dipikir-pikir jajan sebanyak itu ga akan sampe 150.000, lha wong seblak aja cuman 2 rebuan. 5 rebu udah bisa sekalian beli Teh Poci juga. Bayar utang, lha saya aja bayarnya cuman 5 rebu, itu juga sisa 6 rebunya diikhlasin sama yang diutanginnya. Terus apa lagi ya? Oh iya, Game Master juga sih. Tapi saya cuman isi powercard 20 rebu. Misalkan kepake 20 rebu, jadi sisanya 280 rebu kan dari total 30 rebu itu. Nah namanya beli seblak and the gang kurang lebih 25 rebu (nyadar diri Soyjoy tuh mahal), berarti kan masih ada 255.000 perak lagi kan?

Yang 255.000 perak ini dikemanain? Itu dia saya juga ga ngerti. Saya beli apa aja sih sampe duit abis segitu? Oh iya saya inget! Ke Starbucks ngabisin 25 rebu (dapet bonus 10 rebu dari si papa), akhirnya sisa duitnya jadi 230 rebu. Ohya, sempet ke Timezone juga ngisi powercard 10 rebu jadinya sisa 220 rebu. Terus apalagi yang bikin duit saya tinggal 140 rebu?

Apapun itu intinya 2 poin :
  • Mengurangi frekuensi jajan
  • Mencari lagi duit
Masalahnya udah liburan kaya gini yang namanya duit itu wajib ada di dompet, apalagi barusan dari CiWalk ngeliat Nike, Cardinal, Jail, Adidas, udah pada nge-sale. Belum lagi pengen beli sepatu Converse, buset lah ini anak banyak maunya tapi pelit banget.. Ckckck

Ya Tuhan, semoga saya bisa ngehemat. Amin!

Eh, tapi kan mau karaokean --"
Haduh haduh, Zuma, Zuma...

Saturday, June 26, 2010

The Knowless Takes His Place

He doesn't know anything about us, even he always blamed everything to us.
He takes a new position which means that the one we've loved should resign and be substituted.
He doesn't even think about us, gotta see how selfish he is.
He doesn't want to care about us, eventhough his mouth said that but his heart didn't say the same.
He takes everything easily, even for the most serious problem. But he makes it more serious and more complicated for something easy, stupid, ridiculous, and damn funny.
He doesn't even know what's happening on us, but he tries to blend with us with his stupid argumentation.

Let's see how everything will go to the devil miserably soon...

Insomnia

Sebuah efek yang lama-lama jadi penyakit karena sudah mencapai taraf akut. State dimana seorang saya, Kaz mengalami suatu hal yang membuat saya susah memejamkan mata (terutama selepas membuat cerita horror atau terbayang sesuatu yang tak enak dipikirkan), malas berbuat apa-apa tapi banyak keinginan. Insomnia, penyakit yang sepertinya mewajibkan saya berada di depan Tablet PC saya untuk melanjutkan novel horror itu (justru saya tak bisa bergerak dan melirik kiri-kanan jadinya), atau membuka Mozilla Firefox (belakangan saya ganti jadi 'Godzilla Firefox'), atau terpaksa menyalakan TV dan menonton acara-acara yang relatif membosankan.

Penyakit ini berawal dari kegiatan saya internetan, bahkan sebelum pindah rumah dari rumah yang lama menuju komplek Duta yang jalanannya menjadi surga bagi para anak-anak, pengendara sepeda, pengendara skuter atau otopet dan pemain bulutangkis dadakan. Dulu, sedang jamannya main Rock Legend, dan mewajibkan saya terus memantau kegiatan band saya lewat monitor CRT. Belum lagi demam download yang selalu menyerang saya jika ada internet berkecepatan 'cukup' tinggi, komputer dengan minimum requirements ber-OS Windows atau Mac, prosesor Intel 'Pentium 4' atau 'Centrino Duo' atau 'Core2Duo; atau 'Quadcore', harddisk kapasitas besar, dan Mozilla Firefox dengan tema Persona 'L Death Note'. Ditambah lagi playlist di iTunes yang semakin mendukung penyakit ini merajalela dan menyerang saya selama 3 jam ke depan.

Apa saja yang dilakukan selama insomnia itu?
  • TV merupakan salah satu media terkomprehensif setelah internet, sehingga tak jarang saya menonton acara-acara seperti gossip malam yang menyebalkan, reality show, acara tanya jawab yang membosankan seperti lomba catur, bahkan siaran langsung F1
  • Secangkir moccachino atau coklat panas merupakan teman yang baik ketika insomnia (baca: begadang). Bahkan, suatu hari pernah saya rencanakan untuk insomnia sehingga sore harinya saya paksa pergi ke kedai kopi buat beli Choconut Almond
  • Handphone adalah teman yang baik ketika jeda iklan atau commercial break, atau ketika ada berita sisipan yang ngga penting. SMS adalah jalan terakhir ketika internet tiba-tiba nge-hang atau lemot dalam rangka in-touch dengan rekan-rekan senasib
  • Internet, media informasi yang kaya akan pengetahuan, hiburan, dan juga virus. Lewat internet inilah saya sering curhat mengenai kesedihan saya menjalani hari-hari dengan insomnia yang pada akhirnya membuat saya telat masuk kelas karena bangun jam setengah 7 pagi
  • Facebook atau Twitter selalu jadi andalan ketika insomnia datang menghampiri, dan juga Blog yang terima kasih sudah menjadi pendengar setia saya ketika saya harus marah-marah dan mengumpat
  • Torrents adalah geng motor yang menculik 'harta karun' yang saya inginkan
  • Indowebster adalah situs surga bagi para downloaders yang ingin menyedot harta karunnya dengan kecepatan yang tak bisa dipandang sebelah mata
  • Google merupakan bank info terbesar yang saya lihat, karena dengan kita mengetikkan kata 'Lingerie' maka sudah cukup bisa membuat kaum Adam betah di depan layar
  • Bantal guling merupakan teman yang baik yang bisa dijadikan sandaran ketika merasa mata sudah mulai merapat sekitar 2 milimeter
  • Jaket, sweater, vest rajut, hoodie, anorak, bahkan parka yang melindungi dari udara yang cukup dingin. Tapi percaya atau tidak, saya pakai jaket setebal itu tapi lihat celananya, di atas lutut!
  • Curhat colongan : Di rumah saya yang manapun, lokasi tempat insomnia selalu dekat dengan piano. Bukan masalah main piano atau tidaknya, tapi takut sewaktu-waktu papan penjarian itu tertekan tiba-tiba tanpa komando dari saya. Dan itu artinya novel saya menjadi nyata
  • Menulis note di Facebook atau copy-paste dari note seseorang adalah hal terakhir yang mentok kalau tak ada ide lagi (minimal notification berhenti kedip-kedip)
  • Menghindari cermin atau kaca atau benda-benda lain yang membuat refleksi
  • Game! Hal penting yang saya lakukan ketika insomnia datang menyerang adalah membuka game-game semacam Social City, Farmville, atau game-game lain yang memaksa saya untuk selalu online 24hours/7days/4weeks/12months
  • iPod atau MP4 demi menjaga telinga mendengar dari hal-hal yang tak pantas di dengar seperti gossip artis tengah malam atau berita mengenai bursa saham
  • Believe it or not, buku dongeng sebelum tidur biasanya berada tak jauh dari saya
  • Menggeser sofa ke spot terdekat, takut-takut tak mampu berjalan ke lantai atas untuk tidur. Sofa pun bisa jadi kasur dadakan walaupun epidermis akan bentol-bentol digigit nyamuk
  • Mengecek keamanan pintu dan jendela di lantai dimana saya berada (tak perlu lah naik-naik ke lantai atas. Sudah cukup banyak jendela disini). Tak hanya cukup dengan satpam yang bersiap sedia di depan rumah, pencuri atau penculik bisa saja masuk. Saya takut anak sekecil saya dengan wajah tak berdosa ini harus jadi korban penculikan dan dibarter dengan anak kambing, atau anak kecil berpostur chibi menggemaskan ini harus menghadapi para penyamun yang suatu saat bisa saja menyerang saya dan memasukkan saya ke dalam kardus TV lalu ditukar dengan hadiah langsung berupa kulkas satu pintu
  • Secangkir susu hangat untuk mempercepat perapatan mata (kalau memang sudah tak ada kegiatan yang lain)
  • Menghafal isi kamus. Coba saja dan lihat efeknya
  • Senam jari. Bukan di atas piano atau game Audition online, tapi di atas kalkulator nyasar --"
  • Menggigit sesuatu yang pantas digigit : Keripik pisang, kacang disko, biskuit coklat, chocobi, bourbon, bahkan ujung bantal
Selepas insomnia, maka rasa kantuk pun datang. Dan itu akhirnya segala barang pecah belah, perabot kotor, sampah kertas, puntung rokok ngawur (baca: Cheese Stick), selimut kusut, kabel modem, charger, Tablet PC, handphone, remote TV, iPod, bantal guling beserta pacarnya si sarung guling apek, dan yang terakhir diri saya yang kucel bin kumel ini harus dibereskan dan di kembalikan ke tempatnya. Mengembalikan mereka ke habitatnya merupakan perjuangan yang agak sulit, setelah halusinasi horror dan juga rasa malas serta berat badan yang tiba-tiba naik 20 kilogram membuat saya sulit bergerak. Kalau tidak dibereskan maka ratu Yuliana dari Belanda akan menyerang saya dengan bom molotov pada keesokan paginya.

Keesokan harinya saya bangun telat lagi, melangkah gontai ke kamar mandi sampai lupa ambil lingerie eh maaf salah briefs di lemari, dan kesiangan sampai sekolah sehingga terpaksa diadakan debate contest dadakan di pos satpam sekolah.

Le Temps Qui Passe : Human Recognition

Some of you might be lucky to have a gadget which has an ability of handwriting recognition, so do I who have been working on this Tablet PC for a long time. Handwriting recognition enables you to write your own handwriting letters and the system in the computer or device will recognize the letters. Usually the devices use a stylus or Tablet pen as a pen to write the letters.

As men keep developing the technology, and finally invent something called 'Human Face Recognition' which is used in security system that we can find in Airports, Harbor, even in the streets. The system enables us to recognize someone's face that the one who is chosen to be recognized was in a trouble or criminal performs.

But, there's something that sometimes the computer cannot recognize, even a man himself cannot recognize it. What's that? Human recognition. This is not about the physical identification or handwriting letters. But the man himself, something inside the man himself. Some cases and most of them are about the characters and attitudes, not the physical identification itself. I bet I've known them for so long but I guess I lose my bet because today I realize that I cannot recognize them anymore. Sometimes you think you've known someone well at all, but actually you haven't known him or her at all that you keep arguing for the recognition. The changes can happen sometimes somehow, and the changes can affect anyone, anywhere, and anytime. So sad I realize that I see no one I used to know, and so sad that I find nothing I used to know. What I hear is something I never recognize it. What I see is someone I never meet. Everything seems so different, even the system cannot recognize it. So I pray that everything's gonna be alright or at least back to where it has been. And I hope that someday the ability of recognizing them will come back into me as soon as possible.

"Cuz the saddest part is when you can't recognize people whom you love so much..." Klaus R Dewanto Ivanov - Pianist, Violinist

The ability will come back into me. And they will be back to where they've been before. Everything will be okay soon and another sun will shine brightly. Yeah, just like a song sung by Laura Fygi : Le Temps Qui Passe..

Friday, June 25, 2010

Budaya Mengantri (Semua Kena Kok)

Malem ini jadi malem yang berhasil bikin saya ngumpat-ngumpat di motor. Gimana nggak, sesosok pria seumuran kepala empat nyerobot antrian saya di kasir. Whadefak, kasian ibu-ibu di depan saya aja sampe kedempet sama bodinya yang ga kalah jebrag sama mukanya.

Jadi gini ceritanya, pulang dari Purwacaraka saya mampir dulu ke sebuah minimarket dengan akhiran ..........mart (hayo apa hayo?). Nah, setelah ngambil A&W Sarsaparila dan pulpen bertuliskan Zakumi, World Cup 2010 saya langsung ikut antrian di kasir. Di depan saya juga ada ibu-ibu yang lagi proses bayar beserta anaknya yang masih kecil. Lagi asik-asik ngeliatin deretan coklat sama kondom yang dipajang mencrang (oops?!), tiba-tiba ada sesosok manusia semacam Shrek berdiri di belakang saya. Langsung aja tuh Pak Tua naro dua gelas minuman kaleng buat panas dalem (ketawan lagi sakit goroan) sama entah pulpen entah coklat di meja kasir. Si ibu yang lagi proses bayar juga agak risih, apalagi gue yang di depannya banget. "Nih bocah maunya apa sih?", batin saya. Dan sebelnya tuh tua-tua keladi ngeliatin saya dengan tatapan sinis. Saya kesel jadi balik ngedelekin (ga terima dong gue didelekin ga ada salah, anjrit tuh abah-abah ladu!). Si mbak kasir juga jadi ikutan mesem mukanya gara-gara biawak itu ikut ngeksis di catwalk produk, eh maksudnya meja kasir. Pas saya udah mau bayar, itu bapak-bapak nyedek si ibu-ibu itu sampe akhirnya 'mengalah' (anjrit ga gentle banget tuh bocah). Saya yang masih baik cuman ngeliatin sinis ke orang itu. Setelah orang itu bayar, saya rada ngumpat sedikit. Kasirnya ngedenger tapi cuman ikutan kesel dalam hati sambil ngelus dada. "Sabar.. sabar..", katanya.

Setelah selese, saya ke motor lagi dan langsung cerita ke anak-anak. Mereka ketawa-ketawa pas sepanjang jalan ke Duta saya mencak-mencak marah-marah ngumpat-ngumpat ngedoain hiu martil itu yang jelek-jelek. Dari mulai Hachiko, Patkai, wilayah Saritem, penghuni neraka, orang idiot sampe segalanya saya sebutin (keabsen semua kayanya). Kocak deh malem itu. Coba ya budayakan ngantri. Anak kecil kaya saya aja mau ngantri, masa abah-abah ladu kaya gitu ga mau ngantri? Lagian kalo ngantri juga pasti semuanya keladenin kok sama kasirnya (ya minimal dipindah kasir kalo emang shiftnya selesai ato mesin kasirnya rusak). Ckckck kalo gini sih gimana negara bisa maju?

For The Expectation That's Hard To Come True

Would you just try to spend the time just for me please? Maybe a whole day, a half day, even an hour? Or should I pay for your time in paying your salary?

Guess what, you've been to many places that I must have been so envy cuz couldn't be there. Remember, you've missed my birthday for twice that I was hurt. You've been so busy and put me as the third place. You've spoiled her and ignore me like I'm a jerk because she's been so special for you huh?! Frequently you snapped me for something I didn't know. You blamed me for something that damnfully I swore I never knew about that!

Why can't you try to listen to me? Look at me, I'm sick right now but nobody knows about that. Even Mom keeps getting busier day by day and considers that pain as something easy. Listen to me and look at me! We're definitely living in different world, and you always blame me for that. Look back what you've done, you made me like this. Eat that!

Daddy, can you listen to me..

Thursday, June 24, 2010

Them : Daddy and Bunda

Sudah lama sekali saya mengenal mereka walaupun terkadang saya juga kurang bisa mengerti mereka dengan baik (dan mereka juga sibuk dengan urusan mereka masing-masing). Sekarang biar saya coba ceritakan tentang Daddy dan Bunda satu persatu.

Daddy :

Sepintas wajahnya terlihat mirip Detri Warmanto (ada yang kenal? Pacarnya Aryani di film kepompong), walopun profile picturenya cuman gambar tanda seru doang (apaan sih pah, ga rame Profile Picturenya). Daddy ini yang paling jauh jauh jauh jauuuh dari rumah. Sibuk dengan urusan, kegiatan, dan pekerjaannya membuat saya jarang bertemu beliau. Ada Facebook tapi jarang dibuka. Saya kirim wall aja jarang dibales saking sibuknya, dan yang kadang bikin sebal justru dia lebih dulu bales wall temen-temennya daripada saya (sabar Kazu sabar...). Tapi entahlah, Daddy begitu sibuk jadi ya..
Daddy itu orang yang charming, dan dulu sebelum pergi ke Yogyakarta adalah sosok yang sering temenin saya ngobrol di tangga. Sepulang sekolah biasanya saya cari Daddy dan curhat atau cerita tentang banyak hal. Ohya, saya inget saya masih simpen pin dari Daddy yang sampe sekarang ngga saya ilangin. Pin itu kecil, tapi banyak kenangannya. Sempet berdarah gara-gara pin bertulisan 'Master of Sound' itu tapi gapapa deh (luka ketusuk jarum pin ga ada bandingnya sama perihnya neraka *sok alim*). Waktu perpisahan SMP, Daddy ngga ada soalnya dia udah di Yogyakarta. Sedih sih, perpisahan ngga ada Daddy tapi ya mau gimana lagi.

Kalo Daddy pulang, yang pertama saya lakukan pasti teriak seneng. Secara lama ngga ketemu pasti kangen banget. Waktu itu aja peluk Daddy begitu lama dan ga kerasa ini mata mulai basah. Tapi sebelnya, Daddy pulang cuman sebentar terus dia pergi lagi ke Yogyakarta. Can you stay here for longer, please? Saya selalu pengen habiskan waktu bareng sama Daddy main kemana. Entahlah, sudah begitu lama tak bersama. Pengen banget cerita banyak hal, tapi selalu waktu dan kesibukan yang jadi patokan. Tapi akhirnya, satu penggal kalimat dari lagu Sherina : "Rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan, oh ku bahagia". Saya berterima kasih sama Tuhan karenanya. Daddy orang yang dukung saya dan saya berterima kasih akan hal itu.

Bunda :
Ga kalah sibuknya sama Daddy tapi sosok yang bisa dibilang lebih charming daripada Daddy. Lebih sabar dan senyumnya itu loh (I'm melting, Mom). Senyum bunda sering berhasil bikin saya tenang kalo lagi emosi (bunda pake magic apa sih?). Bunda kadang larang ini itu ato kasih tau ini itu buat kebaikan saya. Bunda juga tipe orang yang menyenangkan buat diajak cerita ato jadi sandaran kalo lagi down. Tapi lagi dan lagi kesibukan yang jadi patokan, bunda begitu sibuk jadi kita jarang ketemu. Lagi, ada Facebook tapi wall saya jarang dibales. Sebenernya banyak sih orang yang ngirim wall ke Facebook bunda atau nge-tag bunda sesuatu dan hasilnya sama aja kaya saya, jarang direspon saking sibuknya. Bunda orangnya pekerja keras, ulet banget nekunin satu hal. Bunda pengen ke Mesir, dan saya dukung walopun saya sedih karena artinya jarak diantara saya sama bunda semakin jauh. Sama daddy aja udah jauh sekarang harus bunda juga ke Mesir? Hhhh.. entahlah (nge-blank).

Bunda pinter berkata-kata, walopun sekalinya marah bikin saya ngeri (pernah sekali marah dan saya ga mau bunda marah lagi). Jago berbahasa juga. Sosoknya juga bisa dibilang religius, dan yang jelas beda banget sama saya (nakal, gila, childish, bunda maafin ade ya hiks). Tapi walopun saya nakal, bunda tetep sayang sama saya. Ade juga sayang bunda. I love you, Mommy!

Dari keduanya, ngga ada yang dibilang 'lebih sayang siapa' karena dua-duanya juga saya sayang banget. Punya karakter yang beda-beda tapi itulah yang bikin sayang saya ke mereka ngga bisa dibandingin. Ga bisa tuh ada istilah 'sayangku bagi dua' kalo kata lagunya Christina Colondam pas jaman saya SD. Mereka berdua yang berhasil bikin saya nangis kalo udah rindu setengah mati, ato mereka berdua yang berhasil bikin saya teriak seneng dengan kehadirannya. Thanks Mom, thanks Dad, you're so much precious for me :P

Gesek Powercard atau Masukkan Koin Lalu...

Kebiasaan saya kalau main Pump it Up :
  • Gesek satu kali aja, tapi mainnya beberapa kali (ngga kaya orang laen yang kalo mau main langsung gesek beberapa kali, alih-alih ga ngasih kesempatan orang laen buat main. Saya sih orangnya baik ya :P)
  • Speed 4x, Freedom, Earthworm
  • Paling sering jajal channel K-pop
  • Songlist yang paling sering dimaenin :
    • BanYa Production - DJ Otada (Hard)
    • Yahpp - Pumptris Quattro (Hard)
    • Yahpp - Chimera (Normal)
    • JTL - Enter The Dragon (Crazy, Freestyle)
    • Som2 - Deja Vu (Crazy, Freestyle)
    • Turtles - What's Going On (Nightmare)
    • Cachy Huang - Up, Up (Nightmare, Crazy)
    • BanYa - Dr.M (Crazy)
    • BanYa - Love is a Danger Zone (Freestyle)
    • BanYa - Winter (Hard)
    • BanYa - Point Break (Crazy)
    • BanYa - Witch Doctor (Crazy)
    • Sechskies - Com' Back (Crazy)
    • Novasonic - Another Truth (Freestyle)
    • Lexy - Greenhorn (Freestyle, Crazy)
    • T.O - Footprints (Crazy, Freestyle)
    • Lee Hyun Do - Sajahu (Crazy, Freestyle)
    • Perry - Storm (Crazy)
    • Cho PD - My Friend (Crazy)
    • Wondergirls - Tell Me (Crazy)
    • Super Junior - U (Crazy)
    • Epik High - Fly (Crazy, Freestyle)
    • BanYa - Turkish March (Crazy)
    • BanYa - JBong (Hard, Crazy)
    • One Two - Shake The Bootie (Freestyle)
    • Manresa - Le Code de Bonne Conduite (Crazy)
    • Tashannie - Caution (Crazy)
    • BanYa - Monkey Fingers (Hard)
  • Sering gagal kalo maen lagu ini :
    • BanYa - Witch Doctor
    • BanYa - Winter (Crazy)
    • WAX - I'll Give You All My Love (Crazy)
  • Gagal gara-gara :
    • Speed kecepetan
    • Speed kelambatan jadi terlalu dempet
    • Lupa ngga nge-reset kalo udah pake Earthworm
    • Kecapean
    • Males
  • Biasanya maen2 ato 3 kredit. Kalo semangat bisa sampe 6 kredit.
  • Paling ngaret kalo pulang gara-gara maen ginian
  • Paling kesel kalo pad udah ngga responsif, ato layar monitor udah rusak
  • Paling jijik kalo ada yang maennya jelek tapi sok ngegaya
  • Kalo ada senior yang maen, bukannya takut ato malu tapi suka ngga tau malu (namanya juga anak-anak)
  • Kalo ada yang ngajak maen berdua ujung-ujungnya maen di channel BanYa
  • Paling seneng kalo maen berdua sama yang se-level (maksimal kisaran level 14, kan masih anak-anak)
  • Kalo ga maen di BTC, seringnya di Parijs van Java. Belakangan ini jadi maen ke IP ato BIP juga (di BIP udah ada Fiesta loh! Asik!)
  • Ga ikutan community ato team apapun > freelance
  • Pernah ikutan lomba sekali, dapet hadiahnya waktu games doang
  • Pernah disepet sama seseorang, "Maennya ngos-ngosan banget dek". Saya sepet balik, "Wah, ada kribo ngantri maen!"
  • Pernah dimarahin bunda, "Jangan maen itu terus kamu udah pucet itu mukanya!". Sampe rumah saya demam
  • Lagi sakit tulang ekor aja masih maksa maen crazy dance
  • Kata temen-temen saya, kalo lagi maen kaki saya kaya iblis
  • Maen pasti keringetan. Kata kaka saya kaya habis mandi
  • Pernah keram di tempat (konyol)

Wednesday, June 23, 2010

Missing Tunes : Pump it Up O.B.G

Saya maen Pump it Up dari versi O.B.G (Oldies but Goodies) sampe yang paling baru, Fiesta. Saya maen dari kelas 3 SD sampe sekarang. Berarti udah lama banget, lebih dari 8 taun saya udah joget-joget di atas pad ber-step 5 biji itu. Dari mulai maen di mode Normal sampe akhirnya ngacir ke Crazy, Freestyle, dan Nightmare. Selama itu juga udah banyak lagu-lagu yang saya maenin. Beberapa saya mark sebagai favorit, tapi justru saya kehilangan beberapa lagu yang ternyata pas saya cari di Fiesta juga ngga ada. Buat informasi aja, di Pump it Up 'Fiesta' itu mencakup koleksi lagu yang paling komprehensif, dari mulai jaman jadul sampe yang paling baru.


Satu lagu yang jadi andalan saya waktu dulu masih maen di O.B.G, yang cuma saya dapet di mode Hard. Lagu ini juga jadi kesukaan temen saya waktu SD, DJ. Kita biasa sebut lagu ini 'Lagu Kereta'. Mungkin lagu ini kalo di Pump it Up Zero atau Absolute ada di mode Hard dengan range level sekitar level 6 atau 7. Mirip sedikit mirip 'Dr.M' atau 'Love is a Danger Zone 2'. Sekarang ini saya biasa main di Pump it Up Absolute, dan kadang-kadang maen di Zero. Walaupun sekarang ini lebih nyaman di Absolute gara-gara ada 'DJ Otada' dan 'Pumptris Quattro'. Lagian, Absolute kan udah pake LCD, sementara kalo Zero masih pake monitor CRT.





BanYa - An Interesting View (Seoul Train)
Lagu ini udah lama ngga saya maenin. Dan kalopun saya maenin, semoga aja ada mode Crazy-nya (songong mentang-mentang mode Hard udah bisa :P). Saya mark lagu ini sebagai favorit, setelah Another Truth dari Novasonic dan Run to You dari DJ Doc (waktu itu tapinya, sekarang saya udah agak males maenin Another Truth dan Run to You udah ga tau kemana). Pertama main lagu ini pastinya failed, lama-lama dapet nilai C dan saya ga dapet bonus game. Akhirnya setelah ngejago, dapet B dan sekali maen lagi dapet A. Waktu itu saya maen lagu ini diantara temen-temen saya dan saya yang pertama dapet A (songong). Saya suka lagu ini soalnya lagunya lucu, belum lagi BGA videonya yang kocak. Ada keretanya nyengir, mbak-mbak yang cute, sama kakek tua yang mirip sama kakek-kakek Pringles. Setelah itu, Timezone pindah dan mesin Pump it Up O.B.G ngga ada lagi. Akhirnya saya maen di Prex3, Exceed, Zero, NX, NX2, dan yang sekarang saya betah maen itu di Absolute. Di Absolute, ngga ada lagi lagu kereta itu. Saya kangen sama lagu itu :P







DJ Doc - Ok? Ok! (Beauty and The Beast)
Ada 2 lagu favorit DJ Doc, Beauty and The Beast sama Run to You. Kalo Run to You yang saya inget sih di bar-bar awal ada beberapa upper-double steps. Kalo Beauty and The Beast terkenal gara-gara beat 1/8 dari upper left dan upper right steps. BGA videonya juga keren. Mantep deh nih lagu.





DJ Doc - Run to You
BGA videonya ada gambar cewenya yang rada mirip Shizuka. Bar-bar awal lagu ini diisi sama not 1/4 upper-left-right double steps. Waktu ikutan Pump Competition for Kids, lagu ini jadi lagu wajib. Saya sama temen saya maen lagu ini di 1st stage, 2nd stage ambil lagu Another Truth, dan 3rd stage ambil lagu apa ya saya lupa. Pokonya lagu ini asik lah. Saya juga waktu itu sempet maen lagu ini di mode Hard. Tapi berhubung udah lama ga maen lagu ini kayanya bakal agak bingung sama pergerakannya.





U.P - Puyo Puyo
Setelah lancar maen Pump it Up, saya nemu lagu ini. Jadi lagu favorit saya sama sepupu saya, Fah Mi Sung. Cuman sekarang dia senengnya maen bola, katanya pengen kaya Park Ji Sung. Ah rehe nih, jadi saya sendirian maen. Ah tapi tenang saja masih ada Ebil yang doyan maen Pump. Lagunya rame, kaya lagu buat anak-anak. Udah gitu videonya juga kocak. Cowo cewe kartun abis. Kaya terbang-terbang pake payung warna-warni (lihat BGA 'Moonlight', ada cowo cewe juga terbang pake payung tapi bedanya 'Moonlight' BGAnya horror kalo ini kaya anak TK).





Cool - Man & Woman
Cool ga cuma eksis di Audition aja, ternyata di Pump it Up juga (kemudian menyusul Wondergirls, Epik High, dan Super Junior yang eksis di Pump. Terakhir liat ada Kara juga di Fiesta). Lagu ini salah satu lagu yang jadi andalan anak-anak kalo maen Pump it Up. Tapi saya ga begitu suka. Entah kenapa.


Sebenernya masih banyak lagi sih lagu-lagu lain yang saya tau lagunya kaya gitu, cover depannya gitu tapi ga tau judulnya. Tapi ya semoga aja bisa ketemu di Fiesta. Ntar kalo saya maen di Fiesta lagi semoga bisa nemu An Interesting View lagi. Amin!